Breaking News
Loading...

Awas Hipotermia Saat Mendaki

Saat kaki melangkah jauh dan rasa capek menyelimuti tubuh, maka tubuh akan rentan terhadap hipotermia. Apa itu Hipotermia?.

Wajah-Wajah Terkena Hipotermia


Hipotermia adalah suatu keadaan saat inti tubuh berada di bawah suhu tubuh normal, yaitu 35º C
(95ºF),atau bisa dikatan penurunan suhu normal akibat suhu dingin. walaupun penurunan 1-2º dari suhu normal namun memberikan efek yang berbahaya bagi
tubuh, menyebabkan denyut jantung tidak beraturan yang berakibat fatal nantinya. Tbuh manusia mampu mengatur suhu pada zona termonetral yaitu 36,5-37,5 °C. Tanda-tanda yang harus diperhatikan sebagai gejala hipotermia:
  • Kelelahan, dan jalan suka tersandung sandung (Koleng)
  • Menggigil, daya ingat kacau dan mengantuk
  • Bicara mulai melantur dan asal
  • Malas bergerak, tidak punya keinginan untuk bangun
Kondisi yang mendukung terjadinya hipotermia:
  • Temperatur rendah.
  • Pakaian dan peralatan tidak memadai.
  • Kehujanan dan kelelahan
  • Kehilangan cairan tubuh (dehidrasi).
  • Kurang makan
Kondisi hipotermia berat :
  • Pingsan,
  • Dingin
  • Kulit pucat kebiruan
  • Denyut nadi tidak teraba 
Hipotermi juga dapat diklasifikasikan berdasarkan sumber paparan yaitu :

  1. Hipotermi Primer : terjadi akibat paparan langsung individu yang sehat terhadap dingin.
  2. Hipotermi sekunder : mortalitas banyak terjadi pada fase ini dimana terjadi kelainan secara sistemik.
Hipotermia juga dapat diklasifikasikan berdasarkan temperature tubuh, yaitu :

  1. Ringan = 34-36°C
    Kebanyakan orang bila berada pada suhu ini akan menggigil secara hebat, terutama di seluruh ekstremitas. Bila suhu tubuh lebih turun lagi, pasien mungkin akan mengalami amnesia dan disartria. Peningkatan kecepatan nafas juga mungkin terjadi.
  2. Sedang = 30–34°C
    Terjadi penurunan konsumsi oksigen oleh sistem saraf secara besar yang mengakibatkan terjadinya hiporefleks, hipoventilasi, dan penurunan aliran darah ke ginjal. Bila suhu tubuh semakin menurun, kesadaran pasien bisa menjadi stupor, tubuh kehilangan kemampuannya untuk menjaga suhu tubuh, dan adanya resiko timbul aritmia.
  3. Berat = <30°C
    Pasien rentan mengalami fibrilasi ventrikular, dan penurunan kontraksi miokardium, pasien juga rentan untuk menjadi koma, pulse sulit ditemukan, tidak ada reflex, apnea, dan oligouria.
Sumber: Wikipedia


Prinsip dasar penanganan hipotermia adalah mempertahankan cadangan panas yang dimiliki, mengganti bahan bakar yang terpakai untuk mengembalikan panas tubuh yang hilang agar tida lemas kembali.

Intinya, jauhkan dari sesuatu yang dipakai korban yang menyebabkan dingin. Seperti memasukkan korban dalam Sleeping bag pun itu sangat penting.

Kunjungi juga TUTORIAL ALAM lainnya.
Wait next article. Terima Kasih

Writen by Jihan Pamuji



 
Toggle Footer