Breaking News
Loading...

Wisata Area Konservasi Pantai Clungup Part I

Wisata Area Konservasi Pantai Clungup Part I - Kabar angin yang berhembus kian kencang mengarah ke sebuah wilayah konsevasi alam atau bisa disebut dengan MPA (Marine Protective Area) yakni area ini adalah area yang dijaga kelestariannya baik dari sampah, pengunjung, dan juga alam itu sendiri.  Kawasan ini saat-saat ini memang lagi ngehit dan lagi booming bagi traveler, terutama pada pantai yang belum pernah didengar orang yakni Pantai Tiga Warna.

Berangkat dari Surabaya dini hari dan bermalam disalah satu rekan kami sekelompok didaerah sumbermanjing, bertujuan agar ketika pagi hari tiba akan lebih dekat dengan lokasi pantai yang terletak di Sumbermanjing Wetan itu, posisinya dideretan pantai selatan seperti Sendang Biru, Pulau Sempu, Pantai Goci, Tambak Boyo, dll. Tujuan awal kami adalah di Pantai Clungup, yang secara administratif terletak di Desa di desa Tambakrejo, Dusun Sendang Biru, Sumbermanjing Wetan, Malang Selatan Jawa Timur, Indonesia.
Pantai Clungup
Untuk menjamah kawasan pantai ini sangat mudah, tinggal mengikuti arah ke Sendang Biru saja, nanti saat mengikuti jalur plang jalan, akan disusul dengan plang bertuliskan Pantai Clungup. Atau bisa juga memanfaatkan GPS alam, yakni dengan bertanya warga sekitar daerah Sumbermanjing. daerah Pantai Clungup sudah cukup populer bagi warga sekitar. Karena daerah pantai ini sangat terkenal dnegan kebersihan, dan kenyamannannya.

Sesampainya dilokasi desa Sitiarjo, jalan menuju kearah Pantai Clungup hanya bisa dilalui dengan sepeda motor atau dengan berjalan kaki. Bila kamu menggunakan mobil, maka jarak yang ditempuh dengan berjalan kaki lumayan jauh, tapi akan ditemani dnegan pemandangan alam yang indah kok. Jadi perjalanan menuju lokasi tidak akan membosankan dan tetap happy begin..

Gapura Masuk Pantai Clungup
Perjalanan kami berakhir setelah tiba disebuah pintu masuk perijinan, diperijinan akan ditanya secara laengkap tujuan, barang bawaan, jumlah orang, dan yang berkaitan dengan administratif. saat itu tujuan utama kami adalah memang ke Pantai Tiga Warnanya, namun sebelum sampai ke Pantai Tiga Warna, kami harus melewati pantai Clungup terlebih dahulu.

Harus Reservasi Dulu Bila ke Pantai Tiga Warna

Cara Reservasi / Booking Di Pantai Tiga Warna
Beberapa minggu sebelum keberangaktan ke Pantai Tiga Warna diharuskan melakukan reservasi kelompok yang cukup diwakilkan oleh perwakilan saja. Hal ini dikarenakan, Pantai Tiga Warna merupakan wilayah yang sangat dijaga (konservasi), baik itu dari pengunjung, sampah, dll. Terbukti saat sebelum masuk, barang kami didata, apa saja yang kami bawa saat masuk ke area pantai. Dan nanti saat keluar dari pantai pun, pendataan itu kembali dilakukan, barang yang masuk harus sama dengan barang yang keluar, alias 0-0 .

Lantas, kemana jika kalian ingin reservasi atau booking waktunya?. Cara Bookingnya sangat mudah kok. Pertama tentu dipastikan dulu jumlah anggota yang akan kesana, pilih tanggal pemberangkatan dan persiapkan dengan matang apa saja yang harus diperhatikan disana. Kamu bisa reservasi melalui Facebook CMC Tiga WarnaBhakti Alam Sendangbiru atau ke Lia Putrianda. Prioritaskan FB yang CMC Tiga Warna. Gunakan format reservasi seperti dibawah ini:
Ketik : NAMA_TANGGAL BOOKING_NO HP_PUKUL TIBA DI TKP_JUMLAH ANGGOTA
Contohnya seperti ini: Mukidi_14/05/15_085730047xxx_10Orang
Saat ini kalian bisa juga menggunakan SMS/CALL dalam pelayanan booking, sebelumnya memang dari pihak penerimaan booking Pantai Tiga Warna tidak menyarankan call/sms, namun sekarang sudah bisa. Berikut nomor yang dapat dihubungi beserta informasi lain:

INFO BIAYA DI CMC Tiga Warna 

Pantai Clungup dan Gatra: tanpa pemandu dan hanya dikenakan tiket masuk.
Nomor Reservasi Pantai TigaWarna :
  • 0821-3267-7713 (SMS ONLY, Jam kerja)
  • 0812-3333-9889 (CALL, Jam Kerja)
Rumah Apung
  • 081233339889/ 081230867111 (call only)
Mereka pasti akan membalas secepatnya kok, jadi tenang saja tidak usah khawatir. Ingat, kuota maksimal per grup adalah 10 orang, tidak boleh lebih.

Note:
Waktu booking : 07.00 - 18.00
Maksimal Rombongan : 10 orang
Guide diwajibkan untuk 10 orang

  • Tiket masuk 10rb/orang (wajib)
  • Guide safari Pantai Tiga Warna dari 75rb naik menjadi Rp.100.ooo/grup/10 orang (pantai clungup & gatra tidak perlu guide, selain itu wajib)
  • Sewa snorkle set Rp.20.000 (additional)
  • Sewa kano Rp..25.000 (additional)
  • Camp area Rp.25.000/camp/malam (additional)
  • Ojek Rp. 5.000/orang/sekali jalan (additional)
  • Rumah apung *paket 5* (additional)
  • Parkir motor 5000 - 10000 / motor
  • Mobil > Rp. 20.000
Note : Harga Update per Desember 2016

Info ini baru saja saya tambahkan agar para pengunjung pantai konservasi lebih sadar akan privasi admin yang mungkin butuh waktu untuk aktifitas pribadinya diluar, jadi saling menghormati saja ya.  Kalau tidak percaya, ini saya kasih buktinya:

Ingat, mengenai guide, nantinya dihitung untuk per 10 orang dari tarif Rp. 75.000  (Mei 2015) naik menjadi Rp.100.000 (Des 2016), untuk informasi lebih lanjut silahkan dihubungi saja CP nya.

Barang yang akan masuk kedalam check list barang diantaranya adalah botol air mineral kemasan yang instan (AquX. red), snack yang dibawa denga kemasan plastik, tissue, kantung plastik, rokok, makanan berat, dan barang-barang yang sifatnya jika sudah digunakan menjadi sampah,. Semuanya harus didata. Didatanya disini nih:
Gaya Narsis Para Konservator Di Pos Perijinan
Saya reservasi ke Pantai Tiga Warna tiga minggu sebelum keberangkatan, kebetulan saat itu kuota masih tersisa. Aturan yang diterapkan di sini adalah ada pembatasan pengunjung tiap satu kloter. Satu kloter hanya dibatasi 100 pengunjung saja. Hal ini tentu sangat nyaman bukan? walaupun hari libur, kalau sudah pesan jauh-jauh hari, liburan akan tetap tenang karena tidak membludaknya pengunjung.

Masuk Ditemani Guide

Masuk ditemani guide, yah guide. Guide kami ini merupakan anggota dari dinas konservasi dilingkungan Pantai Clungup dan lainnya. Nama Beliau adalah Pak Is, guide yang ramah, penyabar dan tidak sombong menurut saya. Menjelaskan segalanya berkenaan dengan pantai secara detail, baik awal mula sejarah, hingga isu-isu terkini.

Pak Is Membawa Bambu Bertali
Pak Is merupakan warga setempat yang diberi amanah menjaga dan merawat kawasan ini, saat perjalanan kearah Pantai Clungup, Pak Is memberikan contoh kepada kami secara langsung. Beliau memungut sampah plastik kecil yang tergeletak tidak berdaya diatas tanah dan dipindahkan kedalam tong sampah disepanjang jalan. Dan memang saya buktikan sendiri, sepanjang jalan yang kami lewati sama sekali tidak ada sampah sekecilpun yang sengaja dibuang, yang ada hanya rontokan-rontokan daun yang jatuh secara alami tertiup angin.

Oh ya, setiap guide di tempat ini, bisa kam perhatikan pasti akan membawa bilik bambu yang ditali dengan benang seperti diatas sebelah kiri Pak Is. Awal mulanya saya kira adalah tempat minum seperti yang dipakai oleh guru Wiro Sableng dulu, saat saya tanya fungsi dari bambu itu eh ternyata digunakan untuk membuang puntung rokok yang usai dihisap. Tujuannya adalah mengantisipasi terjadinya kebakaran akibat rokok, dimana ketika alam mendukung dengan panas yang menderu-deru, maka akan dengan mudah menimbulkan kebakaran, oleh karenanya dibuatlah bambu mungil itu untuk tempat puntung rokok. Salut dah dengan bapak-bapak yang ada disini..
Tempat Sampah Yang Bertebaran, Bukan sampah Yang Bertebaran
Sekedar tips dan informasi saja, saat kamu berjalan dan sedang memakan snack yang kamu bawa, sebaiknya sampah snack jangan dibuang disampah yang ada di sepanjang jalan menuju perijinan, bawa saja sampai collecting sampah selesai dan kita pulang. Karena jika tidak kembali, kamu bisa terkena denda. Tujuan tempat sampah itu adalah untuk membuang sampah sebelum didata dan sampah yang bertebaran di sana.

Kawasan Mangrove
Berjalan kira-kira 10 menit dnegan kecepatan normal, kami tiba dikawasan mangrove yang kering. Kawasan ini merupakan kawasan konservasi yang sengaja ditanam untuk konservasi alam buatan. didaerah ini lumayan panas dan membakar kulit, maklum, daerah ini sudah mulai mendekati kawasan Pantai clungup yang merupakan kawasan Pesisir Laut dan Samudra Indonesia.
Berpose Bersama Anak-Anak Alam
Beberapa saat meneruskan perjalanan dari kawasan mangrove, pemandangan Pantai Clunguppun akan terlihat dengan jelas. Pantai yang akan dilihat oleh pengunjung untuk pertama kalinya sebelum pantai-pantai lain. Pemandangan pantai di Clungup saat kami tiba kebetulan sedang kering dan panas, yang terlihat hanya hamparan pasir putih yang sedikit menguning, kering serta berbau khas laut yang asin dan amis. Namun Pak Is menambahkan, untuk pemandangan Pantai Clungup akan lebih indah bila dinikmati saat sunset.

Mungkin ada baiknya gunung-gunung yang ada di Indonesia ini membuat kebijakan baru berkenaan dengan pendataan barang bawaan sebelum masuk kekawasan wisata. Siapa yang melanggar dan tidak membawa kembali bungkus ataupun fisik barang tersebut, denda dengan sewajarnya. Kedepannya, masalah sampah pasti akan teratasi dengan manajemen itu. 

STOP NYAMPAH DI ALAM
PECINTA ALAM TIDAK AKAN NYAMPAH,
 YANG SUKANYA NYAMPAH ADALAH SAMPAH...........

7 komentar:

  1. Baru tahu kalau ke pantai ini harus boking dulu, trimakasih infonya mas. Sangat membantu.

    Salam kenal :)

    lajurpejalan.com

    ReplyDelete
  2. Berarti untuk mengunjungi Pantai Clungup, Pantai Gatra dan Pantai 3 Warna perlu dibooking dulu.
    Makasih infonya, baru tau saya.

    ReplyDelete
  3. harga guide per 10 orang 75rb ya, kalau 4 orang tetap ya 75rb?

    ReplyDelete
    Replies
    1. ada jalan kakinya ya kl ke pantai 3 warna, untuk lansia gimana?
      jasa arsitek
      jasa desain rumah

      Delete
  4. terimakasih infonya min... salut juga sama beliau,,,

    ReplyDelete
  5. Alhamduillah informasinya sangat membantu sekali untuk perjalanan saya, sebelum brangkat menuju wisata pantai clungup dengan teman teman saya mengetahui info pemandangan dan fasilitas disana, trims sukses selalu

    ReplyDelete

 
Toggle Footer