Breaking News
Loading...

Muncak Gunung Penanggungan (Anak Gunung Semeru)

Muncak Gunung Penanggungan - Jawa Timur. Gunung Penanggungan adalah gunung yang tingginya tidak seberapa, namun treknya sungguh luar biasa. Seperti halnya mirip dengan replika Gunung Semeru. Gunung Penanggungan terletak didua kabupaten, yaitu di Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Pasuruan Jawa Timur. Gunung ini dulunya adalah Gunung Berapi, namun saat ini sudah tidak aktif kembali, oleh karena itu Gunung Penanggungan dinamakan sebagai gunung api yang sedang tidur. Memiliki ketinggian 1653 mdpl dengan lingkup dataran yang lumayan terjal bagi gunung yang terbilang rendah ini. Nama lain dari Gunung  Penanggungan adalah terkenal dengan sebutan Puncak Pawitra.

Sebutan dari Pawitra sendiri mempunyai arti yang sangat bernilai sejarah sekali bagi Gunung Penanggungan. Karena dilereng dan daerah yang mendekati puncak khususnya wilayah jalur Jolotundo, pernah ditemukan kurang lebih 116 situs zaman purbakala, baik itu berupa candi, prasasti, patung, dan barang-barang sejarah yang lainnya yang bercorak agama terdahulu (Hindu Budha.





Vegetasi yang menutupinya merupakan kawasan hutan Dipterokarp Bukithutan Dipterokarp Atashutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Selain memiliki banyak nilai historis nusantara, diantarnya adalah ragam nusantara mengenai Hindu-Budha pada masa lalu dengan bukti adanya banyak penemuan situs purbakala, Gunung Penanggungan juga terkenal dengan sebutan anak Gunung Semeru. Klik Legenda Penanggungan
Seperti halnya cerita mengenai kisah itu pernah diceritakan dalam sinetron populer India yang berjudul Mahabarata.

Jalur pendakian untuk mencapai puncak Pawitra ini adalah memiliki diantaranya 3 jalur pendakian. Yaitu lewat jalur Tretes/Tamiajeng (Kampus UBAYA), jalur Jolotundo, dan jalur Ngoro. Tiap jalur menawarkan keindahan masing-masing dan medan unik lain tentunya.

Jalur Tretes/Tami Ajeng (Kampus UBAYA)

Jalur Tretes, jalur umum yang biasa dilewati oleh para pendaki. Jalur yang terbilang lumayan mudah, karena jalurnya tidak membingungkan. Dan jalur ini merupakan jalur yang  biasa digunakan untuk kegiatan LDKS, pramuka, dan kegiatan outdoor lainnya. Karena ditempat ini terdapat sebuah kampus ternama UBAYA, yang mana menyediakan fasilitas kegiatan outdooe disekitar Lereng Penanggungan.

Untuk mencapai jalur ini langsung masuk ke arah Tretes Mojokerto, jika menggunakan roda dua, langsung bisa menuju ke arah Tretes, atau Dlundung camping ground lanjut ke Kampus UBAYA Penanggungan. Sesampainya disini langsung mengadakan proses administrasi. Jika naiknya pagi-pagi buta, atau malam hari weekdays, bisa tanpa retribusi alias gratis, namun segala ketentuan dan resiko tentunya ditanggung penumpang.

Selain jalur umum, jalur ini juga mudah untuk diakses, terlebih jalurnya juga tidak susah untuk mencapai ke Puncaknya walaupun awam. Tinggal mengikuti jalur setapaknya saja, pasti sampai ke puncak Penanggungan. Hanya saja mungkin bagi pendaki yang awam dan berbadan gemuk, mungkin agak sedikit sulit dan butuh tenaga ekstra.

Break Bentar
Dari Pos perijinan/warung/Kampus UBAYA, lanjut dengan jalur yang datar, namun hanya sekali-sekali saja jalurnya agak naik sedikit. Kurang lebih 1 jam selanjutnya barulah jalurnya lumayan nanjak, inilah jalur sesungguhnya (summit atack) nya Gunung Penanggungan. Jalur yang lumayan nanjak, tidak heran Gunung ini disebut dengan anak Gunung Semeru, karena memang jalurnya yang ekstrim. Memaksa pendakinya menggunakan 4 tumpuan, yakni 2 kaki dan 2 tangan. Sepanjang jalur pendakian Kita akan disuguhi pemandangan indah dua Gunung lainnya, seperti Gunung Arjuna dan Gunung Welirang. Tatanan indah pegunungan yang membuat hati ini takjub akan kebesaran ciptaan Tuhan. Tujuan awal dari pendakian ini adalah puncak bayangan, kira-kira memakan waktu 3 jam an untuk samapai kesana, tergantung kecepatan juga. 

Campcer Puncak Bayangan Penanggungan
Puncak Bayangan
Dari kurang lebih 3 jam perjalanan, sampailah dipuncak Bayangan Gunung Penanggungan, ditempat ini biasanya digunakan untuk ngecamp para pendaki, sembari memulihkan tenaga yang terkuras. Tempat ini lumayan panas, karena memang tempat yang terbuka lebar. Perjalanan dari Puncak Bayangan Gunung Penanggungan ke Puncak sebenarnya hanya memakan waktu kurang lebih 20 menit an, tergantung kecepatan juga. Nanti Kita akan menemui sebuah tataan batu besar menyerupai Gua, tempat ini juga cocok jika dijadikan Shelter alam untuk menghindari hujan atau sekedar untuk tempat berteduh ketika menuju ke Puncak Gunung Penanggungan.

Sesampainya dipuncak, akan lebih jelas lagi pemandangan alam bagaikan lukisan kaldera. Semua nampak rapih tertata. Disini akan bisa dilihat jalur sungai, tataan perumahan Tretes, dan tentunya pemandangan Pegunungan yakni Gunung Arjuna, Gunung Welirang, dan Gunung Kembar I dan II. Gunung yang rendah, namun sangat tinggi untuk didaki. Dipuncak, datarannya ditumbuhi rumput-rumput kecil dan nampak subur.

Makam Keramat (dulu)
Makam Keramat (update per April, 2015)
Di bawa Puncak Gunung Penanggungan terdapat sebuah Makam, menurut penuturan Bapak penjaga Warung di Tretes (Pribumi), makam tersebut adalah makam dari seorang pendekar Joko Sambang. Konon Cerita, beliau adalah pendekar yang baik hati ketika jaman penjajahan tahun 1920. Jika berada di tempat ini, tidak ada salahnya jika mendoakan.

Puncak Pawitra
Puncak Pawitra (Baru)

Tips: jangan lupa sediakan perbekalan air yang cukup, karena sepanjang jalan menuju puncak tidak akan ditemui sumber air. Oleh karenannya siapkan air secukupnya, agar tidak berat saat pendakian nanti. Jalur turun akan lebih mudah, namun juga harus tetap berhati-hati karena memang sangat terjal  dan juga sangat licin jika hujan turun mengguyur tanah dijalurnya.
Wajah Yang Lelah
Jalur Jolotundo via Mojokerto
Jalur yang sama juga seperti jalur wisata kuno. Karena disepanjang jalan menuju puncak akan Kita dapati candi-candi berserakan. Candi-candi ini merupakan bekas peninggalan jaman Hindu-Budha. Sepanjang perjalanan nanti Kita juga bisa menikmati pemandangan candi-candi yang berserakan dimana-mana. Konon penemuan ini mencapai hingga 80 buah lebih temuan. Kapan-kapan akan Saya bahas.

Untuk bisa mencapai jalur ini langsung menuju ke arah Kota Mojokerto, yakni dari kawasan Ngoro Industrial Park (NIP), lanjut menuju Petirtaan Jolotundo di Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Tidak jauh dari kawasan NIP ada jalan beraspal yang cukup lebar. Di pinggirnya ada plakat bertuliskan PPLH (Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup) Seloliman 9 km. Jarak dari Surabaya kurang lebih 55 Km dengan jalan akses menggunakan roda 4 ataupun roda 2. Peninggalan Jolotundo ini merupakan peninggalan pada jaman Kerajaan Kahuripan (Airlangga). Dibangun sebagai monumen atas dasar cinta kasih Raja Udhayana karena kelahiran Prabu Airlangga, dibangun pada tahun 977 M.


Candi Bayi
Sesampainya di Petitraan Jolotundo, langsung lanjut sampai ke Candi Bayi, jalur pendakian ke Candi Bayi lumayan susah, dikarenakan banyak jalan-jalan yang bercabang sehingga harus berhati-hati untuk menentukan jalur yang akan dilewati. Jalurnya juga sangat terjal dan berbatu yang membuat kesulitan. Sesampainya di Candi Bayi, keatas Kita akan menemui beberapa Candi-candi berserakan sampai Candi yang terakhir adalah Candi Shinta.
Dari Candi Shinta, langsung ikuti jalur naik saja.
Mlongo
Jalur Ngoro, Jalur Terberat
Untuk mencapai Ngoro bisa dicapai dari arah Pandaan atau dari Mojokerto. Dari Pandaan naik minibus jurusan Ngoro sedangan dari Mojokerto naik minibus menuju arah Ngoro. Desa Ngoro lebih mudah dicapai lewat Mojokerto karena terletak di tikungan jalan jurusan antara Japanan, Mojosari, Kabupaten Mojokerto; persisnya di kaki Gunung Penanggungan disebelah Utara. Dari desa Ngoro kita menuju ke desa Jedong ( 6 Km ) dengan kendaraan angkutan pedesaan, perjalanan dilanjutkan menuju Dusun Genting sekitar 3 Km an. Masyarakat Desa Genting sebagaian besar penduduknya adalah suku Madura.

Jalur Ngoro adalah jalur tersulit daripada jalur Tretes atau Jolotundo. Dari Dusun Genting, Kita akan masuk dikawasan hutan lindung, jalur nya melewati jalr setapak menyusuri tanah sampai tiba nanti di Candi Wayang, kira-kira 3 Km setelahnya, jalur yang akan dilewati mempunyai kemiringan sampai 80 derajat. Jadi jalur in sungguh lumayan berat.
Trek Pendakian 



Pendakian adalah sumber pencarian rasa syukur
kita kepada Tuhan YME
JP
 
Toggle Footer