Breaking News
Loading...

4 Letusan Gunung Indonesia Dengan Korban Terbanyak Di Dunia

4 Letusan Gunung Dengan Korban Terbanyak Di Indonesia - Sejarah dunia telah mencatat mengenai bencana erupsi gunung berapi dunia yang memakan banyak korban jiwa yang terbesar dalam peradaban manusia. Dalam kejadian itu, terangkum beberapa kejadian yang masuk didalam sejarah dengan korban terbanyak didunia dengan spesifikasi bencana letusan gunung berapi. Sejarah merekam dari bencana terdahsyat itu, 4 diantara 10 bencana gunung berapi, pernah terjadi di Indonesia. Letusan yang mewafatkan puluhan ribu jiwa dimasa lampau.

Bila di hitung, keempat bencana letusan gunung berapi yang maha dahsyat itu telah memakan korban hingga ratusan ribu jiwa dari kurun waktu ke waktu. Berikut daftar letusan gunung yang maha dahsyat dengan jumlah korban jiwa yang terbanyak pula.

4. Gunung Kelud (1919)
Pada tanggal 19 Mei 1919, bencana besar di Jawa yakni letusan gunung Kedlud meluap-luap hingga memakan korban yang lumayan banyak. Gunung Kelud dikenal sejarah memang gunung yang sangat aktif menyemburkan isi perutnya. Dari tahun 1000 an, sejarah telah mencatat berbagai letusan, hingga yang terparah adalah memasuki tahun 1901, tepatnya pada tanggal 22-23 Mei. Letusan G. Kelud terjadi pada tengah malam antara tanggal 22 dan 23 Mei 1901.

Letusan tahun 1919 merupakan bencana terbesar yang dihasilkan oleh aktivitas G. Kelud pada abad ke 20. Letusan terjadi pada tengah malam antara tanggal 19 dan 20 Mei 1919 yang ditandai dengan suara dentuman amat keras bahkan terdengar sampai di Kalimantan. Sekitar pukul 01.15, terdengar suara gemuruh yang sangat keras dari arah G. Kelud . Diperkirakan pada saat itulah terjadi letusan utama. Beberapa saat kemudian hujan abu mulai turun. Selain hujan abu, di daerah perkebunan di lereng Kelud terjadi hujan batu dan kerikil. Di Darungan hujan batu cukup hebat sehingga sebagian besar atap rumah hancur. Hujan abu menyebar terbawa angin terutama ke arah timur. Di Bali hujan abu terjadi pada tanggal 21 Mei 1919. Dari perhitungan endapan abu dapat ditaksir bahwa sekitar 284 juta m 3 abu terlemparkan, jumlah ini setara dengan sekitar 100 juta m 3 batuan andesit. Secara keseluruhan diperkirakan 190 juta m 3 material telah keluar dari perut G. Kelud.

Bencana letusan G. Kelud itu sendiri berasal dari kejadian lahar panas yang menyertainya. Sebelum letusan, volume air danau kawah mencapai 40 juta m 3 , air sejumlah itu terlempar keluar kawah pada saat letusan. Lahar yang terbentuk merupakan lahar primer yang terjadi secara langsung oleh air danau kawah yang tertumpahkan pada saat letusan. Sekitar pukul 01.30 aliran lahar yang merupakan campuran dari air panas, lumpur, pasir, batu-batuan memasuki kota Blitar menciptakan kehancuran yang hebat.

Kecepatan lahar yang mengalir di kota Blitar sekitar 18 m/detik atau sekitar 65 km/jam. Jarak maksimum aliran lahar primer mencapai 37,5  km  (dihitung  dari  puncak  Kelud).  Letusan  1919 ini
mengakibatkan 104 desa rusak berat, kerusakan sawah, tegal, pekarangan dan perkebunan kopi, tebu dan ketela mencapai 20.200 dan korban binatang sebanyak 1571 ekor. Bencana letusan 1919 memberikan pelajaran bagi pemerintah saat itu untuk mengurangi volume air yang ada di danau kawah. Dari pengamatan yang dilakukan antara tahun 1901 sampai 1905, diperkirakan air yang masuk ke danau kawah mencapai rata - rata 6,5 juta m 3 per tahun. Air hujan yang masuk ke kawah akan membentuk danau lagi, maka air tersebut harus dikeluarkan sehingga volume air akan terjaga pada volume yang tetap kecil. Mulai tahun 1920 dibangun terowongan pembuangan air dengan panjang sekitar 980 meter dan garis tengah 2 meter. Terowongan tersebut di buat mulai dari kawah menuju barat untuk mengalirkan air danau kawah ke K. Badak, namun demikian kecelakaan yang disebabkan oleh runtuhnya dinding kawah menyebabkan pekerjaan pembuatan terowongan dihentikan pada tahun 1923. Pekerjaan kontruksi terowongan akhirnya selesai tahun 1924. Dengan adanya terowongan tersebut, ketinggian air dapat dikurangi sebesar 134,5 m dengan volume tersisa hanya sebesar 1,8 juta m 3.

3. Gunung Kelud (1586)
Ditahun sebelumnya dari bencana letusan gunung kelud, sebenarnya ada kegiatan letusan Gunung Kelud yang memakan jumlah korban paling banyak dalam peradaban manusia. Hanya saja ditahun 1586 ini, kapasitas keilmuan dan fasilitator masih sangat minim dan terbatas. Yang terlihat saat itu adalah hanyalah perkiraan jumlah korban akibat bencana gunung Kelud tersebut.

Jumlah korban meninggal dunia atas kejadian ini berjumlah sekitar 1000 orang. Konon letusan gunung Kelud ini terdengar sampai di negara tetangga seperti Austarlia dan Asia tenggara. Dan dalam sejarah letusan Gunung Kelud, jumlah terbesar korban meninggal dunia adalah ditahun 1586 ini.

2. Gunung Krakatau (1883)
Mt. Krakatao .Sumber Gambar
Letusan terdahsyat yang hingga mempunyai pengaruh sangat besar di dataran Eropa dan Pada 1883, Krakatau meletus dengan tekanan yang sangat tinggi dan menyebabkan debu berpasir hingga menggelapkan dataran eropa itu, bahkan konon di Amerika pun dampaknya juga sama seperti halnya di Eropa. Kekuatannya sangat menggerikan, 13.000 kali kekuatan bom atom. Suara ledakan dan gemuruh bebatuan yang dimuntahkan bisa didengar dari jarak ribuan mil -- bahkan sampai pulau-pulau kecil di laut Afrika Timur. Ratusan orang di Pulau Sumatera tewas seketika saat debu panas menerjang rumah mereka. Prahara tak sampai di situ. Letusan Krakatau memicu mega-tsunami. Diperkirakan lebih dari 36.000 jiwa tewas saat itu. Dan banyak korban yang tidak bisa dikuburkan. Pasca meletus, Krakatau merosot ke dalam laut, namun setelah itu pulau baru disadari muncul di lokasi yang sama pada 1927 dan sesekali mengeluarkan semburan lava. Itu disebut Anak Krakatau.

1. Gunung Tambora (1815)
Gunung yang terletak di Nusa Tenggara Barat ini mempunyai keunikan tersendiri dalam sejarah peradaban manusia. Gunung yang dikenal didunia karena sudah memakan korban terbanyak dalam sejarah letusan terbesar di Dunia ini menelan korban sebanyak hingga 92000 korban jiwa. Jumlah in yang pada tahun 1815 adalah merupakan jumlah amat besar bagi penduduk NTB ini.
Sumber Gambar
Letusan paroksimal Tambora tahun 1815, diawali dengan peristiwa gemuruh yang menggelegar, diikuti dengan lontaran hujan abu pada tanggal 5 April 1815. Letusan paroksimal terjadi pada tanggal 10 April 1815 dan berakhir pada tanggal 12 April 1815. Letusan ini diiringi halilintar sambung menyambung bagaikan ledakan bom atom, terdengar hingga ratusan kilometer jauhnya bahkan terdengar sampai di P. Bangka dan Bengkulu. Gempa bumi yang diakibatkan oleh letusan ini dapat dirasakan oleh peduduk yang berada di Surabaya. Di Besuki gelombang pasang sampe mencapai 6 Kaki, asap sangat tebal hingga seluruh P. Madura gelap selama 3 hari. Volume material letusan yang dilontarkan ke udara mencapai 100-150 km 3 dengan tinggi payung letusannya diperkirakan mencapai 30-40 km di atas gunungapinya, sedangkan energi letusan mencapai 1,44 x 10 27 Erg atau setara dengan 171.428,60 kekuatan bom atom.

Demikian rangkuman dari keempat gunung di Indonesia yang masuk dalam daftar korban terbesar di dunia, didalam bencana Gunung di dunia. Semoga bermanfaat.

Sumber: Dari berbagai sumber, BMKG, dll.

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer