Breaking News
Loading...

Candi Tawangalun Bukti Cinta Prabu Brawijaya

Ketika saya berkeliling dalam rangka wisata candi-candi di Sidoarjo, candi yang terakhir ini sebenarnya membuat saya bergeming:

 "Lho mana candinya?". Sambil melihat dari jarah jauh.

Sekeliling candi ini merupakan hamparan tanah yang luas berlumpur dan ada juga yang berumput dipermukaannya. Namun setelah mendekati lokasi candi yang berada di Desa Bunciran Kecamatan Sedati ini, nampak memang sebuah tataan batu bata merah berukuran besar yang membentuk bangunan layaknya bekas candi. Candi ini terlihat tak terawat dan sudah tidak dalam bentuk aslinya.

Menurut juru kunci Mr. Ahmad Syaiful Munir, atau biasa disapa dengan Syaiful:


"Dulu candi ini sangat tidak terawat dan tidak seperti sekarang ini. Lebih terlihat terawat, ditambah lagi disekitaran candi sudah terdapat pagar yang mengelilingi candi, ada tatan paving, pepohonan juga. Dulu malah lebih parah".

Disekitaran candi ini terlihat hamparan luas seperti halnya bekas tambak yang berair payau. Menurut juru kunci candi Tawangalun, lokasi ini dulunya adalah merupakan laut dangkal yang kini sudah mengering, terbukti dengan ditemukannya fosil ikan purba, karang, kerang, batuan laut, dan segala hal yang berhubungan dengan laut.
Fosil-Fosil Laut
Rasa air disekitaran candi juga sedikit asin (payau), oleh karenanya Sidoarjo disebut dengan delta. Didekat candi saya temui sebuah kubangan lumpur, lagi-lagi kata juru kunci, lubangan ini seperti halnya sama dengan lumpur yang terjadi di lapindo, hanya saja lubang ini sifatnya adalah alami. Sperti halnya pori-pori yang ada ditubuh manusia, sesekali akan mengeluarkan keringat untuk keseimbangan tubuh. Ada peristiwa menarik yang diceritakan perihal lubang ini, ketika terjadi awal mulanya lumpur lapindo (29 Mei 2006), genangan lumpur ini ikut menaik seirama dengan lumpur lapindo sat itu. Karena ketidak pahaman Pak Syaiful, kemudian hanya dihiraukan saja, tidak lama setelah peristiwa itu, terdengar dimedia bahwasannya terjadi bencana lumpur lapindo.

Genangan Lumpur
Candi Tawangalun menurut ceritanya, adalah hadiah yang diberikan kepada Ratu Alun dari Raja Majapahit yakni Prabu Brawijaya II yang mana sebagai tanda cinta dari raja. Ceritanya adalah ada sebuah raksaasa di desa Tawangalun yang mana pada jaman pemerintahan majapahit tidak pernah terkalahkan, raksasa itu bernama Resi Tawangalun. Resi Tawangalun mempunyai anak perempuan, saat dewasa anak perempuan ini mencintai Prabu Brawijaya. Karena ingin mengabulkan cita-cita yang putri, maka Resipun mengubah anak perempuannya menjadi putri yang cantik jelita, sehingga membuat Brabu Brawijaya takluk dan akhirnya mempersunting untuk dijadikan selir.

Selang waktu berjalan, kebiasaan asli Putri Talun pun muncul dengan alaminya. Ketika melihat seonggok daging mentah, Putri Alun langsung melahapnya. Kabar ini pun sampai ditelinga sang Prabu yang menyebabkan Putri Talun diusir dalam keadaan hamil tua.
Arca Yang masih ada
Putri Alun bersedih menangis, hal ini membuatnya harus kembali tinggal dengan ayahnya. selang beberapa waktu, anak dari Ratu Alun pun lahir dan diberi nama Ario Damar. Saat beranjak dewasa, Ario Damar pun menanyakan siapakah ayahnya. Setelah difikir cukup umur, maka Putri Alun mengatakan bahwa ayahnya adalah Raja Prabu Brawijaya II.

Dengan segera Ario Damar mendatangi sang Raja agar mendapatkan pengakuan. Setelah bertemu dengan Prabu Brawijaya II tak lantas langsung diakui  status hubungan darahnya sebagai anak. Aryo Damar pun diberi syarat diantaranya adalah membuat damar (lampu) yang tanpa pegangan, dan mengambilkan tanah yang asli yang harus sama dengan tanah yang ada dikerajaan (Trowulan). Karena Ario Damar masih keturunan orang sakti, kedua syarat tersebut dapat dengan mudah dilakukan. Akan tetapi, usai melaksanakan kedua syarat tersebut, Prabu Brawijaya II tak lantas mengakuinya sebagai anak, dan memberikan syarat yagn ketiga, yaitu dengan membunuh Resi Tawangalun yang merupakan kakeknya.

Kita ada Foto Di Candi Tawangalun Kakak
Dengan kemampuan yang dimiliki, sebenarnya ia sanggup melaksanakan titah itu, akan tetapi dia bingung dan terus memikirkan hal tersebut, sampai akhirnya ia menyepi di candi dan kemudian mukso.

Itulah sepenggal cerita yang turun temurun diceritakan. Cerita ini kamid dapat dari ceritanya juru kunci Pak Syaiful.

Bersama Juru Kunci Bercerita Bersama (Juru kunci: Tengah kaos hitam)
Baca juga:

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer