Breaking News
Loading...

PENAS 2014 Malang

Drs. H. Rendra Kresna, Bc.KU, MM,
MEMO- Kabupaten Malang akan menjadi tuan rumah Pekan Nasional Kelompok Tani Nasional Andalan (Penas-KTNA) ke-14 yang akan diselenggarakan pada 2014. Untuk menyiapkan acara ini, kemarin (2/10) digelar Rembug Utama KTNA Nasional yang dihadiri perwakilan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Pertanian.
Menurut Bupati Malang Rendra Kresna, pertemuan ini merupakan rangkaian dari pertemuan-pertemuan sebelumnya, di antaranya Rembug Madya yang dilaksanakan pada 29 Oktober 2012 di Malang (Hotel Regent) dan Rembug Nasional KTNA di Yogyakarta pada 9 Maret 2013.

“Semoga pertemuan Rembug Utama di Malang ini dapat memberikan pemantapan bagi kami sebagai tuan rumah untuk segera melaksanakan persiapan penyelenggaraan Penas KTNA XIV yang waktunya tidak lama lagi (kurang 8 bulan),” kata bupati.
Kepada para peserta rembug, Rendra Kresna menjelaskan, Kabupaten Malang dengan penduduk lebih dari 3 juta jiwa, pada 2012 mencapai pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi, yaitu 7,44 %, melampaui rata-rata pertumbuhan Regional dan Nasional.
Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tahun 2012 mencapai Rp 40,714 triliun, APBD tahun 2012 sebesar Rp 2,343 triliun, dan Pendapatan Perkapita rata-rata Rp 16.508.581.
“Kontribusi sektor pertanian pada PDRB sebesar 28,59 %. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 70,8. Pada tahun 2013 dan tahun 2014 mendatang, dengan situasi yang semakin kondusif, perekonomian Kabupaten Malang diharapkan akan terus tumbuh semakin baik,” ujar bupati.
Bupati menambahkan, luas area potensi tanaman pangan di Kabupaten Malang mencapai 182.729 Ha, dan 49.519 Ha sawah beririgasi. Hampir semua komoditas pertanian mengalami surplus yang menyumbangkan cadangan pangan ke tingkat Regional Jawa Timur dan nasional.
“Sektor pertanian dan pariwisata merupakan sektor unggulan. Pemerintah Kabupaten Malang menetapkan RPJM 2010-2015 dengan ikon Kabupaten Malang sebagai “Bumi Aagro Ekowisata” yang terkemuka di Jawa Timur,” katanya.
Bupati menjelaskan, agro pertanian dalam arti luas meliputi komoditas beras, jagung, sayur mayur, gula, daging, susu dan ikan, dengan Agropolitan Poncokusumo, Minapolitan Wajak dan Sendangbiru sebagai pusat pengembangan.
Sedangkan wisata, dengan paket-paket unggulan wisata khas Malang yaitu, paket Singosari, kawasan menuju Bromo, paket Gunung Kawi dan paket pantai Malang selatan serta Taman Wisata Air Wendit, yang akan mendorong sektor industri pangan dan kerajinan, perdagangan dan investasi.
“Melihat potensi yang ainnya, yang begitu beragam, maka tidak berlebihan kalau kami mempromosikan Kabupaten Malang merupakan pesona Jawa Timur yang sesungguhnya,” jelanya.
“Berkenaan dengan penyelenggaraan Pekan Nasional KTNA ke-14 tahun 2014, Kabupaten Malang insya Allah siap dengan sarana dan prasarana yang ada. Kabupaten Malang memiliki sarana dan prasarana untuk menyelenggarakan even tingkat Nasional. Kami menyiapkan pusat kegiatan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, dengan kapasitas mencapai 60 ribu peserta ditambah fasilitas sekitar stadion,” imbuhnya.
Dari aspek hasil potensi dan pertanian, Kabupaten Malang mempunyai hampir semua kegiatan unggulan dari program pemerintah, baik dari Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Kehutanan serta program dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dari sisi penyiapan lokasi pembelajaran (magang), telah disiapkan 101 tempat magang dengan keanekaragaman pembelajaran mulai dari pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan kehutanan, yang tersebar di 30 kecamatan, terutama di kecamatan di sekitar pusat kegiatan Penas di Kepanjen.
“Kami menyiapkan 41 lokasi magang pertanian dan perkebunan, 12 lokasi magang perikanan, 10 lokasi magang peternakan, 5 lokasi magang kehutanan serta 12 lokasi magang dari program Kementerian,” terangnya.
Mengingat Penas KTNA merupakan even nasional dengan tamu sekitar 60 ribu orang, tentunya diperlukan koordinasi dan sinergitas yang mantap antara Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Pertanian, Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Beberapa sarana prasarana masih diperlukan peningkatan dan penyempurnaan demi terselenggaranya Penas KTNA sebaik-baiknya.

Sumber : memoarema
 
Toggle Footer