Breaking News
Loading...

Kenapa Kamu Suka Mendaki?, Karena Keres

Kenapa Kamu Suka Mendaki? - Yah, kenapa ya Kamu suka mendaki?
Beberapa hari yang lalu sepulang dari acara , salah satu temanku bertanya kepadaku, Kenapa Kamu suka mendaki?



Jika Aku bertanya pada diriku sendiri, kenapa Aku suka mendaki dan akan selalu ingin mendaki kepuncak gunung?

Jawabanku adalah, Aku suka mendaki karena Aku sangat takut dengan yang namanya ketinggian. Berawal dari sebuah pengalaman kecilku dimana Aku dan kawan-kawanku dulu ketika usia satuan (5-7 tahunan), lupa berapa tepatnya usiaku.


Buah Keres
Aku, dan kedua sahabat kecilku (Syaiful dan Syamsul) ketika pulang dari sekolah, pasti Kami melakukan sebuah aktifitas bermain. Aktifitas itu beraneka macam. Tetapi yang paling sering adalah berburu buah keres, semacam buah mungil yang mempunyai nama ilmiah Muntingia calabura L. adalah sejenis pohon sekaligus buahnya yang kecil dan manis berwarna merah cerah. Di beberapa daerah, seperti di Ibukota Jakarta, buah ini juga disebut sebagai buah ceri ceri. Aku tidak akan menceritakan mengenai filosofi buah itu.

Berawal dari kegiatan berburu buah keres itu, Kami sangat akrab dengan pemanjatan pohon keres, terutama dengan kedua sahabatku itu. Keduasahabatku sebagai pemajat, sedangkan Aku sebagai pemungut buah tangkapan dari pohon itu. Selama Kami mencari pohon keres dan mendapatkan banyak tangkapan buah, Kami sudah mengelilingi setiap kampung untuk mencari keberadaan pohon ini.

Kemudian tiba giliranku disebuah kampung lain. Tiba Aku yang bergiliran untuk memanjat pohon itu, dan Alhamdulillah Akupun terjatuh dari ketinggian yang tidak terlalu tinggi itu.
Ceritanya adalah lokasi pohon yang Kami panjat bersama-saam itu berdekatan dengan rumah orang yang mana disitu terdapat buah jambu yang sangat menggoda. Aku yang memanjat buah keres sebagai pusat perhatian, Ipul dan Samsul sebagai eksekutornya.

Tidak lama dari itu empunya buah pun mengetahui keberadaan Kami, Kamipun melompat dari pohon dan berlari, Aku yang tidak bisa memanjat terlalu tinggipun akhirnya panik dan terjatuh dari ketinggian yang tidak terlalu tinggi itu. Dan sampai saaat itulah Aku takut dengan ketinggian.

Aku mendaki gunung agar ketakutanku akan suatu ketinggian sirna. Dan akhir-akhir ini makna suatu pendakian sangat melebihi dari itu. Pendakian mengajarkanku akan suatu nilai syukur terhadap ciptaan tuhan, kemandirian, keberanian, problem solving, temawork, dan yang paling terpenting adalah suatu nilai persahabatan, dan persaudaraan yang tak ternilai harganya.

Selamat mendaki sahabat-sahabatku. Tetaplah selalu bersyukur akan nimat Tuhan yang begitu tak ternilai ini. Selalu cintai alam ini dengan tidak mengotorinya, untuk warisan anak cucu Kita kelak..



 
Toggle Footer