Breaking News
Loading...

Kontroversi Mendaki Mengajak Balita

Beberapa bulan yang lalu digroup pendaki saya sempat mengamati sebuah keramaianyaitu permasalahan  antara pro dan kontra mengenai mendaki dengan membawa balita kecil yang masih barumur bulanan. Pendakian dengan mengajak balita jika tidak ada persiapan yang sangatlah matang, maka secara tidak langsung akan membahayakan diri kita sendiri terutama terhadap balita itu sendiri. Sebagai pendaki dan pecinta alam seharusnya paham mengenai situasi dan kondisi yang ada dialam bebas seperti dihutan, gunung, dan lain-lain. Maka preparing pada saat pra hari H harus disiapakan.

Karena Petualangan ke alam liar seperti dengan survival dihutan dan pendakian digunung adalah kegiatan outdoor yang sangat menantang dan berbahaya tentunya. Untuk orang dewasa saja terkadang pendakian juga sangat membutuhkan ekstra tenaga yang kuat untuk bisa mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu puncak. Apalagi dengan seorang balita yang usianya masih bulanan yang kondisi tubuhnya masih belum kita tahu, dia tahan atau nggak.

Karena banyaknya sebuah opini-opini dari berbagai pendaki, baik itu positif dan negatif, maka sebaiknya opini itu harus berdasarkan rasionalitas dan fakta yang benar-benar bisa dibuktikan kebenarannya. Agar nantinya tidak ada lagi opini yang menyinggung, dan akhirnya melukai hati nurani para orang tua dan non orang tuapun. Karena ketika saya pantau, banyak yang mberkomentar pedas dan mungkin jika saya menjadi orang tua dari balita itu pastinya akan sakit hati dan saya akan bilang:
Foto Kawan Saya. Ini yang perlu dicontoh. Safety first buat anak
 "Anak-anak gua, kenapa loe sewot?"

Terus yang lainnya pada komentar lebih panas lagi:
"Loe orang tua egosi, kagak tau kondisi tubuh anak loe. Jangan egosi, mentang-mentang loe pendaki lantas ngajak anak loe yang masih belum siap buat jadi pendaki!"

Bila dilanjutin pasti akan membuat permasalahand an akan saling maki memaki antara satu dengan yang lain. INGAT, kita semua saudara brother.Jadi calm down ajah. 

Lanjut, disini akan saya paparkan, mengenai sisi positif dan negatif dari mengajak anak mendaki, atau lebih kerennya mengenal alam yang indah ini.

Sisi Negatif Mengajak Anak Balita

Dibahas sisi negatif dulu ya. Ada banyak realita yang belum kita ketahui tentang kondisi fisik balita, dimana seberapa besar tingkat adaptasi tubuhnya ketika masih usia balita. Balita dikatakan sudah normal dan mampu beradaptasi dengan lingkungan luar yaitu bila:
  1. usianya sudah mencapai 32-42 minggu, berarti usianya kurang lebih sudah mencapai minimal 8 bulanan atau sampai 1 tahun lebih.
  2. Berat badan ketika lahir 2500-4000 Gram, atau 2,5-4 Kg.
  3. Dapat bernafas dengan teratur alias normal
  4. Organ fisik lengkap serta dapat berfungsi dengan baik (tidak ada yang cacat)
  5. Sehat jasmani dan rohani
Jika sudah memenuhi klasifikasi diatas, maka tidak apa-apa, alias aman jika dipersiapkan dengan baik. Dan pastinya akan membuat perjalanan kita dengan sikecil akan terasa lebih aman, nyaman, dan berkesan.
Banyak diantara para pendaki (bapaknya), terkadang memaksakan kehendak hati dengan mengajak sang buah hati yang masih sangat kecil. Mungkin usianya baru beberapa minggu saja. Pernah saya melihat kondisi itu di gunung Bromo, saat saya mengijakkan kaki disana, kondisinya sangat dingin, dan jika itu dipaksakan untuk anak balita, pastinya tidak akan kuat, dan nantinya malah berbahaya bagi kesehatannya.

Lagi pula, jika difikir secara logika. Mengajak balita yang istilahnya masih belum paham ini itu kalau menurut saya tidak ada gunanya. Karena kenapa, sianak juga tidak akan mengerti dan paham dimana ia sekarang, bagaimana pemandangan alamnya, apa yang ia rasakan. Semua tidak akan berarti bila dipaksakan juga.

Jika ingin mengenalkan anak, atau sekedar mengajak anak untuk mengenal alam dan lingkungannya, maka bisa dilakukan dengan mengunjungi taman-taman kota, kebun didesa, sawah, ladang, kebun binatang, taman flora dan tempat-tempat yang tidak mempunyai suhu yang ekstrim seperti dialam bebas. Jadi bisa lebih aman dan juga lebih nyaman tentunya, buat si anak dan siorang tua juga. Ingat, mengenalkan alam tidak hanya digunung, tetapi dimanapun.
Taman @Candi Gentong Trowulan
Jadi sekedar saran dan tips saja: Ajaklah si buah hati kita jika sudah cukup umur dan mampu. Maksudnya adalah, dia sudah mengerti, minimal sudah bisa berjalan dan diajak berinteraksi. Maka disanalah kita akan memahami kondisi anak kita. Dan itulah waktu yang tepat jika ingin diterapkan kepada sianak. Tapi ingat, pengenalan itu bukan berarti kita memaksakan kehendak agar anak kita menjadi apa. Karean jika Ia sudah tumbuh besar, maka disaat itulah dia akan memilih mana yang akan menjadi kesukaannya.

Yang tidak berkenan, Saya minta maaf yaa. Hehhehe

Sisi Positif Mengajak Anak Balita

Lanjut kesisi positif mengajak sang buah hati mengarungi negeri ini, terutama di Gunung. Tentu saja dari segi positif ini cukup banyak manfaatnya. Dengan syarat ketentuan diatas sudah terpenuhi dan siap. Maka manfaat yang didapat dari mengajak anak mengeksplorasi alam diantaranya:
  1. Memperkenalkan alam sejak dini akan membuat anak menjadi lebih paham mengenai bagaimana  alam itu, serta akan membuatnya menjadi lebih mengenal alam tentunya.
  2. Mengajarkan akan kemandirian hidup
  3. Mengajarkan bagaimana mensyukuri kehidupan.
  4. Membuat anak akan menjadi lebih aktif dan cerdas
  5. Dan masih banyak lagi manfaat-manfaat yang lain.
Dengan memperkenalkan alam sejak dini, maka diharapkan kita akan memahami karakteristik anak sejak dini.

Terima kasih telah membaca artikel ini, semoga bisa bermanfaat dan menjadi inspirasi.
 
Toggle Footer