Breaking News
Loading...

Indonesiakan Indonesia dengan Produk Indonesia

Saatnya kembali meng Indonesiakan Indonesia. CATFIZ hadir untuk mengajak seluruh warga Indonesia untuk kembali mengIndonesiakan Indonesia dengan cara menggunakan produk-produk Indonesia. 



Berawal dari sebuah obrolan dikolam lele Pakis Tirtosari, keempat sekawan Alumni ITS ini yaitu: Jagad Hariseno, Moch. Arfan, Aryo Nugroho, dan Moch Noor Al Azam. Mereka berfikir para pemain over the top (OTT) semakin meraja lela ditanah air Indonesia ini, setiap tahunnya uang ratusan dolar terbang kekantong pemilik Facebook, BBM, Twitter, Kakao Talk, Line, Whatsapp. Kita diposisikan hanya sebagai konsumen saja.

Muncul sebuah gagasan ingin membuat aplikasi messenger seperti BBM, karena Mereka yakin kalau suatu saat, BBM pasti akan digrariskan (open source), karena persangingan memang sudah sangat ketat. Aplikasi sudah difikirkan, namun nama untuk aplikasi ini belum dibuat. Catfiz muncul dalam pembicaraan itu karena ketika itu memang sedang berada diarea ikan lele, yah, ikan lele itulah filosofi dari nama catfiz.

Kenapa ikan lele atau catfiz?
Karena ikan lele ini hewan yang mudah beradaptasi dengan segala lingkungan, dia sangat mudah hidup didalam lingkungan berair kotor sekalipun. Sebenrnya nama asli catfiz adalah catfish, Namun biar familiar dan lebih Indonesia, nama "Catfiz" menjadi pilihan.

Aplikasi ini mirip dengan aplikasi BBM, namun jika ditanya keunggulannya, Catfiz Saya bilang lebih unggul dan lebih baik. kenapa? 
Berikut beberapa fitur dan kelebihan dari Catfiz :
  • Identifikasi user dengan PIN seperti BBM.
  • Chat message 
  • Voice message
  • Photo share
  • Video share
  • File share
  • Send Catfish Contact
  • Blitz/buzz
  • User status
  • Status comment
  • Like
  • Recent Update (Update status teman, ganti foto, dll)
  • Broadcast message (broadcast ke beberapa/seluruh user friend, text atau voice)
  • Pool Conference/Group (bisa sampai 2000 kontak tanpa lemot)
  • Conference file share
  • Conference voice message CATFIZ
  • Gallery, Theme, Emoji
Mengenai file, video atau lagu yang dapat dikirim yaitu bisa sampai 5oMb, itu artinya 10 kali lipat dibanding dengan BBM. Hingga saat ini sejak dilaunching tahun 2011 lalu, pengguna aktif Catfiz diseluruh dunia mencapai 4jt user, user terbanyak yaitu didaerah Timur Tengah.
Hal ini terjadi karena sejak terjadi perang saudara dijazirah Arab yang disebut dengan Arab Spring. Diawali di Tunisia yang berakhir dengan tumbangnya rezim Abidine Bin Ali. Konflik meluas hingga ke Aljazair, Yaman, Libya, Suriah, dan Mesir.

Pemimpin dinegeri-negeri itu memblokir semua jejaing sosial seperti FB, BBM, Twitter, Whatsapp. Setelah pemblokiran semua aplikasi itu, komunikasi propaganda menyasar menggunakan aplikasi Catfiz, saat itu kebetulan CAtfiz sudah mempunyai fitur bahasa Arab. Hingga saat ini pengguna Catfiz sudah tersebar di 151 negara diseluruh dunia, dan pengguna aktif Catfiz ada 73 negara. 


Tahukan Kita setiap bulannya Kita harus menyetorkan ratusan juta dolar ke sosial media seperti Facebook, BBM, Twitter, Line, Whatsapp, dan aplikasi-aplikasi sosial media lainnya. Perhitungan sederhananya begini, menurut data statistik, pengguna dari aplikasi seperti Yahoo, BBM, Whatsapp, Kakaotalk, dan Line adalah mencapai 1.772 Milyar sedunia.
Dari jumlah diatas, 8% ditempati oleh negara Inggris, India, Malaysia, Hongkong, Venezuela dan lain-lain. 43% ditempati oelh negara-negara yang ada di Jazirah Arab, dan pengguna terbesar pengguna aplikasi-aplikasi ini adalah Indonesia dengan prosentase 49%, jadi sekitar  
868.28jt orang.

Jumlah itu tentu bukan mutlak, karena penduduk di Indonesia kurang lebih hanya 200 jt an.
Namun bisa didapat dengan 868.28 dibagi dengan kelima sosmed tersebut yaitu ibagi lima, didapat hasil 173.656jt. Tidak mustahil jumlah 170 juta untuk para pengguna sosmed tersebut. Jika jumlah 173.656 jt dikalikan tarif bulanan provider sebesar 100 rb saja. Maka berapa juta dolar yang harus Kita bayarkan ke luar?


Itu hanya perkiraan saja ketika main di angka. Jika Indonesia mempunyai aplikasi sendiri khusus untuk orang Indonesia, maka uang yang tiap bulannya disetorkan keluar bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur di Indonesia. Tentunya harus melalui campur tangan pemerintah, karena filtrasi dan segala kebijakan ada ditangan pemerintah.

Pemerintah seharusnya merangkul pihak-pihak terkait untuk melindungi produk Indonesia khususnya di Indonesia sendiri. Sebenarnya Putra-putri Indonesia sudah mampu mulai bangkit di dunia Internasional, Jika seluruh pengguna BBM (Andoid) ini beralih ke Catfiz atas usulan kebijakan pemerintah , maka berapa banyak uang yang diselamatkan untuk tidak mengalir keluar, itu hanya opini Saya.

Semua pilihan ada ditangan Kita, Saya yakin, jika memulai dari diri Kita untuk mengubah Indonesia dengan lebih mencintai produk dalam negeri, maka kesejahteraan bangsa akan lebih baik. Bukan untuk teknologi saja, dalam hal pangan, pakaian, atau segala bidang hendaknya cintailah produk negeri. Jika sudah ada produk asli Indonesia namun secara kualitas lbih baik, lebih murah, maka tidakkah Kita untuk membelinya?









 
Toggle Footer