Breaking News
Loading...

Ziarah Wali plus Tangkuban Perahu

Acara selama 3 hari yang mana kegiatan itu adalah sederetan acara berziarah ke makam Wali Songo membawa Kami ke sebuah Gunung. Ya Gunung Tangkuban Perahu. Gunung yang pertama kali ku pijak sebelum gunung-gunung yang lain.


Tangkuban Perahu dari Kejauhan 
Gunung Tangkuban Perahu (2084 mdpl), terletak disebelah utara Kota Bandung, tepatnya di Cikole Lembang Jawa Barat. Gunung yang sangat erat dengan legendanya yaitu Sangkuriang.

Kisahnya adalah tentang kisah seorang anak bernama Sangkuriang yang mulai tumbuh dewasa. Dia bertemu dengan seorang Wanita cantik bernama Dayang Sumbi yang ternyata Ibunya sendiri. Singkat cerita saja ya, tidak mau kalau orang yang cinta terhadap dirinya (Sangkuriang) itu adalah anaknya. Akhirnya Dayang Sumbi tersebut memberikan beberapa persyaratan.


Masuk Ke Tangkuban Perahu
Persyaratan tersebut adalah agar Sangkuriang membendung sungai Citarum dan membuat sebuah perahu besar dalam waktu semalam. Maka dibuatlah perahu dari sebuah pohon yang tumbuh di arah timur, tunggul/pokok pohon itu berubah menjadi gunung Bukit Tanggul. Rantingnya ditumpukkan di sebelah barat dan menjadi Gunung Burangrang. Dengan bantuan para guriang (makhluk halus), bendungan pun hampir selesai dikerjakan. Tetapi Dayang Sumbi memohon kepada Sang Hyang supaya niat Sangkuriang tidak terlaksana. 

Diberi petunjuk Sang Hyang, Dayang Sumbi akhirnya  menebarkan helai kain boeh rarang (kain putih hasil tenunannya), maka kain putih itu bercahaya bagai fajar yang merekah di ufuk timur. Para Jin Sangkuriang ketakutan karena mengira hari mulai pagi, maka larilah mereka menghilang bersembunyi di dalam tanah. Karena gagal memenuhi syarat Dayang Sumbi, Sangkuriang mengamuk.

Di puncak kemarahannya, bendungan  Dia berikan yaitu dengan membuat yang berada di Sanghyang Tikoro dijebolnya, sumbat aliran sungai Citarum dilemparkannya ke arah timur dan menjelma menjadi Gunung Manglayang. Air Talaga Bandung pun menjadi surut kembali. Perahu yang dikerjakan dengan bersusah payah ditendangnya ke arah utara dan berubah wujud menjadi Gunung Tangkuban Perahu.

Sangkuriang terus mengejar Dayang Sumbi yang lari pontang panting menghindari kejaran Sangkuriang yang gila akal sehatnya itu. Dayang Sumbi hampir tertangkap oleh Sangkuriang di Gunung Putri dan ia pun memohon kepada Sang Hyang supaya menyelamatkannya, maka Dayang Sumbi pun berubah menjadi setangkai bunga jaksi. Adapun Sangkuriang setelah sampai di sebuah tempat yang disebut dengan Ujung berung akhirnya menghilang ke alam gaib (ngahiyang).

Memang jika dilihat dari kejauhan, Gunung Tangkuban Perahu mirip sekal dengan perahu yang menelungkup atau terbalik. Menurut penelitian, memang ada kesesuaian Legenda ini dengan fakta Geologi. Sehingga sampai saat ini Legenda Gunung Tangkuban Perahu masih dikenal kental oleh warga Sunda.


Berkuda
Jalur menuju ke Gunung Tangkuban Perahu ini cukup mudah. Bisa dengan menggunakan Bis, mobil, motor juga bisa. kemudian naik sedikit kurang lebih 10 menitan menuju kekawah Tangkuban Perahu.

Back Ground Tangkuban Perahu
Udara disini sangat dingin, namun pemandangan dan keindahan alam pegunungan ini sangat bagus. Pemandangan yang jarang didapatkan di perkotaan. Udara yang bersih semilir menemani laju Kami mengeksplor Gunung ini.

Mengenai suhu didaerah ini akan mencapai 2 derajat celcius untuk malam hari dan mencapai 17 derajat celcius bila siang hari. Anda juga bisa berkuda diarea ini.


Kawasan Hutan (2008)
Gunung Tangkuban Perahui perlu diketahui, terakhir meletus tahun 1910, dan , mempunyai 9 kawah yang masih aktif sampai sekarang ini. Kawah-kawah tersebut adalah Kawah Ratu, Upas, Domas, Baru, Jurig, Badak, Jurian, Siluman dan Pangguyungan Badak. Di antara kawah-kawah tersebut, Kawah Ratu merupakan kawah yang terbesar, dikuti dengan Kawah Upas yang terletak bersebelahan dengan kawah Ratu. Beberapa kawah mengeluarkan bau asap belerang, bahkan ada kawah yang dilarang untuk dituruni, karena bau asapnya mengandung racun.


Foto Bersama


 
Toggle Footer