Breaking News
Loading...

Menikmati Indahnya Pantai Coro Tulungagung Part I

Menikmati Indahnya  Pantai Coro Tulungagung Part I  - Trip tipis-tipis lagi menjelajahi destinasi menarik yang ada Kabupaten Tulungagung. Perlu kitahui dulu sebelumnya, Tulungagung adalah salah satu daerah destinasi wisata yang menyuguhkan panorama pantai yang sangat indah dan mempunyai ciri khas khusus akan pantai-pantainya. Pesona derasnya terjangan ombak yang khas dari setiap pantai-pantainya menambah keseruan pemandangan mata yang begitu indah.

Tulungagung jika dijangkau dari Kota Surabaya, jaraknya kurang lebih sekitar 155 Km. Jalur yang enak dilewati adalah melalui Mojokerto, Jombang, dan Kediri. Selain jalur itu, kamu bisa melalui jalur dari arah Malang-Blitar. Jalur lalu lintas jika melalui jalur yang pertama relatif lumayan lancar, dan juga relatif mudah dilewati karena tidak macet.

Pantai Coro
Pantai Coro yang Tidak ada Coronya

Pantai Coro, sekilas sewaktu mendengar nama Coro, bulukuduk saya langsung merinding dan agak jijk. Bagaimana tidak, Coro adalah nama dari sebuah hewan yang didalm bahasa Jawa yang berarti kecoa. Cara mengeja ejaan Coro adalah yang dieja dari kata "O" nya dengan cara membaca seperti kata Oppo (merk HP). 

Untuk bisa menjangkau lokasi Pantai Coro adalah sebenarnya cukup mudah, karena lokasi pantai Coro ini berdekatan dengan Pantai Popoh yang lumayan terkenal lebih dulu dari Pantai Coro. Penunjuk jalanpun sudah ada, namun arah jalan itu adalah menunjukkan lokasi Pantai Popoh. Jika sudah menemukan penunjuk jalan ke arah Pantai Popoh, maka tinggal mengikuti jalan tersebut sampai nanti terlihat jelas pemandangan Pantai Popoh disisi sebelah kanan jalan yang kamu lewati. Untuk mempermudah trek perjalanan, kamu akan melewati Pasar Campurdarat. Ikutilah jalur kiri menuju Pantai Popohnya. Sampai di Pantai Popoh, cari jalan menuju Recoh Sewu, kamu bisa bertanya kepada warga atau petugas penjaga arah  lokasi Pantai Coro nantinya. Pantai Coro ini terletak di Desa Gerbo Kecamatan Besuki Tulungagung.

Dari Reco Sewu, nanti kamu bisa memarkir kendaraan dirumah-rumah warga. Saran saya, carilah parkiran yang paling jauh, artinya adalah perjalanan kaki kamu tidak begitu panjang, karena sudah diawali dengan menaiki kendaraan bermotor. Jarak dari parkiran ke Pantai Coro kurang lebih 2 Km an, dengan waktu tempuh sekitar 15 menit, tergantung kecepatan tempuh juga. Perjalanan nanti akan melewati kebun, dan ladang milik warga. Keunikan lain adalah, coba nanti jika ada motor yang melalui Pantai Coro, coba kamu perhatikan, keunikan itu adalah dengan adanya rantai yang melilit ban. Hal ini bertujuan agar ban kendaraan bermotor tidak licin.

Sesampainya di Pantai Coro, sekilas rasa jijik dan geli yang saya pikirkan diawal hilang ditelan keindahan pemandangan Pantai Coro yang menawan. Pantai Coro memang tak seburuk namanya, pemandangan keindahan alam yang memikat hati ini berasa tenang dan damai dibelain dengan desiran pelan angin dari hilir laut berbarengan dengan suara ombak yang berlipat-lipat.
Bersantai Di Pantai Coro yang Tidak ada Coronya

Untuk menikmati Pantai Coro akan lebih baik dan lebih nyaman dipagi hari, jika dipagi sekali keuntungannya adalah digerbang penjagaan masih belum ada yang jaga, jadi bisa free HTM. Namun resikonya adalah jika terjadi sesuatu, maka kita tidak mendapatkan asuransi dari tiket yang dijual tersebut. Ketinggian air juga masih belum sampai naik, kalau agak siangan, air akan naik kebibir pantai disusul dengan derasnya ombak yang menyapu.

Akan lebih baik jika kamu tidak berenang disekitaran pantai ini, baik pantai Popoh, Coro, dan pantai-pantai lain yang nantinya akan saya bahas satu persatu di episode mendatang. Karena terjangan ombak dilintasan pantai ini amat sangat ganas dan deras. Tentu akan mengakibatkan resiko yang tinggi dan rawan kecelakaan jika tetap memaksakan untuk berenang atau berselfie ria dengan ombak.

Next Article Menikmati desiaran ombak dan pelangi Banyu Mulok

Lanjutan :


1 komentar:

 
Toggle Footer