Breaking News
Loading...

Pengenalan Bahaya Gunung Api

Pengenalan Bahaya Gunung Api - Tahukah kamu tentang seberapa bahayanya gunung berapi?, sebagian besar kita mungkin masih sangat awam mengenai pengetahuan seberapa bahayanya potensi gunung berapi bila meletus. Gunung api ada yang memperlihatkan gejala sebelum ia meledak, namun ada juga yang langsung tanpa adanya catatan dari badan Geologi dan Geofisika, namun peristiwa ini biasanya ditimbulkan oleh gunung dengan gejala gempa seperti halnya yang terjadi di Gunung Kinibalu beberapa pekan lalu. Kali ini saya ingin berbagi mengenai apa itu bahaya gunung berapi, bahasan ini ringkasan yang saya tulis kembali dari BMKG.

Gunung api jika meletus, maka akan menyebabkan perihal banyak permasalahan, baik itu fisik, sosial, ekonomi, pendidikan, kesehatan,. dll. letusan gunung berapi itu menimbulkan beberapa endapan yang nampak secara fisik, Berikut ulasannya:
Sumber Gambar BMKG
Lahar
Lahar panas (lahar letusan) adalah endapan yang terbentuk pada gunung api yang mempunyai danau kawah didalamnya. Pada saat terjadi letusan gunung berapi, material yang dilontarkan dari perut bumi bercampur dengan air danau, bentuk cairan itu berupa maka aliran massa pekat yang cukup panas, sehingga disebut lahar letusan. Sementara lahar dingin (lahar hujan) adalah endapan yang terbentuk karena material hasil letusan gunung api baik yang sudah lama maupun yang masih baru , tepatnya berada di lereng sekitar gunung api dibagian atas yang terbawa oleh air hujan.

Contoh endapan lahar nampak berupa aliran massa yang pekat terdiri atas material berbagai ukuran dengan berat jenis tinggi. Lahar dapat dibagi dua jenis yaitu lahar letusan (lahar panas) dan lahar hujan (lahar dingin).

Aliran Lahar
Magma yang keluar muncrat ke permukaan bumi, berupa larutan silikat panas dan pekat. Kenampakan dari lava tergantung pada kekentalan bentuknya . Kekentalan tersebut dipengaruhi oleh tingkat keasaman (kandungan Silika/ SiO 2 ), suhu dan kandungan gasnya. Semakin tinggi tingkat keasamannya, maka semakin kental lava dan semakin lambat aliran laju lava. Aliran lava dapat merusak segala bentuk infrastruktur  yang dilaluinya dan juga dapat menimbulkan kebakaran hutan jika aliran lava menggenangi hutan.
Lahar . Sumber
Longsoran Puing Gunung Api (volcanic debris avalanche)
Runtuhnya bagian tubuh gunungapi diakibatkan oleh proses pelapukan maupun dari gaya gravitasi bumi. Longsoran itu dapat terjadi bersamaan dengan letusan gunung api sehingga getaran yang diakibatkan akan menyebabkan lonsoran. Contoh dari kejadian longsoran puing gunungapi adalah di Gunung Papandayan, Gunung Galunggung, Gunung Krakatao dan Gunung St. Helens (AS).

Aliran Awan Panas
Campuran material yang terdiri dari batu, abu kasar dan halus bercampur gas panas yang bergerak menuruni lereng mengikuti gaya gravitasi. Pada proses transportasinya, material yang berukuran besar dan berat akan mengikuti alur lembah atau sungai. Sedangkan material yang ringan akan bergerak ke atas dan bergulung-gulung menuruni lereng.

Jatuhan Piroklasik
Material hasil letusan vertikal keatas yang terdiri atas lontaran batu panas (pijar) dan abu halus sampai kasar hasil dari letusan vertikal gunung api. Material yang berukuran besar memijar itu jatuh disekitar area pusat aktivitas letusan gunung berapi. Animasi yang mengisahkan sebuah letusan gunung adalah terjadi pada film Pompeii, dimana dikisahkan cukup baik dalam animasi yagn menggambarkan kisah sesungguhnya. sedangkan material yang berukuran halus dapat terbawa oleh angin hingga jauh, tergantung dengan tekanan dan arah angin, sehingga sebarannya mencakup daerah yang luas. Di Jawa pernah terjadi ketika Gunung Kelud meletuus.
Abu Vulkanik Terbawa Angin Sumber Gambar
Abu Vulkanik
Letusan material halus itu menimbulkan hujan abu, hujan abu vulkanik dapat berasal dari awan panas, maupun dari jatuhan piroklastik seperti yang dijelaskan sebelumnya. Dampak abu vulkanik ini dapat menyebabkan gangguan pernapasan dan juga pandangan mata, Abu vulkanik juga dapat merusak tanaman, hewan ternak, atap bangunan ambruk dan menyebabkan korosi pada besi-besi. Selain itu, bahaya dari abu vulkanik ini bila masuk kedalam sumber air dan tempat penampungan air lainnya ,maka akan terjadi pencemaran abu vulkanik, hal semacam ini dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada pencernaan.

Gas
Gas yang dikeluarkan oleh gunungapi adalah SO 2 , H 2 S,H 2 , CO 2 , CO, HCl, HF dan He.

So2 (Sulfur Dioksida) Tidak berwarna,berbau tajam dampaknya dapat menyebabkan Iritasi mata, dan gangguan pernapasan.

H2S (Hidrogen sulfida) Tidak berwarna,mudah terbakar, berbau busuk. Efek yang terjadi bila terpapar H2S adalah Iritasi mata, gangguan pernapasan, pening, lelah, bronchitis.

Co2 (karbon dioksida) Tidak berwarna, dan tidak berbau. Efek yang dapat terjadi adalah eritasi pada mata  tenggorokan, pusing berkeringat, sesak napas, lemas, mual.

HCl (Asam Hidroklorida)Tidak berwarna, berbau tajam. Efeknya adalah iritasi pada mata, gangguan . pernapasan, nafas tersumbat dan batuk-batuk.

HF (Hydrofluoric Acid),  jernih, tidak bewarna , bersifat korosif, berbau tajam. Efeknya adalah terjadi Iritasi pada kulit dan kerusakan pada selaput lendir, dan kerusakan parah pada mata.


0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer