Breaking News
Loading...

Alasan Ilmiah Pria Dilarang Memakai Emas

Alasan Ilmiah Pria Dilarang Memakai Emas - Beberapa bulan yang lalu, Saya banyak menjumpai kawan-kawan Saya yang akan melaksanakan pernikahan. Dari syarat-syarat yang disiapkan diantarannya adalah tentunya cincin emas sepasang, pentingset, dll sebagainya. Yang saya ketahui dari saya mengaji, Pria tidak boleh memakai emas. Untuk memperkuat argumen itu, Saya mencoba untuk membuka dan mencari informasi tersebut dihadist Bukhari dan Muslim. Ternyata Saya temukan jawaban itu tentang keharaman Pria memakai emas.

Dan didalam ajaran Islam pun tidak mengenal prosesi tukar cincin ataupun tunangan dengan memakaikan twin rings dengan romantis.

Dari dalam larangan Nabi, pasti ada hikmah yang tersimpan. Seperti halnya larangan kepada Khamr, Babi, dan larangan-larangan lainnya. Saya cari informasiakan hal tersebut, dan kebetulan saya menemukan jawaban ilmiah didalam sebuah buku kecil yang membahas kenapa Pria dilarang memakai emas oleh Islam.
Dan mungkin ketika Anda mencari di Google pun pasti akan menemukan pembahasan yang hampir sama dengan tulisan ini.

Apakah jawaban ilmiah itu? kenapa pria dilarang memakai emas?. Ternyata Atom pada emas (Au) mampu menembus kedalam kulit melalui bagian dari pori-pori Kita dan masuk kedalam darah manusia ketika sedang menggunakan cincin emas.Jika seorang pria mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan adalah didalam darah dan urin akan mengandung atom Au (Emas) dalam kadar yang melebihi batas (dikenal dengan migrasi emas).
Jika hal terseut terjadi dalam jangka yang lama , maka akan terjangkit penyakit yang namanya al zheimer.

Alzheimer adalah suatu penyakit dimana penderitanya kehilangan kemampuan mental dan fisik yang menyebabkan akan kembali seperti anak-anak lagi (childish). Alzheimer bukanlah penuaan normal atau alami, melainkan penuaan secara paksaan atau terpaksa harus menjadi tua. Diantara Mereka yang sudah terkena penyakit ini adalah Charles Bronson, Ralph Waldo Emerson, dan Sugar Ray Robinson.

Pertanyaannya adalah mengapa memakai emas oleh wanita tidak ada larangan?
jawabannya adalah karena wanita tidak mempunyai permasalahan ini, sebab darah yang terkena yang tercemar oleh partikel negatif dibuang melalui menstruasi.
Penelitian tentang penyakit ini juga menyebutkan bahwa dalam tubuh seorang wanita terdapat lemak unik. Lemak yang berbeda dengan Pria. Lemak ini akan mencegah unsur senyawa atom au (emas) masuk kedalam kulit, sehingga lemak ini menghadang senyawa atom tersebut untuk masuk kedalam darah dan daging.

Penelitian lain menyebutkan bahwa didalam tubuh wanita, zat emas bisa masuk kedalam tubuh wanita, namun semua itu nantinya terbuang pada saat menstruasi.
JAdi intinya setiap larangan Nabi Kita, pasti ada hikmah dibalik itu. Padahal dijaman Beliau masih belum ada penelitian - penelitian seperti sekarang ini. Tapi Beliau bisa memandang begitu jauh bentuk keburukan itu.

Alasan Islam melarang pria memakai emas, telah disampaikan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lebih 1400 tahun yang lalu. Padahal beliau tidak pernah belajar ilmu fisika.

Biar lebih yakin, ini Saya nukilkan beberapa hadist shohih terkait hal tersebut.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang cincin emas (bagi laki-laki),” (HR Bukhari No 5863 & Muslim No. 2089).


Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Al-Bara’ bin Azib Radhiyallahu ‘anhu, bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melihat seorang laki-laki memakai cincin emas di tangannya, maka beliau memintanya supaya mencopot cincinnya, kemudian melemparkannya ke tanah. (HR Bukhari & Muslim).


Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam pernah bertemu seorang lelaki yang memakai cincin emas di tangannya. Beliau mencabut cincin tersebut lalu melemparnya, kemudian bersabda,
« يَعْمِدُ أَحَدُكُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنْ نَارٍ فَيَجْعَلُهَا فِى يَدِهِ » (“Seseorang dari kalian telah sengaja mengambil bara api neraka dengan meletakkan (cincin emas semacam itu) di tangannya”).

Lalu, setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pergi, ada yang mengatakan kepada lelaki tadi, “Ambillah dan manfaatkanlah cincin tersebut.” Ia berkata, “Tidak, demi Allah. Saya tak akan mengambil cincin itu lagi selamanya karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah membuangnya,” (HR Muslim No. 2090, dari hadits ‘Abdullah bin ‘Abbas).

Imam Nawawi rahimahullah berkata dalam Syarh Shahih Muslim (14: 32), “Emas itu haram bagi laki-laki berdasarkan ijma’ (kesepakatan) para ulama.” Dalam kitab yang sama (14: 65), Imam Nawawi juga berkata, “Para ulama kaum Muslimin sepakat bahwa cincin emas halal bagi wanita. Sebaliknya mereka juga sepakat bahwa cincin emas haram bagi pria.”

Imam Nawawi rahimahullah ketika menjelaskan hadits ini berkata, “Seandainya si pemilik emas tadi mengambil emas itu lagi, tidaklah haram baginya. Ia boleh memanfaatkannya untuk dijual dan tindakan yang lain. Akan tetapi, ia bersikap waro’ (hati-hati) untuk mengambilnya, padahal ia bisa saja menyedekahkan emas tadi kepada yang membutuhkan karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tidaklah melarang seluruh pemanfaatan emas. Yang beliau larang adalah emas tersebut dikenakan. Namun untuk pemanfaatan lainnya, dibolehkan,” (Syarh Shahih Muslim, 14: 56).


 
Toggle Footer