Breaking News
Loading...

Makanan Irradiasi Bekal Mendaki Gunung

Dalam pendakian, perjalanan haji, piknik, traveling, jogging, dan yang lain-lain sangatlah pasti membutuhkan bekal, bekal tersebut akan beraneka ragam pastinya. Diantaranya yang teramat vital adalah bekal akan makanan dan minuman dimana kedua bekal tersebut berfungsi sebagai pendukung yang nantinya digunakan untuk survivor (Bertahan Hidup) dialam.

Dari keanekaragaman jenis makanan yang Kita buat bekal didalam perjalanan diantaranya adalah beras, roti, dan sejenisnya. Jenis makanan ini berfungsi sebagai makanan pokok yang nantinya dioksidasi oleh tubuh menjadi tenaga atau energi. Selain makanan-makanan diatas, stidaknya Kita pasti membawa cemilan atau makanan untuk digrami (cemil) juga. Biasanya akan Kita cemil saat break atau ketika berada ditenda, semuanya bersifat kondisional.

Yang akan Saya bahas disini adalah mengenai bahan makanan yang akan Kita bawa ketika mendaki gunung atau bersurvivor hendaknya yang instan tapi tidak melulu mie instan. Mungkin Sahabat sudah pernah ada yang mendengar mengenai makanan radiasi atau irradiation food. Makanan ini berasal dari makanan biasa yang diradiasi menggunakan radiasi tenaga nuklir, sehingga menghasilkan makanan yang lebih tahan lama dengan kualitas yang baik.

Perlu diketahui, seperti halnya ikan pepes, rendang, buah, dan lain-lain. Makanan tersebut tentu mempunyai masa simpan yang relatif singakt, yakni 2-3 hari saja, setelahnya pasti akan basi dikarenakan aktifitas bakteri yang ada didalamnya. Dengan teknologi irradiasi ini, makanan akan diradiasi dengan kadar radiasi tertentu dan lama waktu yang juga sudah diatur.  Tujuan dari radiasi ini adalah membunuh bakal bakteri yang akan tumuh dimakanan tersebut, Daging mrupakan satu jenis makanan yang rentan sekali dengan bakteri, jika tidak dalam keadaan radiasi daging hanya bertahan 2-3 hari saja, namun setelah diradiasi, pepes ataupun dendeng akan bertahan kurang lebih 3 bulan dengan kualitas yang masih baik.

Dengan kata lain, makanan irradiasi ini lebih awet ketimbang makanan yang tidak diradiasi. Keuntungan membawa bekal ini adalah, asupan gizi Kita akan protein akan tetap terpenuhi karena tidak melulu makanMie Instan, karena jika kebanyakan makan mie, maka tidak baik juga untuk tubuh. Dengan makanan radiasi, terjamin lebih aman, karena murni tidak memakai bahan pengawet dan bahan kimia lain. Makanan irradiasi hanya menggunakan radiasi untuk membunuh bakal bakteri yang menyebabkan makanan cepat membusuk.


Perkembangan Makanan Iradiasi di Indonesia

Penelitian makanan iradiasi sudah dikembangkan sejak tahun 1968, dan aplikasinya terus mengalami peningkatan yang sangat nyata. Makanan iradiasi lazim pula disebut iradiasi pangan telah dikomersialisasikan meskipun hanya terbatas pada kebutuhan ekspor ke berbagai negara di Eropa,Amerika dan Timur Tengah. Komersialisasi bahan pangan iradiasi dilakukan berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 70l/MENKES/PER/VIII/2009, Undang-undang Pangan RINo.7 /1996, Label Pangan No. 69/1999 par. 34 dan peraturan perdagangan intemasional dari segi komersialisasinya.
Jadi sudah sangat jelas, aman untuk dikonsumsi.

Peraturan 'Standar intemasional untuk makanan iradiasi Codex General Standard for Irradiated Foods (Codex stan 106-1983 Rev.2003) telah mengalami revisi pertama pada tahun 2003. Tambahan peraturan tentang dosis terabsorpsi untuk makanan yang disterilisasi dengan dosis di atas 10 kGy harus mengacu pula pada undang-undang yang berlaku.

Beberapa Jenis Makanan Irradiasi
Aplikasi Dosis Iradiasi Sesuai Tujuan
  • Dosis rendah:S 1kGy Menunda proses pematangan buah dan menghambat pertunasan pada rimpang dan umbi- umbian; mencegah perkembangbiakan serangga dan hama gudang.
  • Dosis sedang 1-10 kGy Dekontaminasi, eliminasi kapang/khamir dan bakteri patogen tidak berspora.
  • Dosis tinggi > 10kGy Kombinasi perlakuan antara bahan pengemas, pembekuan dan iradiasi pada dosis sterilisasi terhadap bahan pangan makanan untuk keperluan khusus (masyarakat rentan terinfeksi penyakit, astronot, militer, jamaah haji dan kegiatan di luar rnmahloutdoor activities serta pemakaian lain yang tidak bergantung pada fasilitas pendingin selama penyimpanan). Produk ini dapat bertahan lebih dari setahun pada suhu kamar.
Label harus memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang -undangan, juga harus memuat: tulisan "PANGAN lRADIASI"; tujuan iradiasi; tulisan "TIDAK BOLEH DIIRADIASI ULANG"; Nama dan alamat penyelenggara iradiasi; tanggal iradiasi dalam bulan dan tahun; nama negara temp at iradiasi dilakukan. Pada label juga dilengkapi dengan logo radura (radiation durable) .

Lha disini Kita sudah mengetahui, dosis yang digunakan untuk Kita ini adalah yang ke 3 yaitu > 10kGy. Yang mana proses itu nantinya akan membunuh bakal-bakal atau jentik-jentik bakteri mikro yang membuat makanan Kita busuk.

Proses pembuatannya adalah dengan cara memasukkan bahan-bahan makanan yang akan diradiasi kedalam alat radiator dengan stantart pengaturan yang sudah ditentukan pastinya.
Bahan-bahan makanan yang diradiasi diantaranya adalah, bumbu-bumu, buah, bibit padi dan jagung, rendang, pepes, petis, dan segala macam makanan, semuanya bisa diradiasi.

Mengenai makanan irradiasi ini sebenarnya sudah dijual secara meluas dan diperuntukkan untuk umum, hanya saja mengenai pemasarannya yang masih terbatas. Jadi memang masih agak sulit mencari produk ini, bisa didapat hanya sekitaran Jawa Barat, khususnya wilayah Tangerang, Bandung yang memang dekat dengan pusat radiatornya.


Saat ini Indonesia masih belum banyak mempunyai radiator, dan radiator tersebut juga masih terbatas jumlahnya. Informasi yang saya dapat saat seminar dulu tahun 2014, Indonesia masih punya 3 radiator di Tanggerang, Yogyakarta, dan Makassar.  lebih lebgkapnya kunjungi www.batan.go.id
Dengan adanya makanan irradiasi ini, tentunya akan membantu Kita dalam menyiapkan makanan yang cukup gizi saat dimanapun, kapanpun, dan dalam kondisi bagaimanapun. Jangan mengandalkan Mie Instan , atau yang instan-insatan lainnya tanpa tahu efek negatifnya yang hanya membuat perut kembung.

Tips: Disarankan membawa beras untuk makanan utama, dan tentunya lauk seperti pepes, rendang, ikan, dan lain-lain.

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer