Breaking News
Loading...

Modus Penipuan

Di era reformasi dan jaman yang sudah merdeka ini (katanya) ternyata masih banyak modus-modus penipuan dengan bermacam-macam cara. Cara ini ditempuh oleh pelaku kejahatan untuk memuluskan niat buruknya yaitu untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Setelah Saya cari dan fikirkan, ternyata banyak modus dan model-model dari kejahatan penipuan ini.



1. Dukun Menggandakan Uang
Dijaman yang sudah modern ini, dimana sudah tercipta pesawat, satelit, hp, dan penemuan-penemuan canggih lainnya masih saja ada orang yang mempercayai bisa menggandakan uang dengan seketika cepat tanpa kerja keras. Hati-hati jika ada seseorang yang menawarkan modus seperti ini, karena sudah pasti bisa ditebak tidak akan pernah Kita memperoleh hasilnya.

Pertanyaan buat si Dukun?, kenapa bukan uangnya sendiri saja yang digandakan. Kan enak tuh gak usah kerja dan nyeles tentang penggandaan uang dan sejenisnya.
Tips: jangan pernah percaya buat kasus seperti ini, dan jangan sampai ikut gila.

2. SMS Berhadiah
SMS berhadiah, kasus yang paling sering Saya alami. Sekarang penipuan ini juga sudah mulai canggih. Tapi saking canggihnya sampai-sampai terkadang Saya tertawa membacanya. Contoh :
-----------------------------------
+62857156947**
05-09-2014  13:01

Selamat! No.sim card anda
mendapatkan CEK TUNAI Rp 15 jt
dari PT MTRONIK
pin_277fg49
u/info pengambilan hadih klik:
www.2014-pt-m-tronik.blogspot.com
-----------------------------------
Sekarang dibahas yah, dilihat dari nomer yang meng SMS saja sudah terlihat kalau ini tipu-tipu. Yang membuat bego lagi yang buat, mana ada PT MTRONIK?. 
Kalau dapat SMS seperti diatas, sudah hapus saja. Kerana pasti PENIPUAN.
Tapi beruntung penipuan semacam ini sudah tidak ngaruh lagi, tapi tetap saja menggangu.

3. Telpon Berhadiah
Modus ini pernah menimpa Kawan Saya, ketika itu Ia ditelp dari nomer GSM, waktu itu mengatakan dari sebuah perusahaan telekomunikasi. Ia menelpon karna Kawan Saya mendapatkan dengan hadiah berupa uang tunai 50jt. Tentu saja kawan Saya tergiur, dan mendengakan intruksi penelpon. Kawan Saya disuruh membelikan pulsa sebesar 100 an dua kali dinomer berbeda. Setelah diberi, penelpon meminta transfer uang dengan alasan sebagai uang muka atau pajak. Langsung saja Saya melarangnya karena ini modus.

Penipuan semacam ini biasanya meminta pulsa atau mentransfer uang tunai melalui ATM dengan dituntunan dari pelaku.Hati-hati dengan modus ini karena bahasa yang digunakan pelaku sangat comfort dan friendly.

4. Telpon Kabar
Telpon kabar ini biasanya pelaku sudah mengetahui tentang diri Kita. Modusnya, Ia akan menelepon dengan beralasan bahwa anak, saudara, Istri, dll telah terjadi kecelakaan yang menyebabkan operasi disebuah rumah sakit. Pelaku akan menyebutkan secara detail. Kebanyakan para korban terjebak dan mau saja mentransfer uang.

5. SMS Minta Pulsa
SMS lagi, Pelaku akan mengatasnamakan keluarga Kita. 
Contoh :
Le, tulung Bapak lagi dikantor polisi kena tilang.
Tulung kirim pulsa 50rb kirim ke 089**********.
Cepet yo Le, mengko tak telpone.

Itu sudah pasti tipu-tipu. Logikanya adalah, yang sms adalah nomer baru, kemudian nomer yang akan diisikan juga nomer baru yang tidak dikenal.
Jadi, jangan dipercaya. Del sajo.

6. Kupon Hadiah
Ini yang agak berbahaya, karena modus pelaku adalah dengan menyebar kupon hadiah palsu yang didalamnya sudah diberi kontak untuk dihub i.
Cara pelaku adalah dengan menebar kupon kedalam produk-produk terkenal di toko swalayan, dan kemudian direkatkan kembali.

Jika Anda mendapatkan kupon dalam kemasan produk yang Anda beli dari mana saja. Pastikan dulu kebenarannya dengan mengecek nomer telp yang ada dikupon dan kemasan produk. Jika ragu, coba telp customer care nya lewat nomer telp yang ada di kemasan juga. atau cara termudah adalah dengan mengecek via internet.

7. Struk ATM Palsu
Modus yang lumayan ngeri.. 
Pelaku memilih-milih barang yang ada ditoko, biasanya sasarannya adalah toko mas.
Setelah dapat barang yang di kehendaki, pelaku berpura-pura mengeluarkan kartu kredit atau debit, kemudian berlaga seperti gini:
"waduh, kartuku kan rusak ya, Mbak Saya transfer yah. Setengah jam lagi Saya kembali"

Setelah setengah jam kembali, Ia membawa struk yang sama persis dengan struk ATM. Lha struk inilah yang palsu, alangkah lebih baik jika setelah menerima struk langsung dicek saldo lewat E-Banking,dll.

8. Pishing Data (Mencuri Data Pribadi)
Modus ini digunakan untuk membobol saldo dari sasaran pelaku. Pelaku menghack sytem data pribadi sasaran, selanjutnya akan Dilakukan cuci uang oleh pelaku. PElaku biasanya sangat ahli dalam bidang komputerisasi, seperti halnya kasus bank Century

9. Pencucian Uang Di ATM
Penipuan menggunakan uang palsu, modusnya adalah pelaku sebelumnya membawa uang palsu. Kemudian pelaku berpura-pura mengambil uang di ATM. Dengan nada penyesalan
"Waduh, kok terambil semua uangnya, padahal mau aku gunakan untuk transfer".
Setelah itu pelaku akan melihat kepada Anda dan minta tolong kepada Anda agar Anda mentransferkan beberapa rupiah ke nomer rekening yang dituju. Setelahnya uang diberikan kepada Anda.

10. Investasi Fiktif/Bodong
Investasi fiktif sangat banyak di internet. Lagi-lagi teman Saya yang jadi korban. di situs www.longtimeinvest.com
sebenarnya masih banyak situs-situs bodong yang menawarkan investasi palsu.
Modusnya adalah pelaku menawarkan sebuah investasi dengan bunga yang tinggi bahkan sampai 30 % bunga kembalinya. Setelah awal-awal memang kembali, namun setelah sang investor terus menaikkan saldo. Pelaku langsung menghilang tanpa jejak.

11. Paket Hadiah Dari Teman Di Luar Negeri
Sasaran dari pelaku adalah user dari sosial media. Korban akan mendapatkan kabar bahwasannya teman dari luar negeri telah mengirim hadiah berupa laptop dan uang tunai. Namun modusnya pelaku menyamar sebagai petugas ekspedisi yang menjadi jasa kurir pengiriman itu menginformasikan kepada korban bahwa barang yang akan dikirim ke alamat tertuju sedang tertahan di Malaysia dengan alasan Laptop belum terregistrasi dan terdapat uang yang ada didalam kemasan.

Pelaku meminta tebusan agar barang tersebut dapat sesegera mungkin dikirim di Indonesia namun setelah ditransfer beberapa ratus dolar, barang yang dijanjikan tidak segera diterima. Baru sadar semua hanyalah tipuan saja.

Tips: Segala bentuk pengiriman, jika ada kendala pengiriman, maka segala sesuatunya akan dibebankan pada pengirim, bukan penerima.

12. Fake Job (Job Fiktif)

Terakhir pasti sudah paham, umpan disebarkan pelaku diiklan kolom koran, dan bahkan pada halaman tertentu ada. Modusnya adalah meminta beberapa uang sebagai jaminan masuk kerja. YAng diperoleh hanyalah uang lenyap, kerjaan tak dapat.

 
Toggle Footer