Breaking News
Loading...

Legenda Gunung Penanggungan

Legenda Gunung Penanggungan - Sebelum mendaki Gunung Penanggungan alangkah lebih baiknya jika Kita tahu legenda kisah legenda bagaimana awal mulanya terciptanya Gunung Penanggungan.

Diceritakan pada zaman dahulu kala pulau Jawa masih dalam keadaan bergoyang-goyang selalu berpindah-pindah menurut arus kelautan. Dalam usaha untuk membuat pulau Jawa tetap tinggal di tempatnya, Batara Guru memerinta­kan kepada para dewa untuk memotong puncak gunung Mahameru di India dan memindahkannya ke Pulau Jawa sebagai bahan pemberat.

Gunung Penanggungan Akhirnya puncak Mahameru berhasil dipotong dan kemudian dibawa ke pulau Jawa diletakkan di bagian barat. Tidak diduga akibatnya pulau Jawa menjadi miring ke arah barat. Kemudian dipin­dahkan lagi ke arah timur yakni di tempat yang kini dikenal sebagai gunung Semeru namun tetap saja bergoyang-goyang. Hal ini disebabkan pemindahan puncak Mahameru dari barat ke timur membuat beberapa bagian berceceran disepanjang jalan yang dila­luinya.

Ceceran-ceceran tersebut kemudian men­jadi gunung-gunung yang terkenal di Jawa. Ka­rena kesalnya para dewa kemudian memotong puncak Semeru dan melemparkannya ke tempat lain. Potongan puncak itulah kemudian yang menjadi gunung Pawitra atau gunung Penanggu­ngan.

Betara Guru kemudian menuju ke gunung Pe­nanggungan untuk bertapa. Selama bertapa setiap hari Betara Guru mandi sebanyak enam kali dalam sehari semalam; Akibatnya seluruh tandon air yang terdapat di gunung Penanggungan men­jadi habis. Karena kehabisan air Betara Guru terpaksa pindah mandi ke gunung di dekatnya yang bernama gunung Kemukus.

Sewaktu akan mandi airnya berbau belerang sehingga akhirnya gunung ini dikenal dengan gunung Welirang yang memang letaknya berdekatan dengan gunung Penanggungan. Oleh karena itu sampai saat ini, di Gunung Penanggungan sama sekali tidak ada sumber air yang tersisa. Dianjurkan kepada pariwisatawan atau pendaki gunung ini agar sekiranya untuk membawa bekal air minum secukupnya sewaktu mendaki gunung Penanggungan karena dikawasan ini sulit mencari air, persediaan air tersebut telah dihabiskan Betara Guru sebagaimana diceritakan di atas.

Oleh karenanya Gunung Penanggungan saat ini disering di istilahkan sebagai anak Gunung Semeru. Karena kisah legenda yang ada sejak turun temurun sampai sekarang.

Kunjungi juga Pendakian Gunung Penanggungan

Dinukil oleh Tim Pustaka Jawatimuran dari koleksi Deposit – Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur:Soeyono Wisnoe Whardono,  Pesona & Informasi OBYEK-OBYEK WISATA di DAERAH MOJOKERTO, KPN PURBAKALA MOJOKERTO. hlm. 64-65, dan disajikan kembali oleh Jihan Pamuji
 
Toggle Footer