Breaking News
Loading...

WAK Pantai Mini dan Pantai Watu Pecah Part III

WAK (Wisata Alam Konservasi) Pantai Mini dan Pantai Watu Pecah Part III - sampai di part tiga ya. Dipart III saya akan berbagi pengalaman berkeliling ke gugusan pantai yang ada di dusun Sendang Biru ini. Kali ini kami mengunjungi 2 pantai yang tidak kalah bagus nya dengan Pantai Tiga Warna dan Pantai Clungup. Perjalanan dimulai dari Pantai Tiga Warna dengan waktu tempuh kurang lebih 15 menit dengan kecepatan santai. Dengan menaiki bukit, naik turun sampai diatasnya, maka kalian akan terlihat pemandangan jauh dari Sendang Biru, pemandangan itu ditandai dengan banyaknya gerombolan kapal para nelayan yang sedang sandar di pelabuhan.

Kapal-kapal tersebut berderet-deret banyak sekali seperti halnya pulau-pulau kecil yang terlihat dari kejauhan. Mulai dari kapal yang kecil hingga besar ukurannya. Namun kebanyakan kapal yang ada disini adalah kapal tradisional yang masih menggunakan mesin diesel sederhana. Jenis tangkapan ikan di Samudra Indonesia ini paling favorit adalah ikan tuna. Jumlah nya yang berlimpah dan laku dipasaran. Namun hasil tangkapan ikan tergantung musimnya juga, kalau musim tangkap, jumlah tangkapan bisa berlebih dan mungkin tak muat untuk dimasukkan kedalam kapal.


Dari pemandangna pantai nan kejauhan, lanjut jalan naik kearah bukit yang jalurnya lumayan terjal dan berpasir. Dengan suhu yang lumayan panas dan berdebu, harap hati-hati dengan debu disini , karena lumayan juga kalau nyolok dimata. Jalan kira-kira 10 menitan, kamu akan berjumpa dengan pantai kecil yang disebut dengan pantai mini. Filosofinya sih karena pantai ini berukuran kecil, makanya diberi nama pantai mini.

Pantai Mini

Pantai Mini dari Atas Bukit
Jangan hanya dilihat dari jauh saja, lanjut turun dan nikmatilah pemandangan yang harmoni itu. Dipantai mini, kondisi kebersihannya juga sangat dijaga pula. Tidak saya temukan sama sekali sampah buangan seperti plastik makanan, dll. Yang ada hanya sampah alam seperti rontokan daun, kayu, dan serpihan pasir kasar bawaan ombak dari tengah laut.

Dipantai mini kami tidaklah lama, hanya sekadar duduk menepi dipinggiran pohon sembari menikmati pemandangan deruan ombak yang menggulung-gulung sampai kepantai. Disini sangat jarang dijadikan area cemplungan atau mungkin mainan air. Selain panas, pantainya juga agak cetek dan terdapat terumbu karang, kalau menengah ombaknya juga besar. Yang cocok untuk mainan air dan snorkling ya di pantai Tiga Warnanya.

Cukup dengan beristirahat beberapa menit, kami melanjutkan perjalanan menuju ke pantai selanjutnya. Pantai tersebut bernama pantai Watu Pecah. Filosofi dari nama ini sih kata Pak Is adalah, karena dilokasi pantai ini terdapat banyak sekali pecahan batu yang menyebar hingga ke tengah. Batu-batu ini terpisah-pisah dan terlihat pecah.. Untuk menuju kepantai ini juga tidak memerlukan waktu yang banyak, hanya beberapa menit saja untuk sampai dipantai ini. Dipantai watu Pecah juga tidak cocok dijadikan ceburan air dan bermain, Ombak yang deras serta kedalaman airlah yang menjadi kendala besarnya.

Pantai Watu Pecah
Pantai Watu Pecah
Kami hanya lewat saja di Pantai Watu Pecah, karena sangat panas dan tidak ada tempat berteduh, kamipun memutuskan berangkat menuju tempat yang lainnya. Masih ada satu pantai lagi yang mau ditunjukkan oleh Pak Muis. Pantai itu diberi nama Pantai Savana. Lokasi dari pantai ini harus menaiki bukit yang lumayan tinggi dan terjal, ya bisa dikatakan mendaki gunung mini lah.Kira-kira pemandangannya seperti ini lah pantainya. Hehehe

Pantai Savana
Ilustrasi Pantai Savana
Demikian perjalan kami ke tiga pantai yang mungkin bisa memberikan informasi bermanfaat bagi yang membaca. Masih ada kelanjutannya lagi artikel ini, yakni episode yang terakhir. Bersambung..

Semoga bermanfaat.

Baca Juga:



0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer