Breaking News
Loading...

Jangan Golput

Duduk Ngopi dan sambil membicarakan masalah politik, seolah-olah kami adalah anggota dewan dalam lingkup politis. Itulah kebanyakan kita sebagai warga kota Surabaya khususnya, dan Rakyat Indonesia pada khususnya. Ketidaktahuan kita akan bayaknya Calon legislatif yang akan menjadi wakil rakyat kelak ataukah sosialisasi KPU akan calon-calon legislative yang akan menduduki kursi sebagai DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD kota/kabupaten sangat menylitkan para pemilih. Karena sebagian besar dari warga, setiap kali ditanya mau pilih siapa?, mereka menjawab “tidak tahu” .


Bahkan didalam jejaring social, BBM , banyak kawan-kawan yang menyatakan golput saja toh gak ada efeknya buat kita. Hmmmmmm, jawaban yang gak salah sih, tapi juga gak dibenarkan juga.

Belum banyak kita tahu bahwa pemilu 9 April 2014 ini



dampaknya ke pilpres 2014. Siapa presiden yang nantinya akan maju tergantung dari pemilihan legislatif yang minimal mencapai suara 25%.

Majelis hakim konstitusi yang diketuai Mahfud MD berpendapat, Pasal 9 UU Pilpres yang diuji itu tidak bertentangan dengan UUD 1945. Mereka menilai ambang batas 25 persen suara sah nasional dan 20 persen jumlah kursi DPR yang mesti dimiliki parpol maupun gabungan parpol, bukan masalah konstitusionalitas norma, melainkan hanya pilihan kebijakan semata. Hal ini juga sempat diutarakan Staf Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bidang hukum Denny Indrayana (Sumber:Kompas).

Maka dari itu, pelajari caleg sebelum memilih, agar ketika terpilih dengan secara demokrasi maka calon yang kita pilih sesuai dengan harapan kita.

Emang mau Negara kita dipegang oleh orang-orang yang nantinya bakal korupsi?.tidak kan .

Saran saya, kalau ada yang ngasih uang buat minta dipilih. STOP dan jangan dipilih..

Tapi boleh tuh ambil uangnya aja. Biar bangkrut.. hehheehe

Selamat memilih rakyat Indonesia.

By Jie

 
Toggle Footer