Breaking News
Loading...

Ngobar Pak De Karwo dan Faperta Unitomo

(22 Mei 2014. Perikanan dan kelautan). Dalam acara Ngopi (Ngobrol Pintar) bareng Pak De Karwo bersama Cak Topan yang diselenggarakan oleh Kominfo jatimprov dan disiarkan secara langsung oleh televisi swasta JTV pukul 18.00-19.00, Mengundang narasumber untuk  Bp.Ir Heru Cahyono MM selaku Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Prov Jawa Timur,  Bp.Drs. H. Suyanto MMA selaku ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Jawa Timur dan mantan Bupati Jombang, dan Dosen serta Mahasiswa Fakultas Pertanian UNITOMO Surabaya.

Menyinggung tentang potensi perikanan dan kelautan di Indonesia, khususnya di Provinsi Jawa Timur. Tingkat konsumsi ikan di Jawa Timur meningkat menjadi 21 Kg per kapita per tahun dari semua 16 Kg per kapita per tahun, kata Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Ia menuturkan, mengkonsumsi ikan sangat baik untuk anak-anak, karena kaya akan protein dan membuat cerdas. Diharapkan konsumsi ikan akan terus meningkat dimana potensi ikan di Jawa timur seiring dengan berjalannya waktu akan selalu meningkat. Baik dari budidaya ataupun kelautan.

Bahkan Food and Agriculture Organisation (FAO) dalam laporannya menyatakan produk perikanan merupakan sumber protein hewani yang universal, tidak menimbulkan penyakit, mencerdaskan dan menyehatkan. Bahkan data Organisasi Dunia FAO ini, melansir sejak tahun 2011 untuk pertama kalinya produksi perikanan budidaya dunia, telah melampaui produksi daging sapi tahun 2012, produksi perikanan budidaya dunia telah mencapai 66 juta ton, melebihi daging sapi yang hanya 63 juta ton.

Pembahasan yang dibahas secara mendalam dan santai ini menyimpulkan bahwasannya potensi perikanan di Jawa Timur dari tahun ke tahun akan terus meningkat, jumlah petani ikan dan pembudidaya pun meningkat. Insfrastuktur yang dikembangkan pemerintah juga semakin banyak.
Perlu pelatihan-pelatihan yang harus dikembangkan pemerintah guna meningkatkan SDM Petani ikan agar dapat meningkatkan taraf hidup para nelayan, kata Heru Cahyono.

Ia menambahkan, pemerintah akan mengaplikasikan progam tersebut dengan membangun infrastruktur seperti mentandarkan tempat pelelangan ikan lebih hygene dan steril, memberikan bantuan berupa: Cold storage, alat tangkap, GPS, perahu, bantuan subsidi bahan bakar, serta memberikan pelatihan membuat pakan sendiri. Sehingga para nelayan akan dapat lebih cerdas dan mandiri kedepannya.

Tidak ketinggalan, Suryanto memberikan pengertian. Bahwasannya peran pemeintah ini masih belum maksimal. Jadi upaya pemerintah ini sudah ada, tapi belum optimal. Banyak para nelayan dan petani ini terjebak oleh sistem dagang Ijon (Jual beli sebelum panen), dan ketidakpahaman mereka dalam menerapkan teknologi. Pemerintah membekali dengan berbagai upaya ini, namun masih sangat banyak kendalanya dilapangan.

Ia menambahkan, Jawa Timur tahun ini akan menjadi tuan rumah untuk acara Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XIV tahun 2014, yang rencananya dilaksanakan 7 hingga 12 Juni 2014 di Kabupaten Malang, sebagai ajang tukar informasi sesama petani dari berbagai daerah dan bisa mendapatkan teknologi terbaru yang bisa meningkatkan hasil produksi. Jumlah Petani dan Nelayan yang akan datang ke Jawa Timur nantinya adalah sekitar 32.000 Orang. Persiapan yang sudah lama pun kami siapkan agar semua yang ada didalam acara ini berjalan lancar.

Kesimpulan dari Cak Topan sebagai presenter acara ini adalah Supados masyarakat ningkataken konsumsi iwak.Iwak mung iwak temenan, ojok iwak-iwak an (Supaya masyarakat meningkatkan konsumsi ikan yang beneran, jangan ikan-ikanan,). Iwak tahu, tempe, endog, lan empal.
Sambung Heru Cahyono juga.

Kunjungi juga PENAS 2014 MALANG


Sumber : Jihan Pamuji

 
Toggle Footer