Breaking News
Loading...

Berkaunjung Ke Tugu Pahlawan

Monumen kebanggan Arek-Arek Suroboyo, Tugu Pahlawan Surabaya. Bentuknya yang mirip dengan paku terbalik yang mana bagian ujungnya mengerucut lancip. Jalan-jalan dihari Minggu merupakan waktu yang pas untuk menikmati pemandangan Tugu Pahlawan yang ramai dikunjungi warga Surabaya ini.

Terletak dipusat kota, dan berhadapan dengan Kantor Gubernur serta Bank BI. Belum banyak Kita tahu, arsitektur Tugu Pahlawan ini mempunyai filosofi yang tinggi.Tubuh monumen ini membentuk lengkungan-lengkungan (Canalures) yang jika Kita perhatikan mempunyai lengkungan sebanyak 10 lengkungan, dan terbagi atas 11 ruas. Dari filosofi ini baik lengkungan, ruas, dan canalures mempunyai makna 10 November 1945 yakni merupakan hari Pahlawan Indonesia. Dimana di hari itu terjadi pertempuran sengit antara bangsa Indonesia melawan penjajah.Banyak pahlawan Kita yang meninggal dalam pertempuran itu.
Tugu Pahlawan (2014)
Mengenai pembangunan awal mula Tugu Pahlawan dibangun tahun 1951, November 10. Ada dua pendapat berlawanan mengenai siapa pemrakarsa pembangunan Tugu ini, diantaranya menurut Gatot Barnowo, monumen Tugu Pahlawan diprakarsai oleh Doel Arnowo, yang dulunya menjabat sebagai Wali Kota. Namun versi kedua menurut Ir.Soendjasmono, pemrakarsa monumen ini  adalah Presiden Soekarno sendiri, atas hasil karya dari Arsitek Ir. R. Soeratmoko, yang telah mengalahkan beberapa arsitek lainnya sebelum dibuat sayembara pembuatan Tugu Pahlawan ini. Dengan tinggi 41,15 meter, diameter atas 1,3 meter, diameter bawah 3,1 meter.

Jalan-jalan mengelilingi areal Tugu Pahlawan yang luasnya kurang lebih 1,3 Hektar dan terletak dipusat kota ini, banyak pemandangan yang didapat disini. Diantaranya pepohonan yang sengaja ditanam disini, disertai dengan keterangan nama pohonnya juga. Terdapat juga patung, monumen dan masih banyak lagi. Yang paling menarik adalah, disini terdapat mobil bersejarah milik Bung Tomo, sang Orator pembakar semangat Arek-Arek Suroboyo.

Mobil Bung Tomo
Pemandangan yang indah ketika melihat Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak yang semangat melakukan senam, orang pacaran juga banyak disini, tidak kenal usia. Tua, muda, berkeluarga, dan anak-anak. Sangat ramai dan sungguh menyenangkan.

Pemandangan Remaja Pacaran
Museum Sepuluh November

Jika sudah berjalan-jalan mengelilingi area Tugu, cobalah mengunjungi Monumen yang diresmikan oleh Presiden Soekarno 10 November 1952 ini . Museum bersejarah yang rugi jika tidak dikunjungi saat di Tugu Pahlawan Surabaya. Nama museumnya adalah Museum Sepuluh November, diresmikan Oleh Gus Dur (K.H. Abdurrahman Wahid) 19 Februari 2000.

Icon Museum
Namanya juga museum, pasti hanya terdapat benda-benda bersejarah peninggalan para pahlawan Kita. Masuk didalam museum ini serasa berada didalam tahun dimana masa-masa sulit itu pernah dialami nenek moyang kita dulu, dimana pernah dijajah Belanda selama 350 tahun dan dijajah oleh Jepang selama 3,5 tahun. Semua itu bisa Kita saksikan dengan penuh penghayatan tentunya.

Patung Dilantai satu
Dibangun 10 November 1991 dengan luas 4965 meter persegfi, terdiri dari 2 lantai dan mulai difungsikan tahun 10 November 1998. Dimulai dilantai satu, disini terdapat banyak foto-foto kenangan perjuangan, dan terdapat juga foto Surabaya tempo doeloe. Untuk dilantai dua, Anda bisa mendapati lebih banyak lagi, terdapat senjata-senjata yang dulu pernah digunakan oleh para Pahlawan Kita. sepreti halnya bambu runcing, ketapel (slingshot), kemudian keris, golok, sajam, tembak, dan lain-lain.

Selain itu terdapat dua ruangan auditorium, didalamnya terdapat lukisan nyata didalam ruangan kaca, disitu ada tombol yang jika ditekan maka akan berbunyi suara-suara. seperti halnya ada suara Bung tomo saat terjadi perobekan bendera di Hotel Yamato.
Lukisan Nyata Hotel Yamato di Ruang Auditorium
Menuju pintu keluar, juga akan disuguhi pemandangan foto-foto persemian, serta kursi yang pernah diduduki Bung Karno saat rapat dahulu.

Semangat hari pahlawan dengan selalu belajar terus menerus tiada henti, itulah cara membalas tetes darah serta nyawa para pejuang Kita.
   Salam

 
Toggle Footer