Breaking News
Loading...

Jodoh Idaman Adalah Pendaki

Ilustrasi by jijihans.com

1. Dia Tahu Bagaimana Memaknai Hidup
Setiap perjalanan menuju pendakian adalah perwujudan dalam pencarian rasa syukur kepada Tuhan YME. Bibir yang selalu berucap doa, langkah ia tujukan kepada keberadaan puncak yang dekat dengan Tuhannya, dan Hati yang selalu mengingat dimana Ia akan kembali ke Pangkuan ilahi. Memaknai hidup dengan rasa syukur yang mendalam berada dalam keharmonian alam yang menyelaraskan jiwa yang lelah.
Dia pandai memaknai hidup,tentu Ia akan paham bagaimana memaknai Kamu yang sangat berarti bagiNya.

2. Memiliki Kesederhanaan Hidup
Terbiasa dengan hidup yang apa adanya dialam akan membuat Ia lebih bijaksana menjalani hidup, lebih menghargai hidup dengan hidup sederhana  walaupun hidupnya berkecukupan. Kesederhanaan adalah jiwa yang dibangun dari proses perjalanan di alam bebas yang sangatlah sulit untuk ditaklukkan. Jiwa yang sungguh sangat langkah Kita temui, bahkan dijalankan. Pendaki, sungguh memiliki rasa sederhana dalam hal apapun. 
Dia akan selalu ada untuk mu dalam segala kondisi, baik miskin, susah, kaya, senang. Karena kesederhanaan sifatnya.

3. Mudah Memahami Dalam Segala Kondisi
Mudah memahami dalam segala kondisi adalah jiwa yang terbangun dalam lingkungan alam. Dimana sifat alam yang tidak mudah diprediksi keadaannya dalam kondisi yang cerah sekalipun. Kondisi alam yang tiba-tiba dari cerah menjadi gelappun terjadi sewaktu-waktu ketika berada didalam alam. Sifat mudah memahami ini terwujud kan dalam memahami sesama , bahkan sering kali mengalah. Karena prinsip hidupnya adalah dengan memahami keadaan alam dengan arif maka alam akan menyelaraskan diri, begitu pula Ia terapkan pada sesama.

4. Tidak Mudah Putus Asa
Sampai puncak adalah bonus, tetapi kembali kerumah dengan selamat adalah tujuan utama pendaki. Dalam mencapai puncak tentu tidak mudah, perlu perjuangan dan niat yang kuat. Tidak akan mampu sampai puncak jika bukan orang yang tangguh dan tidak mudah putus asa. Itulah salah sat kelebihan dari pendaki, Ia tidak mudah putus asa dalam menghadapi rintangan apapun, demi mencapai puncak. Tapi tidak akan konyol bila kondisi alam memang tidak bersahabat. Itulah watak dari pendaki. Lihat saja ketika dulu mengharapkanmu, pasti Ia sangat bersemangat dan saat ini Ia bersanding dengan mu, karena Kamu sudah ditaklukkannya.

5. Mandiri dan Berdikari
Dialam dituntut harus mandiri berdikari. Karena kalau bukan Kita sendiri siapa lagi yang akan berjuang sampai puncak. Ia mampu mengkondisikan diri dalam kondisi yang sulit dialam, dari kekurangan makan, minum, suhu yang digin, angin kencang yang berhembus, sengatan matahari langsung, dan kondisi-kondisi alam yang lain. Dikehidupan Kita sekarang tentu Ia bisa memanage diri untuk berkembang mandiri, tidak bergantung pada orang lain dan selalu ingin berdikari. Sifat ini baik ketika hidup untuk berumah tangga, karena keluarga akan mandiri dan menjadi generasi yang unggul.

6. Senang Berbagi
Dalam pendakian selalu nilai kekeluargan dijunjung tinggi, dimana rasa berbagi dalam satu team pasti terjunjung tinggi, bersatu dalam kehangatan persahabatan yang erat, makan dalam satu wadah, minum dalam satu gelas, dingin bersama-sama, dan masih banyak lagi yang dilalui bersama dengan berbagi. Hal ini terbawa sampai tiba di kehidupan sehari-hari, Ia cenderung senang berbagi dalam semua kondisi.


Sementara 6 dulu, entar disambung lagi sampai banyak.
Thank you for reading this article.
 
Toggle Footer