Breaking News
Loading...

Jangan Kau Cabut Aku

Jangan Kau cabut Aku
Jangan Kau petik Aku
Biarkan Aku hidup Bebas
Menemanimu ketika Kau lelah
Melihatku yang sedang mekar

Jika Kau cabut Aku, tidakkah Kau Kasihan?
Aku butuh kehidupan yaang abadi disini
Sadarkah Kau telah Merusak Alam Kita?

Bukankah Kau menyebut dirimu Pecinta Alam?
Sudah Ku Maklumi Aku hidup bersama sampahmu
Tapi tolong jangan ambil nyawaku


Biarkan Aku bersemi abadi menemani para pendaki
Pecinta Alam yang sunyi ditemani hari-hari akhirku sendiri
Biarkan Tuhan saja yang mengambilku, bukan Kami

Edelwies

--------------------------------------------------------------------------------
Bunga Edelwies dikenal dengan sebutan Anaphalis Javanica atau disebut juga dengan Bunga Senduro adalah tumbuhan endemik zona alpina/montana. Tumbuhan ini dapat tumbuh hingga 8 meter panjangnya. Dan Biasanya diukuran yang panjang, didalamnya dibuat untuk sarang burung ataupun binatang-binatang lain.

Bunga Edelwies asli yang sebenarnya adalah bunga Leontopodium yang hanya tumbuh dipegunungan Alpen tetapi apa daya sudah terlanjur disebut sebagai bunga Edelwies di Indonesia.  Bunga ini adalah serbuk kuning yang dalam waktu 1 - 3 hari setelah mekar akan rontok dan menyisakan kelopak bunganya saja, jadi yang biasanya dicolong oleh para pendaki yang gemblung itu ya hanya kelopaknya saja yang memang sangat tahan lama terhadap alam. oleh karena itu Edelwies ini disebut dengan Everlasting Flower atu Bunga Keabadian.

Pencambutan dan Penggundulan tanaman alam bunga Edelwies ini tampaknya sudah sangat mengkhawatirkan bagi konservasi alam. Selain merusak alam, banyak dampak-dampak yang timbul dari pengrusakan ini. Diantaranya akan merusak vegetasi-vegetasi alami dari Bunga Edelwies itu sendiri serta dapat merusak ekosistem yang ada dibawahnya. Bahkan parahnya Bunga Edelwies di datarn Gunung Bromo sudah dinyatakan Punah karena kejahilan warga sekitar yang mengambil dan menjualnya kepada para pengunjung.




Mungkin ketika Kita membaca puisi diatas,Sebelumnya Kita tidak menyadari bahwasannya Mereka adalah sama dengan Kita, Mereka adalah makhluk hidup ciptaan Tuhan juga. Mereka berhak hidup di habitat aslinya.


Syukur di daerah di Jawa Tengah sudah ada tempat budidaya Bunga ini. Namun permasalahannya Kita tidak akan bisa menyaksikan keindahan ini nanti dengan anak cucu Kita, karena bunga ini tidak lagi berada dialam bebas.

Lantas bila sudah seperti ini, bunga abadi yang sudah hampir punah dibeberapa pegunungan Indonesia. Di Bromo sudah habis dan punah, selesai.
Edelwies yang terbakar di Cemoro Sewu Lawu

Bila mungkin ada yang mengatakan memberikan bunga ini sebagai tanda cinta. Maka Pertanyaannya adalah? Adakah cinta yang mengorbanlkan kematian sebuah bunga Edelwies dan merusak lingkungan?
Edelwies Lawu
Mungkin Kita harusnya bisa lebih bijak memikirkan nasib bunga-bunga ini. 
Bila Kita dulu pernah memetiknya, maka bertaubatlah agar tidak melakukannya lagi dikemudian hari.

Hanya beropini.
Salam Lestari




 
Toggle Footer