Breaking News
Loading...

Eksplorasi Wisata Candi Pari Sidoarjo

Candi Pari - Perjalanan mengantarkan kakiku kesebuah tempat yang sama sekali belum pernah ku dengar dan kunjungi. Bersama dengan banyak rombongan dari JB, dan kawan-kawan lainnya, kami menyempatkan diri berkunjung ke Sidoarjo mengunjungi candi-candi.

Candi Pari - Ketika saya mendengar kata Candi Pari ini, sontak fikiran saya langsung mengingat suatu hal tentang makanan pokok kita sehari-hari (padi). Memang bila saya telisik areal sekitaran lokasi yang saya lewati demi menuju lokasi Candi Pari, saya temukan banyak areal persawan yang mayoritas tanahnya ditanami pari (padi). Kemudian saya menyimpulkan dengan keterbatasan saya yakni asal usul candi ini berasal dari padi. 

Atau dengan kata lain, dulunya Sidoarjo katanya adalah sebuah lautan yang sudah mengering, saya kembali menyimpulkan, mungkin ketika masih pada jaman itu, lokasi candi pari banyak ditemukan pari-pari yang terdampar mati karena air yang mengering. Lantas masyarakat sekitar memberi nama tempat ini dnegan nama Pari, setelah dibangun candi, maka nama Candi Pari disematkan pada candi yang kokoh itu. Hehehheh

Itu hanyalah sebuah intro dan penalaran bodah saya saja, jangan dijadikan referensi ataupun mungkin daftar pustaka ketika mengerjakan skripsi atau penelitian ilmiah ya. Berikut sebuah referensi sesungguhnya yang saya dapat dari kunjungan saya ke Candi Pari dan Candi Sumur, yang dibawah ini boleh dimasukkan kedalam daftar pustaka atau referensi. Karena sumbernya langsung saya kopi dari juru kuncinya berupa hard kopi kemudian saya ketik dan publish. Berikut penjelasan mengenai latar belakangnya:
Candi Pari


CANDI PARI

Terletak didusun candipari wetan, desa Candi Pari kecamatan porong kabupaten sidoarjo. Berdiri diatas tanah seluas 1310 m2 pada ketinggian kurang lebih4,42 mdpl. Sekeliling candi pari ini, dikelilingi oleh pemukiman penduduk.

Latar belakang sejarah
Penelitian dan publikasi tentang candi Pari baik berupa tulisan maupun foto sudah sejak lama diterbitkan oleh sarjana-sarjana Belanda:
  • Hageman didalam TBG 2 tahun 1854
  • P.J. Veth. Java tahun 1854
  • JLA Brandes Roc tahun 1903
  • J. Knebel Roc tahun 1905/1906
  • CV. Tahun 1913
  • FOK Bosh ROD tahun 1915
  • Verbeek mengadakan inevertasi 1889-1891
  • NJ. Krom dalam buku inlaiding tot de hindoe-jaraans kunst 1923
Peresmian candi Pari
NJ. Krom berpendapat, bahwa gaya arsitektur Candi Pari mendapat pengaruh dari Champa, khususnya denga candi-candi di Mison.
Pengaruh ini tampak pada bangunan ornamennya, namun demikian, Candi Pari menunjukkan karakter khas Indonesia. Untuk mendukung pendapat dari NJ. Krom yang menyebutkan adanya hubungan Indonesia dengan Champa (suatu daerah di Vietnam). sumeber tertulis menunjukkan bahwa hubungan dagang antara Indonesia dan Champa sudah terjalin sejak jaman prasejarah. Hal ini berdasarkan temuan nekara-nekara perunggu gaya donson di Jawa. Pada masa klasik, hubungan dagang ini semakin meningkat lagi. sumber prasasti dari periode Jawa Tengah. Sedangkan sumber tertulis dari jaman Islam menyebutkan pengungsian orang-orang Champa ke Jawa Timur adab XV masehi, terdapat dalam hikayat Hasanudin (Jan Edel 1983) dan kitab sejarah melayu (Situmorang dan  Tecuw 1952).  Peristiwa terjadi setelah jatuhnya pemerintahan raja pan kubah akibat serangan raja koci, yaitu pengungsian orang-orang Champa ke Jawa tahun 1318 maehi. oleh penguasa Majapahit kedatangannya diterima dengan baik. Konsekuensi logisnya diasimilasi tersebut tampak untuk raja Champa dan pengikutnya yang akhirnya asimilasi tersebut tampak pada bangunan di Candsi Pari, yaitu bangunan suci berkarakter jawa yang dipengaruhi kesenian Champa. Latar belakang cerita rakyat Candi Pari oleh masyarakat di lambangkan dengan dongeng sebagai peringatan hilangnya Joko Pandelegan.




PENDIRIAN CANDI PARI
Diatas pintu masuk Candi Pari dipahatkan angka tahun 1293 saka (1372 M) dengan demikian Candi Pari didirikan pada masa kejayaan kerajaan Majapahit dibawah pemerintahan raja Hayam Wuruk. Adapun ciri-ciri cahampapada bangunan candi Pari jsutru menunjukkan tingginya toleransi dibidang kebudayaan pada waktu itu.

LATAR BELAKANG KEAGAMAAN
Didalam ROD tahun 1915 disebutkan bahwa didekat Candi Pari dan desa sekitarnya pernah ditemukan arca Siwa maha dewa, dua arca Agastya, tujuh arca Ganesa dan tiga arca Budha, yang semuannya telah disimpan dimusium nasional Jaksrta/ Latar belakang keagamaan Candi Pari bersifat Hindu, hal ini ditunjukkan relief sankah di Candi Pari yang merupakan atribut dalam agama Hindu.

ARSITEKTUR BANGUNAN
Candi Pari dibangun menghadap ke barat dengan ukuran panjang 13,55 meter, lebar 13,40 meter dan tinggi 13,80 meter. Terbuat dari batu bata yang berukuran besar. Sedangkan ambang atas dan ambang bawah pintu masuk bilik candi menggunakan bata adesit secara arsitektural, Candi Pari mempunyai perbedaan dengan candi-candi lainnyadi Jawa Timur. Perbedaan ini terlihat pada bentuk fisik candi pari yang agak tamban dan agak kokoh. Seperti candi-candi di Jawa Tengah. Sedangkan candi-candi di Jawa Timur berbentuk ramping. Setelah itu perbedaan nampak pada bentuk kaki, badan candi, serta ornamennya.

1. Kaki Candi
Kaki Candi Pari bertingkat dua, yaitu kaki candi atas dan kaki candi bawah. dari kaki bawah dan jika dilihat dari ilmu arkelogi, kaki bawah disebut dengan istilah batur.
  • Kaki Candi I (batur) berdenah empat bujur sangkar dengan ukuran panjang 13,55 meter, lebar 13,40 meter, tinggi 1,50 meter. Terdapat dua buah jalan masuk menuju kebilik candi, kedua jalan masuk tersebut merupakan trap/susunan yang tidak bisa kita temui pada candi-candi di Jawa Timur. Susunan bata bata kedua anak tangga masuk masih asli, tetapi kondisinya sudah aus, dan pipi tangga dalam keadaanya rusak.Pada bidang atasnya terdapat selasar selebar 1,70 meter.
  • Kaki II berdenah bujur sangkar dengan ukuran panjang 10 meter, lebar 10 meter, dan tinggi 1,95 cm. Pada salah satu sisinya terdapat tangga naik maju kebilik candi, tanda naik tersebut merupakan susunan baru dengan menggunakan bata lama. Pada bagian dinding candi telah mengalami konsulidasi pada jaman kolonial Belanda.
2. Badan Candi
Badan candi berbentuk bujur sangkar berukuran panjang 7,80 meter, lebar 7,80 meter, dan tinggi 6,70 meter. Pintu masuk berbentuk segi empat. Ukuran panjang 2,90 meter, lebar 1,23 meter, dan lebar 1 meter dengan tujuh buah doorple yang salah satunya terbuat dari batu adesit dengan pahatan angka tahun 1293 saka (1371M), dan hiasan berbentuk segi tiga. Ambang atas dan pintu masuk ini mengalami konsolidasi pada jaman kolonial Belanda, yaitu diberi tambahan enam buah balok kayu jadti, tetapi setelah dipagar pada tahun 1994-1999, kemudian diganti dengan batu adesit sebnayak 7 buah. Profil bata candi yang masih tampak jelas, yaitu profil bagian atas berupa sebuah bentuk sisi genta dengan lis-lis polos. Sedangakan di tengah dinding badan lainnya terdapat pahatan berupa miniatur candi dengan hiasan bunga teratai dan rangka. Dikanan kiri pahatan miniatur candi dimasing-masing dinding terdapat lubang angin sebanyak 6 buah.



3. Bilik Candi
sebagian lantai candi merupakan tatanan baru, dnegan menggunakan batu bata lama yang berukuran besar. Susunan lantai asli masih nampak di sudut barat daya dan sudut barat laut bilik candi. Didalam bilik candi saat ini sudah tidak ada lagi arca, tetapi dibagian tengah dinding timur (diantara lubang angin)terdapat sebuah tonjolan sebagai sandaran arca. ukuran candi adalah 6x6 meter.

4. Atap candi
atap candi sebagian besar telah runtuh dimakan jaman, dengan ukuran panjang 7,80 meter, lebar 7,80 meter dan tinggi 4,05 meter. hiasan yang tampak pada dinding atap berupa hiasan menara-menara pejal sudah tidak lengkap lagi. Antentik yang terlihat samar-samar serta hiasan binatang bertelinga panjang keadaannya sudah tidak jelas lagi.

ORNAMEN
Candi Pari tidak memiliki ornamen. Namun pada kaki candi 1 (batu), terdapat hiasan berbentuk semacam panel yang polos tanpa hiasan. Sedangkan pada kaki II di tengah-tengah sisi terdapat pahatan berbentuk seperti atap arca atau candi tanpa atap. Pada tubuh candi terdapat pahatan semacam panel-panel besar polos tanpa hiasan. di dinding barat tepat diatas pintu masuk terdapat hiasan segi tiga sama sisi, bagian kecilnya berada diatas. Pada bagian dinding utara, lima dengan puncaknya berbentuk kubus, diatas ambang pintu dan pada masing-masing tingkatan atap miniatur candi terdapat hiasan teratai, dan dipuncaknya ada hiasan (angka) atau shangka. Candi Pari yang kita lihat saat ini merupakan hasil dari pemugaran tahun 1994-1999 oleh kanwil depaikbad dan suaka peninggalan sejarah dan purbakala Jawa Timur, melalui dana proyek pelestarian/pemanfaatan peninggalan sejarah dan purbakala Jawa Timur.

Demikian ulasan lengkap dari Candi Pari yang saya tulis. Tulisan candi Pari ini merupakan tulisan yang terpanjang dan terlengkap yang pernah saya tulis. Tulisan selanjutnya akan membahas mengenai  asal usul Candi Pari dan Candi Sumur. 





Terima kasih telah berkunjung..

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer