Breaking News
Loading...

Wisata Sejarah Trowulan eps.1 (Maha Vihara Majapahit)

Beberapa waktu lalu Saya sempatkan diri untuk berkunjung disebuah tempat yng penuh dengan sejarah masa lalu bangsa ini. Terletak di Trowulan, Mojokerto Jawa Timur inilah perjalanan dimulai dengan menggunakan kendaraan roda dua alias motor. Selain untuk efisiensi waktu, tentu saja untuk menghemat anggaran biaya liburan yang murah dan menyenangkan.

Icon dari Maha Vihara Majapahit
Perjalanan awal menapaki Trowulan adalah dengan mengunjungi sebuah tempat sembayangan umat Budha yang bernama Maha Vihara Majapahit. Untuk menuju vihara ini sangatlah mudah, jika dari arah Surabaya-Mojokerto, Kamu cukup melihat-lihat saja kiri kanan jalan untuk mencari tahu bahwa kamu sudah berada di jalan Trowulan, jika sudah yakin berada di jalan Trowulan, maka lihatlah tanda penunjuk jalan yang super besar yang mengarahkan jalan kita nanti, tepatnya nanti disebelah kanan jalan. Jadi cukup putar balik saja memutari menuju kesisi jalan. Jangan sampai kebablasan ke Mojoagung ya. Hehehe

Masuk kedalam kawasan bergapura ini, nanti kamu akan menikmati pemandangan perkampungan yang bersih nan hijau. Disepanjang jalan menuju ke vihara, terdapat beberapa patung-patung prasejarah peninggalan kerajaan Majapahit yang tersebar hampir disisi-sisi jalan.Vihara ini terletak di Desa Bejijong Kecamatan Trowulan, Mojokerto Jawa Timur Indonesia

Tiba di depan Maha Vihara Majapahit, parkirkan dulu kendaraan kamu, kemudian masuk dengan cukup membayar retribusi saja. Harga tiket dan parkirnya cukup murah, ketika Saya berkunjung kesana tidak lebih dari 10rb rupiah untuk dua orang.Penjaga parkir dan penjaga tiketnya juga ramah-ramah dan sopan, Saya yang berkunjung kesana serasa dihargai sebagai wisatawan domestik. Hehehehhe.

Menapaki jejak sang Budha, didalam Vihara terdapat tempat sembayangan tentunya. Tempat sembayangan disini tertutup rapat, namun bila ingin masuk, sebenarnya boleh-boleh saja, namun Saya tidak berani masuk, karena ya tidak tahu tata peraturan yang harus dipatuhi didalam. Saya hanya lewat-lewat saja dan sedikit melihat kedalamnya. Terdapat beberapa patung besar dan hiasan ornamen-ornamen khas Budha.

Maha Vihara Majapahit
Oh iya lupa, Maha Vihara Majapahit ini dibangun pada sekitaran tahun 1985 dibawah naungan yayasan Lumbini diatas tanah seluas 20.000 m2 dengan ciri bangunan khas jawa yakni joglo. Banguanan ini diresmikan oleh Bante Viriyanadi Mahathera pada tahun 1989. Pada mulanya Maha Vihara Majapahit ini difungsikan hanya sebagai tempat peribadatan saja, namun seiring berjalannya waktu, tempat ini kini menjadi objek wisata umum.
Bagian dalam Vihara



Lanjut memasuki bagian yang terkenal dari Vihara ini, yaitu Patung Budha tidur yang biasa disebut Sleeping Budha yang terbesar di Indonesia. Konon patung ini adalah patung Budha terbesar ke tiga didunia setelah Thailand dan Nepal.

Lebih Eksotik


Patung ini mempunyai dimensi panjang 22 meter, dengan lebar 6 meter, serta tingginya mencapai 4,5 meter. Diiringan sebelah kiri dan kanan dari patung Budha Tidur ini terdapat sepasang arca yang katanya bernama Dwarapala. Dibawah dari patung ini terdapat ikan-ikan nila dan koi yang menjadi pelengkap keindahan patung ini. Kamu bisa juga memberi makan ikan dengan merogoh kocek hanya Rp.2.000 saja. Nikmati panorama ini sembari memberi pakan ikan yang kelaparan dibawah patung.

Berkeliling-keliling di Maha Vihara Majapahit membuat Saya mengeksplore seluruh isi dari Vihara ini, diantaranya Saya suka dengan nasehat dibawah ini, nasehat yang sangat cocok dengan pegangan hidup manusia.



Nasehat Budha
Terdapat banyak sekali ornamen-ornamen yang tidak saya ketahui apa nama dan maknanya didalam, seperti halnya patung-patung, arca, bunga-bunga, dan juga aksesori-aksesori.

Patung Tiga Budha


0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer