Breaking News
Loading...

Geofisika Semeru

Seismik

Kegiatan G. Semeru ditandai dengan terekamnya gempa-gempa vulkanik dalam, gempa vulkanik dangkal dan gempa vulkanik dalam, dan masih didominasi oleh gempa letusan.
Grafik harian gempa vulkanik Gunung Api Semeru :






Geomagnet 

Berdasarkan pola penyebaran anomali magnetik, maka daerah Semeru dan sekitarnya dapat dibagi ke dalam 3 zona anomali. Anomali tinggi menempati daerah tenggara. Anomali sedang berada di daerah barat, barat laut, timur laut dan tubuh G. Semeru. Anomali rendah menempati bagian timur G. Semeru, utara dan barat. Sedangkan daerah di bagian tengah yang melingkari G. Semeru mempunyai harga yang sama dengan harga regional (45.000 nt). Anomali berrelief tinggi di bagian selatan sangat erat dengan kondisi geologi Pegunungan Selatan. Tubuh G. Semeru bagian barat dan G. Widodaren merupakan daerah terintrusi yang kemungkinan bersamaan dengan tumbuhnya G. Semeru. Anomali ini mencakup puncak Mahameru.
Perkembangan kegiatan Kawah Jonggringseloko disebelah tenggara Puncak Mahameru erat hubungannya dengan daerah zona anomali rendah yang memungkinkan adanya terobosan magma kepermukaan melalui daerah yang lemah. Struktur sesar nampak disebelah selatan G. Semeru yang ditunjukan oleh zona lemah memanjang dengan arah ke timur .
 
Toggle Footer