Breaking News
Loading...

Adab Buang Hajat Di Alam

Adab Buang Hajat Di Alam - Terinspirasi ketika Kami melakukan sebuah pendakian massal dalam gabungan para pendaki. Waktu itu ingin buang hajat didalam semak-semak yang ada di belakang tenda Kami. Setelah sampai di tempat, Saya menginjak apa itu yang namanya Feces/Tokai/keat, dan nama-nama yang lainnya.


Adab Buang Hajat Di Alam harus diterapkan. Perlu Kita ketahui, tinja banyak mengandung akan mikroorganisme patogen yang merugikan. Terutama apabila manusia yang menghasilkannya adalah menderita penyakit saluran pencernaan makanan (enteric or intenstinal desease). Mikroorganisme itu berupa  virus, bakteri, protozoa, ataupun cacing-cacing parasit. Coliform bacteria yang dikenal sebagai Echerichia Cole atau E coli dan fecal stretococci (enterococcoli) yang sering terdapat pada saluran pencernaan manusia.
Berbagai Posisi Pooping dilubang

Virus E Coli dapat menyebabkan penyakit diare hingga kematian , jika sudah sangat akut. Kotoran tinja yang berserakan diatas tanah juga sangat mengganggu pandangan serta indra penciuman orang lain. Dan pasti yang mencium bau nya akan berkata yang bukan-bukan dan berdoa yang jelek-jelek. Pasti tidak mau kan didoakan yang jelek-jelek?. heheheh

Oleh karenanya, Adab Buang Hajat Di Alam ini perlu diterapkan ketika dialam. Sebelumnya bawalah alat penggali/cetok/yang sejenisnya. Baca Perlengkapan Tracking. Fungsi alat ini adalah tentu untuk membuat lubang diatas tanah tempat buang hajat nanti.


Contoh Galian Tanah
Urutannya begini :
  1. Siapkan peralatannya seperti : alat penggali, air (jika ada), batu untuk istinja' 3 buah (hindari pemakaian tissue bassah, karena proses penguraiannya yang sangat lama)
  2. Carilah tempat yang kira-kira tertutup dengan semak/rumput-rumput.
  3. Galilah lubang yang agak dalam.
  4. Gunakan pooping potition sesuai keinginan.
  5. bersihkan sisa kotoran dilubang dubur dengan batu 3x, jika masih kurang bersih bisa dilebihkan batunya, atau dengan tissue kering, untuk pembersihan akhir. 
  6. Tutup lubang dengan tanahnya.
  7. Selesai
Usahakan selalu memakai sesuatu yang dengan mudah diurai alam. Tissue kering lebih mudah di urai dengan tanah karena berbahan serat yang tipis. Beda dengan tissue basah yang mempunyai serat lebih tebal, sehingga lebih susah diurai. Bisa memakan waktu sampai satu tahun lamanya. Kalau tissue kering 3-6 bulan sudah bisa hancur.

Alasan utama kenapa harus didalam tanah kenapa? Karena jika didalam tanah, penguraian tinja akan jauh lebih cepat, serta tidak merusak lingkungan. Apalagi jika proses penggalian tanah dilakukan lebih dalam lagi. Maka selain ramah lingkungan, cepat terurai, juga membantu tanah lebih subur.

Semoga tutorial alam ini sedikit bisa membantu.
 
Toggle Footer