Breaking News
Loading...

Sahabat

Ingatkah ketika Kita bersama dalam keharmonisan, penuh canda tawa, keikhlasan dalam menerima apa adanya Sahabatmu tanpa memenuhi perasaan akan hal apapun didalamnya. Periksalah kembali dimana Mereka, Sahabat-sahabatmu yang dulu selalu bersama. Akankah karier dan kesibukan Kita mengantarkan Kita pada perpisahan? dan tidak lagi Kita menjumpai hari-hari indah kebersamaan.

Menjadi pemimpin, merupakan karier yang memang penting, namun perlu Kita ketahui, pemimpin mengerjakan tugas-tugasnya selalu dengan kesendirian. Bagaikan pohon tinggi yang menjulang, bukankah lebih indah jika disekitar pohon tersebut ada pepohonan rindang yang mengelilingi, rumput, semak, bunga yang indah. Itulah persahabatan Kita. 

Bukankah ketika Kita susah, Mereka selalu ramah mendengar cerita-cerita Kita? karena persahabatan adalah bagaikan satu tubuh yang saling berpengaruh. Carilah dimana Mereka berada, rajut kembali apa yang dulu pernah menjadi satu, jangan pikirkan ego, karir, dan kesibukan saat kini. Ingatlah ketika semua itu tidak akan bermakna pada waktunya nanti.


Manusia yang paling lemah adalah orang yang tidak mampu mencari teman. Namun yang lebih lemah dari itu adalah orang yang mempunyai banyak teman namun ia menyia-nyiakannya.
 ( Ali Bin Abu Thalib )
 
Toggle Footer