Breaking News
Loading...

Menikmati Pesona Pulau Sempu Malang

Menyelami Pulau Sempu Malang - Pulau Sempu, wow. Awal mendengar nama Pulau ini nampak mengerikan. dimana tidak, nama yang dipakai tempat yang sangat indah ini adalah sempu, yang sedikit menyerempet dengan kata sepuh alias tua.

Pulau yang berada di wilayah Malang selatan, tepatnya berada didesa Tambakrejo, kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Jawa Timur ini menawarkan berbagai keindahan alam yang masih harmoni dengan pemandangan laut lepas yang biru nan bau khas laut, air yang terasa asin, dan ditambah kedalam air laut yang tidak terlalu dalam, hanya kurang lebih sekitar 1,5 m saja.


Akses Menuju Pulau Sempu

Untuk menuju tempat yang indah sekali ini, tujuan utamanya adalah di pelabuhan Sendang Biru yang penuh kejutan. Jalan menuju lokasi Sendang Biru sangatlah awut-awutan, jalan yang akan kita lewati adalah jalan berkelok-kelok naik turun, tikungan tajam, jalanan terjal, bahkan sampai daerah rawan longsor bila terjadi hujan juga akan kita lewati. Pertanyaannya adalah? apakah tidak ada jalan yang lain untuk menuju Sendang Biru?, jawabannya adalah tidak ada, jadi ya harus ekstra sabar melewati jalan ini.Sedikit tambahan tips, bila lewat jalan ini ketika malam, hendaknya lampu kendaraan dapat berfungsi dengan baik, dikarenakan banyak jalan yang menikung mengarah kejurang. Dan biar lebih save lagi jika cuaca mendukung.

Jika dari kota Surabaya, tentunya harus melalui masuk ke Kota Malang sampai ke Lintas Malang selatan. Jika dilihat dari peta, coba lihat bagian paling bawah dari kabupaten Malang. Ada pulau terpencil sendiri, yah itulah pulau Sempu. Berikut saya sertakan foto pulau sempunya.

Photo Pulau Sempu dari Malang Selatan
Jika dilihat dari peta, nampak jelas kan pulau sempu?. Jika ditempuh melalui pelabuah Sendang Bitu, kurang lebih menempuh waktu 30 menitan dengan menggunakan perahu motor yang bisa memuat kurang lebih sampai 15 orang. Jika mengenai biaya yang digunakan menuju ke Pulau Sempu, biaya sih masih lumayan terjangkau jika rombongannya banyak, karena bisa memakai sitem sharecost (patungan).

Pelabuhan Sendang Biru dan Pulau Sempu

Lanjut, dari Sendang Biru, Kita akan disambut dengan berbagai kumpulan seperti guide, pemilik kapal, penyewaan alat-alat, dll. Biasanya kalau menyewa kapal, kita bisa pilih dengan sistem paket, yakni membayar kapal plus guide nya. Tapi jika bagi yang sudah pernah ke Pulau sempu, nggak usah guide juga gak masalah. Tapi kalau yang sama sekali belum pernah ke Pulau Sempu, Saya sarankan sih memakai jasa guide, karena bisa mempermudah perjalanan agar tidak tersesat didalam hutan. Jalur setapak di Pulau Sempu lumayan banyak, jadi sangat memungkinkan untuk tersesat di jalan yang salah dan nggak sampai-sampai ditempat tujuan.

Diatas Kapal
Mengenai  persewaan alat-alat. Yang pernah Kami sewa adalah meliputi kaos kaki, sepatu, kapal, dan juga guide. Untuk kaos kaki dan sepatu disewakan terpisah dari kapal dan guide. Disini harga sewa tidak saya jabarkan secara spesifik, karena harga sifatnya tidak mengikat dan berubah-ubah tergantung kondisi ekonomi yang sedang bergerak.

Di pelabuhan Sendang Biru, kapal yang akan kita tumpangi nanti bisa mengangkut 8 sampai 15 orang. Semua tergantung kondisi, jika pengen murah ya perbanyak penumpangnya, maka patungan harga kapal akan lebih murah dan tentunya lebih ekonomis buat travel murah. Perjalanan menuju pulau sudah saya jelaskan kurang lebih 30 menitan dengan menggunakan kapal motor yang kecepatannya jika saya ukur kurang lebih 20 Km/jam, jadi tidak begitu cepat, karena juga tidak akan ada macet dilaut lepas.

Break Dulu

Tempat mendarat dipulau Sempu, jalurnya masuk berbelok ketepian pulaunya. Jika pada jam-jam tertentu, dataran yang ada disini tenggelam karena air pasang. Tampak ditepiannya tertata tanaman bakau yang rapi demi menghambat adanya erosi air laut. Dari bekas air yang masih membekas di batang bakau, nampak terlihat pasang air laut yang terjadi disini lumayan tinggi. Sekita 2 meteran lebih dari tepian tempat kita berpijak.

Lanjut mencari jalan ke tempat tujuan. Sebenarnya jika kita sudah mendarat di tepian itu, maka kita sudah tiba ti Pulau Sempu. akan tetapi bila hanya berdiam disini, maka tidak ada pemandangan yang indah dan juga pasti tidak bisa berenang. Hehehe. Oleh karenanya, kita harus menyusuri hutan yang jaraknya lumayan jauh ditempuh dnegan jalan kaki sekitar 30 menitan lebih. Tergantung dari tapakan kaki dan kecepatan tentunya.

Jalan akan menjadi sangat tidak enak ketika terjadi hujan. Permukaan tanah yang lentur dan liat, akan membuat kaki kita terjebak didalam lubangan tanah yang konturnya lembek itu. Sehingga perjalanan akan terhambat, menjadi berat, dan tidak sampai-sampai. Apalagi jika bawaan yang kita bawa lumayan banyak, maka akan menguras energi.

Tentu, disetiap perjalanan yang berat, pasti akan terbayarkan dengan keindahan alam yang sangat luar biasa menyejukkan mata. Bentangan pepohonan, pemnandangan laut lepas, deburan ombak, dan ditambah lagi, kita bisa menikmatinya denang menyelami laut yang tingginya sekitaran 150 cm saja. Jika ingin bermain dengan ombak dari laut, kita bisa mendekati karang bolong. Ombak itu akan menghantam lembut tubuh kita sampai terdorong.

Disekitaran pohon-pohon, juga terdapat satwa favorit saya, yaitu si kera yang terkadang suka mencuri makanan kita ketika tidak dijaga. Kera ini tidak akan mendekat jika tempat kita ada yang menjaga. Namun jabgan salah, dia selalu memantau kita, dan selalu waspada menunggu saat kita lengah. saat kita lengah, langsung dah dicomot harta logistik kita sama simon. Namun, ada juga kera-kera yang jika diberi roti akan datang dengan menyahut roti yang kita beri, dan langsung melompat ke atas pohon.

Jika penasaran, langsung saja berkunjung di Pulau Sempu. Tips buat yang baca article ini, tolong bawalah kantung sampah untuk membawa kembali sampah-sampah yang kalian bawa. Karena Pulau Sempu, saat ini sudah sangat banyak sampah berkeliaran dimana-mana. Lantas siapa yang bawa? ya pasti dari kita.

Oke, lestarikan alam kita, nikamatilah alam, namun jangan mengotorinya. Kelak anak cucu kita tidak akan pernah menemukan keindahan alam yang masih asri karena tangan-tangan kita sendiri.


0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer