Breaking News
Loading...

Mahameru

Gunung Semeru adalah gunung tertinggi dipulau Jawa dengan puncak Mahameru yaitu 3676 Mdpl (meter dari permukaan laut). Sedangkan kawahnya dikenal dengan Jonggring Saloko.
Pada tahun 1913-1946, joggring saloko mempunyai ketinggian sekitar 3700an, namun karena proses alam sehingga membuat puncak menjadi seperti skarang ini.







Perjalanan Pendakian


Berbicara tentang pendakian, Trek pendakian yang dimulai biasanya dari Stasiun kota menuju pasar Tumpang-Malang umumnya menggunakan Angkot,  kalau seumpama menyanggupi, kita cukup nencarternya dengan harga yang miring atau harga paket. Kira-kira bisa sampai 1 jam an menuju Pasar Tumpang.
Dari Pasar Tumpang ada beberapa jenis tumpangan seperti Hartop (tarif Per 2013 Rp.400.000/8 Orang), kalau dengan menggunakan Truk sayur harganya sekitar Rp30.000-40.000 an per orang. Tergantung negosiasi juga.

Gapura Masuk Ke Kota Tumpang


Dari Tumpang menuju Pos Perijinan Ranu Pani kurang lebih 1,5 Jam dengan kecepatan Normal.
Dalam perjalanan menuju Pos Perijinan Ranu Pani, kita akan disuguhi pemandangana alam yang luar biasa, Seperti ini deh kira-kira..


Pemandangan menuju Ranu Pani
Pemandangan Jalan yang Kita lalui kejauhan
Terlihat Bukit Kecil Nan Indah
Jalur-jalur Air Ketika Hujan

















Dari Ranu Pani kita akan disuguhkan dua danau yang indah yaitu Danau Ranu Pani dan Danau Ranu Regulo.terletak pada keinggian kira-kira 2200 Mdpl.




Disini kita akan masuk pos perijinan. Terakhir ketika tim Jappa 14 naiik tahun 2013. Harga tiket masuk per orang Rp.10.000, ditambah biaya ijin masuk tenda Rp.20.000/tenda, untuk kamera Rp.10.000, namun karena waktu itu kami akrab dengan penjaga Pos Ranupani, kami hana dikenakan biaya Rp.20.000 saja untuk 3 tenda.. Total untuk 8 orang yaitu Rp.180.000.


Untuk saat ini informasinya menjadi naik 600% dari harga semula, sekitar Rp.60.000-Rp.65.000. Kenaikan harga yang sangat fantastis ini bukan karena alasan. Semua pertimbangan mengenai konservasi vegetasi lingkungan hiduplah yang menjadi pertimbangan management.

Hampir disetiap perjalanan menuju kearah puncak lewat jalur Watu Rejeng, sampah pasti ada, entah botol air mineral, kemasan makanan ringan, sepatu, puntung rokok, dan masih banyak lagi jenisnya sampah-sampah itu. Semua itu kita yang membuangnya dengan sangat tidak bertanggung jawab membuang sampah sembarangan.

Dari sini kita harus sudah menyiapkan surat keterangan sahat dan foto kopi KTP yang berfungsi apabila terjadi apa-apa yang tidak dikehendaki agar tercover asuransi. Maka sebaiknya  segala data dan tanda pengenal diri harap diisi dan disiapkan dengan baik. Tak lupa juga membawa materai 6000 sebagai surat kuasa bagi ketua team. Untuk pendaki yang lebih dari 15 orang disarankan membawa dua matrei lah untuk jaga-jaga.

Lanjut perjalanan melewati perkebunan warga setempat, ambil jalur kiri yang ada petunjuk menuju jalur pendakian Watu Rejeng. Bila ambil jalur kanan, maka akan melewati perkebunan warga dan tidak akan sampai-sampai, karena jalur ini jalur yang tidak disarankan oleh BBTNBTS.

Pintu Gerbang Masuk Semeru

Template Jalur Awal Masuk Menuju Watu Rejeng

Setelah berjalan kurang lebih 3 Km dari sini,kurang lebih 1,5 jam an melewati hutan dan wilayah vegetasi yang masih asri tapi sayang disekeliling jalur masih ditemukan banyak sampah berserakan dan kebanyakan sampah itu, sampah-sampah yang puluhan tahun baru bisa terurai dengan sempurna sekitar 50-80 tahun. Perjalanan yang masih belum susah, karena trek hanyak jalan setapak lurus yang dibilang  jarang sekali tanjakan.

 


Pos Pertama, diantara Ladengan Dowo dan Watu Rejeng
di Pos 3 sebelum pos ambruk
Setelah kurang lebih 1,5 jam Maka akan sampai pada Pos satu, yaitu Ladengan Dowo. Jarak yang akan ditempuh dari Ladengan Dowo menuju Ranu Kumbolo kurang lebih ya 8 Km an . Dengan jam tempuh 4-5 jam. dari Ladengan Dowo, trek masih sama yaitu hanya melewati jalan setapak yang sekeliling adaalah jurang. Jalan terus hingga melewati Watu Rejeng ,lanjut langsung berjalan kurang lebih dengan jarak tempuh yang sama berjalan kaki nanti akan ssampai di Pos ambruk (Untuk kondisi saat ini belum tahu, apakah sudah diperbaiki atau tidak). Dari Pos ambruk ini, mulailah penanjakan yang susungguhnya. JAlur yang mulai nanjak hingga ke Ranu Kumbolo saja tapi. Ketika sudah sampai di Ranu Kumbolo, jalur menuju ke Oro-Oro Ombo sudah sama.



Pos Ambruk setelah Watu Rejeng
Jalan dari Pos Amruk atau Pos 4 ini lumayan najak, jadi harus hati-hati, jaga keseimbangan dan selalu tenang. Setelah dari jalur ini, trek sudah stabil dan kalian akan segera disuguhi pemandangan yang sangat luar biasa. Pemandangan yang tidak pernah dilihat di kota-kota besar, dan mungkin kita hanya melihatnya diTV, internet ataupun majalah. Pemandangan itu nyata dan ada didepan mata. Dialah Ranu Kumbolo, the heaven of Semeru. Suhu di Ranu Kumbolo ketika puncak-puncaknya
musim kemarau, suhu di Ranu Kumbala bisa mencapai -5oC. Terbukti ketika kami ngecamp, air yang ada didalam rantang menjadi beku.





Perjalanan dilanjut, menuju tanjakan cinta. Antara kepercayaan sama tidak sih kalo ditempat ini. Tetapi bila dicoba aja tidak ada salahnya kan? tidak berdosa juga. Asalkan diniati kepada Tuhan YME tentang semua keinginan dan harapan kita. Kepercayaannya kalau di tanjakan cinta adalah jikalau  seseorang mencintai orang yang diidam-idamkan, maka jalan saja terus sampai keatas dilarang menoleh kebawah syaratnya. Filosofi dari hal ini sebenarnya sama juga dengan kehidupan, ketika kita mencapai cita-cita, jangan lah melihat kebelakang. Karena akan membuat tidak fokus dengan tujuan utama. tujuan utama dari tanjakan cinta ini tentunya ya puncak. Sdang tujuan kita adalah mimpi.


Sampai dari Tanjangan Cinta dan dari segala mitos tentang cinta tenttunya, lanjut menuju ke jalur selanjutnya menuju Oro-Oro Ombo,Padang rumput yang luasnya ± 100 ha dikelilingi oleh bukit-
bukit gundul dengan ekosistem tumbuhan rumput hijau kekuningan, lokasi dibagian atas dari tebing yang bersatu mengelilingi Ranu Kumbolo, mirip sebuah mangkuk,terkadang-pada beberapa tempat terendam air hujan di Oro-Oro Ombo ini banyak tumbuh bunga edelwis, lavender, dan bunga-bunga lainnya yang indah, namun sayang. Banyak orang-orang yang katanya pecinta alam, tapi masih membuang sampah didaerah ini. BAnyak jenis sampah disini, bahkan CD (celana dalam) pun pernah ditemukan disini..heheheh. Tidak usah membicarakan sampah lah. Lanjut puncak saja.... Gooooo

Oro-Oro Ombo dengan Lavendernya

Gunung Semeru menyimpan banyak keindahan yang membuat daya tarik para pendaki semakin meningkat tiap tahunnya. Keindahan setelah Oro-Oro Ombo ini adalah tidak kalah indahnya, hamparan vegetasi Alam yang terlihat dari kejauhan, serasa menentramkan hati. Merasa sangat dekat dengan Alam dan Sang Pencipta. Desain yang dibuat Sang pencipta sungguh sangat istimewa.

Pemandangan indah selanjutnya yaitu dari Cemoro Kandang dan akan sampai ke pos Jambangan,disini akan terlihat jelas kubah Semeru sudah didepan mara. pemandangan disini masih disuguhkan dengan pemandangan savana yang luas membentang hamparan bukit, ditumbuhi banyak pohon cemara, tempat burung-burung bernyanyi.Terkadang ada juga kijang yang melintas, pemandangan yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata keindahannya.
Dicemoro Kandang ini terdapat Pos untuk tempat peristirahatan sebelum menuju ke Pos Kalimati.


Hamparan pohon cemara di Cemoro Kandang

Kalimati, rute selanjutnya yang harus dilewati.Nama sungai yang tidak berair kecuali dimusim hujan. Padang rumput dengan rerumputan dan hamparan edelweiss seluas ± 20 ha, dengan ketinggian 2700 mdpl, Tempat berkemah para pendaki sebelum melakukan pendakian ke puncak. Terdapat pondok pendaki Pos Kalimati merupakan tempat yaang biasanya sering untuk dibuat berkemah selagi mempersiapkan tenaga menuju ke puncak. Untuk kepuncak, sebaiknya dilakukan dimalam hari sekitar jam 00.00-02.00 , dengan estimasi perjalanan kurang lebih 4 jam. di Kalimati dan arcopodo banyak terdapat tikus hutan yang berukuran besar.


Sedikit lagi sampai, ke Arcopodo, dimana ditempat ini terdapat dua arca yang sudah hapir rusak dan berlumut. Konon tempat ini adalah tempat pemujaan para dewa. Tempat berkumpulnya dewa-dewa dari kayangan. Sering ada kejadian kesasar ditempat ini, bahkan ada yang tidak ditemukan, terakhir ada 2 pendaki yang tersesat 3 akhir tahun lalu. Hilangnya dari puncak menuju ke Arcopodo. Kedua pendaki ini terpisah dari rombongan. Beruntung keduannya ditemukan dalam keadaan selamat. Meskipun ada yang cidera. Dari sini untuk seluruh pendaki harus selalu bersama-sama, kompak, dan selalu memperhatikan satu sama lain.



Arcapada
Siap-siap perjalanan malam yang dingin, disini harus bergerak, jangan sampai berhenti terlalu lama. Karena jika sudah terlalu lama berhenti, tubuh akan kaku dan nanti akan menderita geala "Hipotermia" , dimana gejala Hipotermia adalah suatu keadaan saat inti tubuh berada di bawah suhu tubuh normal, yaitu 35º C (95ºF), walaupun penurunan 1-2º dari suhu normal namun memberikan efek yang berbahaya bagi tubuh, menyebabkan denyut jantung tidak beraturan yang berakibat fatal nantinya.

Diperjalanan ini kita menemukan sebuah peninggalan penghormatan in memoriam untuk Soe Hok Gie dan Idhan Lubis yang meninggal dunia kala mendaki Semeru pada tanggal 16 Desember 1969.
In memoriam ini dibuat karena Soe dan Lubis merupakan pencetus pertama MAPALA. Setelah kematinnya, banyak orang mengenal akan Semeru.



Perjalanan inilah yang paling menegangkan, karena kita nanti akan berjalan merayap menggunakan kaki dan tangan, jangan lupa membawa air putih saat pendakian nanti, Gunakan sarung tangan, kerpus, masker, dan kaca mata. Udara berdebu dan dingin akan membuat tubuh malas dalam bergerak, pacu terus untuk bergerak agar tidak terlalu kedinginan.

Rentang waktu yang diperlukan sekitar 4-5jam, tergantung kecepatan juga. Selalu berhati-hati, jangan terlalu berada dibawah pendaki yang ada diatas, karena akan berbahaya dengan adanya jatuhan batu kecil dan kerikil dari atas.

Perjalanan melelahkan akan terbayar sudah dengan keindahan panorama alam, puncak Mahameru, puncak tertinggi Jawa. 3676 mdpl. Temapt paling dekat dengan Tuhan dijawa. Sungguh agung penciptaannya, terlihat hamparan lautan awan nan bergelombang. Semburan asap mengepul keluar dari Saloko. Sungguh keindahan yang tidak dapat dibayar dengan uang, keindahan yang hanya bisa dibayar dengan perjungan keras. Inginku bersujud dipuncak itu lagi. Menyembah kebesarannya yang Agung.





“Aku tidak pernah berniat menaklukan gunung!
Mendaki gunung hanyalah bagian kecil dari pengabdian…
… pengabdianku kepada Yang Maha Kuasa!”
Idhan Lubis, 10 Maret 1969


.
Pendakian adalah sumber pencarian rasa syukur
kita kepada Tuhan YME
Jihan Pamuji.

Jihan Pamuji

Untuk mendukung Pendakian nanti . Tunggu artikel selanjutnya.

Salam Lestari




 
Toggle Footer