Breaking News
Loading...

Larangan Kencing Berdiri

Larangan Kencing Berdiri - Mengapa Nabi melarang kencing berdiri?
Saya buka tulisan ini dengan hadist Nabi dari Aisyah Radhiyallahu 'anha, Ia berkata bahwa Rasullallah SAW tidak pernah kencing sambil berdiri semenjak diturunkannya Al Qur'an.


Sumber gambar http://ktv.hol.es
Secara medis kencing berdiri adalah penyebab utama penyakit kencing batu dan merupakan salah satu penyebab penyakit lemah syahwat bagi sebagian pria.

Begitulah. Umumnya Kita memandang ringan terhadap cara dan tempat buang air. Orang dulu mempunyai budaya melarang anak kecil berdiri sehingga Kita sering mendengar pepatah "Guru kencing berdiri, murid kencing berlari", untuk menunjukkan buruknya kencing berdiri, karena memang mengandung efek negatif.

Kebiasaan orang kencing berdiri akan mudah membuat lemah batin, karna sisa-sisa air dalam pundi-pundi yang tidak habis terpancar menjadikan klenjar otot-otot dan urat halus sekitar zakar menjadi lembek dan kendur. Berbeda dengan buang air dengan posisi jongkok. Dengan cara ini, air kencing akan keluar hingga habis, malahan dengan cara ini kekuatan sekitar otot zakar terpelihara.

Ketika buang air kencing berdiri ada rasa tidak puas, karena masih ada sisa air dalam kantong dan telur zakar dibawah batang zakar. Itu kemungkinan besar menyebabkan kencing batu. Kenyataan membuktikan bahwa batu karang yang berada dalam ginjal atau kantong seni dan telur zakar adalah disebabkan oleh sisa-sisa air kencing yang tak habis terpancar. Endpan demi endapan akhirnya mengkristal atau mengeras seperti batu karang.

Jika anda biasa meneliti sisa air kencing yang tqak dibersikan didalam kamar mani, Anda bayangkan betapa keras kerak-keraknya. Bagaimana jika itu ada dikantong kemaluan Anda? Maka Islam mencontohkan agar tidak kencing sambil berdiri.

"Sesungguhnya banyak siksa kubur disebabkan kencing, maka bersikanlah dirimu dari (percikan dan bekas) kencing . "(HR Al Bazzaar dan Ath-Thahawi) (Shahih Muslim No.439).

Kencing berdiri, tak sesuai sunnah Nabi

Jika sunnah diamalkan walaupun dalam kamar mandi, itu namanya Kita menjalankan ibadah. Betapa sayangnya setiap hari Kita kekamar mandi , tapi tidak mendapatkan pahala ibadah dengan mendapatkan pahala ibadah dengan menghidupkan sunnah. Padahal salah satu maksud dan tujuan manusia diciptakan adalah untuk ibadah (mengabdi) kepada Allah.


Original Written by Jie Hann
 
Toggle Footer