Breaking News
Loading...

Mendaki? Jangan Lupakan Shalat

Pendakian adalah bukan sekedar hobi, tapi menurut saya adalah lebih ke perjalanan hati menuju syukur terhadap ciptaan Tuhan yang begitu indah dipandang mata. Keindahan yang diciptakan untuk manusia agar kita selalu bersyukur kepadaNya. Dengan tidak merusak alam, memeliharanya dengan tidak mengotori alam, merupakan satu amalan syukur yang luar biasa sebagai makhluk Tuhan.

Seiring pengucapan syukur yang kita lontarkan dalam hati dengan menyebut namaNya lirih, khusu' , penuh ketenangan dan khidmah. Tidak cukup itu, sujud kita kepada Ilahi sebagai Muslim tidaklah boleh dikesampingkan hanya atas dasar pengucapan dalam hati, atau suhu dingin, stamina yang lemah, dan mungkin kondisi alam yang tidak mendukung. Tetapi pendakian bisa kita jadikan sebagai ibadah pencarian rasa syukur kita kepada Tuhan.
Shalat, dimanapun kita berada, hendaknya mengerjakan sholat sebagai tolak ukur kita menysyukuri nikmat alam yang sangat luar biasa. Shalat di alam pegunungan ciptaan Tuhan, akan membuat diri kita, lebih dekat kepada yang maha kuasa. Bayangkan, jika kita sudah menapakkan kaki diatas puncak Mahameru dengan ketinggian 3676 mdpl. Kita serasa sangat dekat dengan Tuhan, kita berada dipuncak tertinggi di Jawa dengan keadaan bersujud kepadaNya.
Shalat Di Sendang Drajat Lawu

Jadi, intinya dimanapun kita berada. Hendaknya lakukan Shalat dengan keadaan sebaik-baiknya kita menyiapkan untuk pelaksanaan shalat. Dan pendakian kita dinilai ibadah juga di mataNya.

Peralatan yang mungkin bisa dibawa untuk peralatan Shalat adalah:
  • Kompas (Penunjuk Arah Kiblat)
  • Sarung (Laki-laki)
  • Mukena (Wanita)
  • Matras
  • Sajadah
Masukkan semua peralatan diatas didalam carrier Anda, semoga dengan persiapan kita akan hal ibadah, Tuhan memberikan Kita sebagai catatan amal ibadah. Amiin
 
Toggle Footer