Breaking News
Loading...

At'amat tho'am Bersama Lintas Komunitas Pecinta Alam



All Community to be One
Teringat sebuah sabda Nabi Muhamad SAW didalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, yaitu  dihadist  ke 12 yang diberi judul Memberi Makan adalah Perangai Islam. Yaitu:




Dari Abdullah bin Umar, ia berkata, "Seorang laki-laki bertanya kepada Nabi SAW: 'Bagaimanakah Islam yang paling baik?' Nabi SAW menjawab: 'Memberi makan (orang-orang miskin), mengucapkan salam kepada orang yang engkau kenal dan orang yang tidak engkau kenal.'"
Hadist ini memberikan makna tentang masalah humanism didalam agama Islam yang sangatlah kuat, dan Nabi Muhamad SAW pun melakukan hal demikian setiap hari kepada pengemis tua buta yang beragama Yahudi pula, Rasullalah tidak memandang akan hal itu, yang beliau lakukan adalah berbuat baik kepada sesama manusia (Ukhuwah Insaniyah), atas dasar saling menyayangi sesama.

Dalam kesempatan akan bahasan hadis tersebut, Saya dan teman-teman lintas komunitas Pecinta Alam Surabaya dan sekitarnya, pada bulan Ramadan lalu Alhamdulillah mengamalkan seruan Nabi Muhammad SAW ini. Tepat pada tanggal 19-20 Juli 2014 atau tanggal 21-22 Ramadan 1435 H di Surabaya, Kami mengadakan sebuah acara kebersamaan berbagi makan dalam acara Sahur On The Road. Walaupun Sahur On The Road mengundang banyak kontroversi diberbagai daerah dan mendapat larangan, khususnya di Jakarta dengan perdanya (No 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum khususnya pasal 40 huruf c). Tapi dengan maksud dan tujuan kami yang mulia untuk saling berbagi kepada sesama, serta demi mengharap ridho dari Allah SWT, maka kegiatan ini kami lakukan dan Alhamdulilla berjalan dengan lancar.


Prepare Nasi Kotak
Acara yang dipelopori oleh RPBI (Relawan Peduli Bencana Indonesia) ini merangkul berbagai lintas organisasi pecinta alam Surabaya, dan menyedot banyak perhatian saat dipublish kan, bahkan ramai juga diperbincangan di Sosial media. Dengan berbagai media alat komunikasi yang ada, acara ini mampu menyedot animo komunitas-komunitas di Surabaya, dan juga independent. Komunitas ini beragam, namun yang lebih banyak bergabung dalam acara ini adalah  komunitas-komunitas pecinta alam. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh relawan dari Surabaya saja, melainkan dari sekitar Surabaya seperti Gresik, Sidoarjo, dan Lamongan pun ikut meramaikan acara social ini.

Komunitas yang bergabung dalam acara ini diantaranya adalah RPBI (Relawan Peduli Bencana Indonesia) sebagai penyelenggara, KOMPAAS (Komunitas pecinta alam arek Surabaya), KOPIALAS (Komunitas Pecinta Alam Surabaya), Kura-Kura Ninja, Backpacker Surabaya, Komunitas pencak silat, Komunitas fotografi alam, dan masih banyak komunitas-komunitas lain dengan nama yang unik.
Sebelum kegiatan dimulai, terlebih dahulu diadakan briefing singkat di Taman Bungkul Surabaya. Akan tetapi karena banyaknya jumlah peserta yang ternyata membludak diluar prediksi, maka Kang Momok selaku ketua penyelenggara mengalihkan tempat meeting point di Gedung Grapari tepat didepan Taman Bungkul. Alhamdulillah karena niat baik teman-teman relawan, akhirnya diberikan tempat meeting yang lebih baik dari sebelumnya, yakni didalam ruangan ber AC, namun tetap saja panas karena membludaknya relawan.

Bagi-bagi Di Tukang Becak
Setelah diadakan meeting point, yakni penyampaian sambutan ketua penyelenggara , informasi mengenai jumlah donasi yang terkumpul, dan dirupakan nasi bungkus yang terkumpul sekitar 2000 box, kemudian dibagi kedalam beberapa kelompok secara terpisah, dengan pusat penyebaran nasi di 5 titik, yaitu Barat, Timur, Selatan, Utara, dan Tengah. Saya saat itu kebetulan bergabung dengan komunitas Kura-Kura Ninja dengan titik penyebaran didaerah Wonokromo dan sekitarnya.

Jumlah nasi yang diamanahkan kepada kami kurang lebih sekitar 100-200 box berisi nasi, air mineral, dan lauk yang sangat pantas disajikan didalam sebuah kotak kardus berwarna putih. Lain halnya dengan konsumsi yang dibagikan ke relawan, menunya lebih sederhana dengan dibungkus kertas minyak. Sebenarnya Kami tidak mengharapkan itu, namun karena itu adalah pemberian sebagai tanda terima kasih, maka kami menerimanya dan setelah itu kami bagikan bungkusan itu kembali.

Pembagian berlangsung haru menurut Saya, kenapa? Ternyata masih banyak orang-orang yang kelaparan dikala malam. Banyak diantara mereka adalah bukan pengemis, namun mereka adalah para gelandangan yang sehari-harinya bekerja memungut plastik, pengambil sampah, dan atau mereka yang tak mempunyai rumah. Kehidupan mereka beratapkan langit, dan makan seadanya, hidup dengan menerima nasib sebagai orang yang kurang beruntung

Dibantaran kali Wonokromo menuju Jalan Sumatra jika Kita lewat dimalam hari, sangat banyak mereka yang tertidur pulas, makanan mereka bercampur batu, pasir, dan bahkan sampah. Keadaan demikian bukanlah sesuatu hal yang mereka ingini, tidur dalam malam yang dingin dipeluk angin. Dalam hati kecil kami saat itu merasa sedih melihat pemandangan itu. Mungkin inilah cerminnan dari sabda beliau, menganjurkan berbagi dengan membagikan makan kepada orang yang kurang beruntung.  Membuat diri ini akan lebih bersyukur lagi atas nikmat Allah SWT yang begitu melimpahnya kepada kita.

Allah SWT dalam hal ini juga berjanji didalam Al Quran, dalam surat Al an’am:160 yang berbunyi manjaa a bilhasanati falahu ‘asru amsaliha. Yang artinya adalah barang siapa membawa amal baik (memberi makan), maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.

Maka tidak ragu lagi Kita sebagai umat Islam agar selalu berbuat baik dengan berbagi, bersedekah berupa makanan, untuk meringankan beban hidup orang-orang yang kurang mampu. Karena dibalik anjuran nabi Muhamad SAW itu, tersimpan rahasia yang sangat besar faedahnya.

At'amat tho'am
Baru kali ini Saya mengikuti sebuah kegiatan masal yang benar-benar murni ingin berbagi kepada sesame, dengan peserta yang lumayan banyak. Peserta yang tergabung dalam beberapa organisasi ini kira-kira berjumlah 300 an orang. Mereka bersemangat berbagi dengan ikhlas mencurahkan tenaga, dan sedikit dari hartanya.
Sesungguhnya apa-apa yang kita sedekahkan dijalan Allah maka akan mendekatkan diri ini kepada Allah SWT (QS 9:99), dan sedekah itu akan dibalas oleh Allah SWT sampai 700 kali lipat lebih (QS 2:261).
Dan pada Bulan Ramadan yang sama, kegiatan ini kembali terlaksana, atas dukungan dana dari sebuah Perusahaan Retail ternama. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa karyawan perwakilan, beserta manager sekalian. Sungguh makna berbagi sangatlah mendalam dan penuh dengan nilai-nilai ajaran Islam.

Sebagai penutup, Sabda nabi Muhammad SAW:

إِنَّ خَيْرَكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ.

“Sesungguhnya orang terbaik diantara kalian adalah orang yang memberi makan”. [HR. Ibnu Sa’ad dalam Ath-Thobaqot (3/227) Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (no. 7739) Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (7310), dan lainnya. Hadits ini dinilai hasan-shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam dalam Shohih At-Targhib (no. 948)]

Kata Rasullullah SAW, orang yang terbaik adalah bukan orang-orang yang beribadah sehari semalam tiada henti, Akan tetapi oaring yang terbaik adalah orang yang senang berbagi makan kepada orang-orang yang kurang beruntung. Itulah orang yang terbaik menurut Rasulullah SAW.
Salam




Artikel ini diikutsertakan pada kompetisi Blog Nurul Hayat : Nyala Inspirasi untuk Negeri.

2 komentar:

  1. Mencintai alam ? tanam pohon yuk, sekarang ada program revolusioner lho, menanam pohon sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi atas penanaman dan kampanyenya,. Cari tahu caranya di : http://www.greenwarriorindonesia.com

    ReplyDelete
  2. MataJala (Pecinta Alam) Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama (UMNU) Kebumen. JL Kusuma No. 75 Kebumen, Jawa Tengah.
    Web: http://matajala.itumnu.com
    email: matajala@itumnu.com

    ReplyDelete

 
Toggle Footer