Breaking News
Loading...

Gunung Sebagai Pasak Bumi

Ilustrasi Tancapan Gunung kedalam Tanah
Sepanjang sejarah manusia selalu takjub dan terpana akan tinggi dan besarnya gunung. Mereka menganggap gunung ada lah tempat keramat, tempat bersemayamnya Tuhan dan para Dewa. Seperti halnya di Jepang, orang Jepang sangat mesakralkan Gunung Fuji bahwasannya Dewa dan Dewi dari Yunani tinggal di Gunung Olympus. PEgunungan Himalaya tempat Dewa orangIndia dan Tibet.
Begitu juga di Indonesia, seperti halnya Gunung Semeru, Gunung Lawu, Gunung Merapi, dan gunung-gunung lainnya yang selalu memistikkan gunung.

Didalam AlQur'an Kata Gunung disebutkan didalam 38 Surat. Diantaranya yang mencengangkan tentang kebenaran Al Qur'an adalah, Al Qur'an mengatakan bahwasannya gunung adalah diciptakan sebagia pasak bumi.

Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk,(An Nahl (16):15).


dan gunung-gunung sebagai pasak? (Annaba 78:7). 


Menurut istilah, pasak adalah sebuah paku besar yang menancap kedalam. Artinya kepala pasak yang tampak diluar jauuuh lebih pendek ketimbang yang masuk kedalam Bumi.


Ketika agama-agama primitif selama ribuan tahun hanya takjub pada ketinggian gunung, Al Qur'an mementahkan kekaguman Mereka. Ternyata bukan dilihat hanya tingginya , akan tetapi kedalaman akar gunung yang menghujam masik sampai 15 kali lipat dari ketinggian yang tampak diluar (diatas perukaan).
Artinya jika Gunung Semeru mempunyai ketinggian 3.676 meter, berarti tancapan Gunung ini yang kebawah adalah 15 x 3.676= 55.140 meter.

Al Qur'an menegaskan bahwa fungsi gunung adalah sebagai penopang (pasak) yang memancang kebawah dengan kokohnya. Sebuah konsep tentang gunung yang sangat mutakhir. Baru dikenal 20 tahunan yang lalu para ahli menemukan bukti bahwa kerak bumi terus berubah. Ketika itu baru ditemukan teori lempeng tektonik yang berasumsi bahwa gunung mempunyai akar yang berperan menghentian gerakan horizontal lithosfer.

Bera abad-abad lalu sebelum ditemukannya teori ini, Rasulullah Muhammad sudah mengetahuinya.
Rasullullah bersabda : "Tatkala Allah menciptakan bumi, bumi bergoyang dan menyentak, lalu Allah menenangkannya dengan gunung". Subhanallah, Nabi yang kala itu masih buta huruf bisa mengetahui gerakan horizontal lithosfre bumi berfungsi menstabilkan goncangan?.

Memang sejak tahun 1620 an. Parailmuan mengamati kemungkina bahwa dahulu benua Amerika, Eropa, dan Afrika pernah menyatu. Pada 1858, Antonio Snider mengemukakan konsep Continental Drift, menggambarkan benua-benua. Menurut ahligeologi, Eduard Suess, semua benua dulunya menjadi satu, Ia beri nama Godwanaland. sdangkan Alfred Wegener menamakannya Pangea.

Namun teori-teori ini belum mendapatkan pengesahan sampi pada tahun 1960 andimana saat ditemukannya bukti-bukti meyakinkan bahwa benua-benua memnag bergerak. Kecepatan pergerakan itu 1 cm pertahun di Laut Arktik, 6 cm per tahun di Khatulistiwa sampai 9 cm per tahn di jalur pegunungan. Dan itu adalah 1400 tahun seelah Al Qur'an memberitahukan tentang konsep gunung kepada manusia...

Teori lempeng tektinik mengatakan bahwa kulit bumi bergerak secara horizontal dan saling bertabrakan dari waktu ke waktu, terlipat ke atas dan kebawah, melahirkan gunung-gunung. Sebagai contoh, tabrakan lempeng India dan lempeng Eurasia menghasilkn pegunungan Himalaya yan terbentuk sejak 45 tahun yang lalu membentuk glinting yang ditandai dengan akar yang jauh menancap ke dalam bumi dan menyebabkan melambatnya pergerakan lempeng lithosfer.

Itulah fungsi gunung, tanpa gunung gerakan lithosfer akan lebih cepat dan tabrakan anatr lempeng akan lebih drastis lagi dan membahayakan kehidupan..



 
Toggle Footer