Breaking News
Loading...

Nyolong Motor Sendiri, di Parkiran Mall

Beberapa waktu yang lalu ketika Saya bekerja  ke salah satu mall di Surabaya, boleh dikatakan saja dengan nama X Mall lah.hehehe. Mall ini masuk dalam salah satu mall kalangan menengah keatas. Karena sebagian pengunjungnya adalah banyak orang keturunan etnis Tionghoa dan beberapa ada orang  pribumi, namun mereka adalah orang kelas keatas.


Sebelum masuk kedalam mall tentu kita harus memarkir kendaraan bermotor kan, kala itu saya menggunakan motor, karena memang hanya motor saja yang saya punya. Di parkiran mall ini ketika masuk ada penjaganya yang berupa palang pintu otomatis yang bila dipencet kebagian press/tekan, maka dengan otomatis dia akan mengeluarkan tiket masuk berupa barkot yang bertuliskan jam dan tanggal masuk. Setelah tiket dicabut, maka pintu palang itu akan membuka otomatis, dan ketika kita sudah lewat maka akan tertutup lagi. Tidak perlu menunjukkan STNK dan tentu bayar belakangan.
Bukan Ranmor, Tapi Foto Sahabat Saya ini.
Tanpa pikir panjang, karcis itu saya masukkan dalam kantung celana belakang. Masuklah saya kedalam mall untuk melakukan rutinitas bekerja dan berkeliling-keliling selepas  bekerja. Ketika saya merogoh tas, ternyata dompet tidak ada alias tidak membawanya atau lupa. hem, bingung karena harus ngampus. akhirnya terselip ide agak nakal diotakku.

Aku mencari teman yang mempunyai motor sama mereknya, kemudian Aku pinjam STNK dan kunci buat jaga-jaga. Saya ceritakan jujur kepada dia bahwa saya lupa membawa STNK dan dompet. Lantas dia (teman) dengan ikhlas meminjamkan STNK dan kunci motor. Setelah ku bawa STNK dan kunci motornya lantas Saya mencoba cara yang tadi terfikirkan, tahukah apa?, yaitu mencoba mengeluarkan sepeda Saya dengan memakai STNK teman Saya.

Caranya dengan menyelipkan karcis masuk motor Saya tadi dengan STNK teman saya, namun menggunakan motor teman Saya dulu. Ditulis dan di scanlah karcis tadi, jeng jeng jeng. Motor teman Saya bisa keluar tanpa hambatan dengan menggunakan karcis motor Saya.

Lancar dengan cara diatas, Saya coba dengan memasukkan motor teman Saya lagi dengan cara yang sama. namun kali ini motor teman Saya sebelum masuk, Saya arahkan berlawanan tidak menghadap kamera yang memotret motor. Tujuannya ketika dicocokkan dengan STNK nanti tidak terjadi apa-apa. Hehehe. Ambil karcis, masuk, dan taruh deh ditempat semula.

Cara terakhir menggunakan motor saya pribadi.  Siap-siap dulu dan cari loket yang sepi atau sedang tidak ada antrian, tujuannya agar tidak disamakan anatara STNK dan motor. Karena jika mengantri, ada kesempatan penjaga loket mengetik nopol yang ada di plat nomer motor Saya dan nantinya aksi  Saya akan ketahuan, karena saat itu tidak ada sama sekali KTP, SIM, dan sebagainya, toh kelupaan kan tadi.

Wush dengan cepat kearah loket pintu keluar, langsung saja menyerahkan STNK dan karcis, tidak lupa menyelipkan uang parkir Rp. 2.000 kedalam STNK. Diketik dan discan, terbukalah palang pintu parkir, wer keluar dengan selamat.

Dari meloloskan motor diatas, memang dikenakan tarif dobel yaitu Rp.4.000, karena melakukan keluar masuk motor dua kali. Dan ini sangat berbahaya sebenarnya, karena jika ketahuan Saya akan dituduh Ranmor. Heheheh, namun bagaimana lagi cara diatas terselip dalam pikiran karena keadaan mendesak.

Masukan buat pengelola parkiran Mall atau parkiran lainnya, ada baiknya jika proses masuk kedalam area parkir dikenakan tarif didepan dengan menunjukkan STNK motor. Karena selain tujuan keamanan dan meminimalkan penggelapan data dan juga pencurian kendaraan bermotor. Memang ada keuntungan bagi pengunjung yang datang kelupaan membawa STNK,  dan juga dari pelayanan akan lebih cepat menghindari antrian masuk. namun resiko yang terjadi adalah, antrian keluar kendaraan akan memanjang diakibatkan transaksi dibelakang, belum lagi kalau komputernya lemot, atau sistemnya rusak, dan terkadang palang pintu yang ngadat.

Tips buat para pengunjung dan pengendara. Jika memarkirkan kendaraan ditempat umum, ada baiknya jika mengunci ganda kendaraan Anda, atau paling tidak kunci setir lah. Karena jika terjadi kehilangan ditempat parkir, yang ada hanyalah saling menuding kesalahan saja.

Semoga bermanfaat.
 
Toggle Footer