Breaking News
Loading...

Backpackeran Ke Rinjani Part II

Backpackeran Ke Rinjani Part II - dibagian kedua ini, saya akan berbagi pengalaman yang mudah-mudahan lengkap dari awal sampai ke ujung, backpackeran ke Gunung Rinjani dengan biaya yang super mini.

Langkah awal dari perjalanan panjang backpacker ini adalah persiapan team yang solid sebelum melakukan pendakian. Karena, Gunung Rinjani ini mempunyai trek khusus yang sangat menantang dan tentu butuh team yang solid dan handal. Jangan lupa persiapkan logistik, peralatan diri, dan obat-obatan juga penting dalam melakukan setiap perjalanan. Itulah salah-satu guna dari mempelajari seluk beluk awal dari Gunung, yakni untuk mempersiapkan diri semaksimal mungkin.

Start Stasiun Gubeng Surabaya

Perjalanan Kami mulai dari stasiun Gubeng Surabaya, yakni tepat pada tanggal 21 Juli 2015 pukul 04.15 dengan menggunakan kereta api Ekonomi Probowangi tujuan Banyuwangi Baru (stasiun paling ujung/akhir dari Banyuwangi). Estimasi sampai di stasiun akhir banyuwangi adalah pukul 11.45 WIB. Kami lebih memilih armada kereta api adalah karena kenyamanan kereta memang beda dengan kereta api yang terdahulu. Dengan ditambah fasilitas tambahan seperti AC (Air Conditioning), dan juga colokan untuk keperluan mencharge handphone atau gudget kita, walaupun untuk jenis kereta api ekonomi. Harga yang ditawarkan untuk tanggal tersebut adalah Rp.68.000 . Harga tersebut sudah termasuk tax dan juga asuransi.

Ketapang Menuju Gilimanuk

Tepat pukul 11.45 WIB, kereta sampai di Stasiun Banyuwangi Baru, stasiun akhir dari perjalanan kereta api Probowangi. Distasiun ini kami bersandar tidak lama, hanya kurang dari 5-10 menit saja, karena di stasiun ini dijaga beberapa anggota TNI yang menyarankan agar langsung keluar dari stasiun. 

Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
Setelah berkemas dan menuntaskan buang air direst room, perjalanan berlanjut dengan menggunakan armada angkutan air atau angkutan laut. Jarak antara stasiun dengan pelabuhan lumayan dekat. Saat kami keluar dari stasiun, hamparan lautpun sudah terlihat dari kejauhan. Dengan berjalan kurang dari 10 menit saja, kami sudah sampai di depan pelabuhan Ketapang. Sejenak kami beristirahat didepan masjid yang persis berada didepan pelabuhan, sambil menikmati nasi khas banyuwangi yang khas rasanya.
Nasi Banyuwangi
Penat dan lelah pun mereda, kami berlanjut dengan Perjalanan menggunakan armada kapal fery. Disini banyak calo kapal yang menawarkan jasanya mengantrikan atau membeli tiket resmi. Sekedar tips saja, kalau ada orang-orang ini tanyalah "menggunakan tiket resmi atau tidak" jika iya, silahkan mengikuti dengan cukup mewakilkan saja dua orang. Bila kalian membawa rombongan dalam jumlah banyak, iseng-iseng saja coba ditawar, biasanya akan mendapatkan potongan 2 atau 3 kepala free (diskon). Harga tiket kapal per kepala yakni Rp.7.500. Jika mendapatkan diskon 2 atau tiga kepala kan lumayan untuk uang tengah. :)
Kapal Andalan Murah Meriah
Ketapang ke Gilimanuk kurang lebih dilalui sekitar 1 jam lah, waktu tersebut ditambah dengan waktu tunggu kapal sambil menunggu penuh dengan penumpang dan angkutan-angkutannya. Sembari menunggu, kalian bisa juga menikmati pemandangan laut lepas yang indah disiang hari.

Gilimanuk Menuju Padang Bai

Sekitar pukul 14.30 WITA, kami sampai di Pelabuhan Gilimanuk. Hiburann yang unik dipelabuhan ini adalah banyak anak-anak kecil yang berenang dengan atraktif memungut uang receh yang dilempar oleh para penumpang fery sambil menunggu kapal berangkat. Anak-anak ini sangat ceria dan menyenangkan, berapapun uang yang kamu lempar diair, mereka akan memungutnya, ada yang ditaruh didalam mulut, dan ada juga yang dimasukkan kedalam kantong.

Dari Pelabuhan Gilimanuk, banyak tawaran dari makelar bis yang berdatangan menyambut kami. Harga yang ditawarkan bervariatif, yakni mulai dari Rp.70.000 - Rp. 120.000, kekurangan dari bis yang ada disini adalah waktu ngetime penumpang yang lumayan lama. Hal ini dilakukan untuk menunggu bis penuh. Karena jarak yang ditempuh juga lumayan lama dan jauh, bila penumpang yang didapat sedikit, maka akan merugilah mereka.
Bis Pesenan . Bis punya Ibu Lissa. :)
Di Gilimanuk, Kami sudah memesan bis jauh-jauh hari dari Surabaya, karena untuk antisipasi saja bila tidak ada bis dan untuk efisiensi waktu. Bis sengaja kami sewa, jadi penumpang yang diangkut hanya dari rombongan kami saja. Harga yang kami dapat per orang dengan jumlah rombongan sebanyak 27 orang adalah Rp.65.000.

Perjalanan dari Pelabuhan Gilimanuk ke Pelabuhan Padang Bai adalah normal sekitar 4 jam an, waktu tersebut bisa kurang bisa lebih tergantung dari situasi dan kondisi dijalan. Mengingat posisi pelabuhan Padang Bai adalah diujung selatan dekat dengan Pantai Kuta (mengarah ke Kuta).

Padang Bai Menuju Lembar

Perjalanan tiba kami di Pelabuhan Padang Bai sekitar pukul 19.00 - 20.00 WITA, waktu tempuh yang kami estimasikan kurang lebihnya adalah harus sampai Lembar sekitar malam pukul 01.00 malam, agar saat sampai di Sembalun nanti masih pagi dan bisa langsung summit saat itu juga.
Pemandangan Dari Kapal Saat Pagi Hari
Tiket kapal Pelabuhan Padang Bai menuju Pelabuhan Lembar adalah Rp.45.000 plus tax dan juga asuransi. Jarak tempuhnya yakni sekitar 4 jam. Didalam kapal sebaiknya dimanfaatkan untuk tidur saja, selain udara laut dimalam hari yang menggigit tulang, Bila kapal sepi, kalian bisa tidur diatas kursi panjang yang sepi tersebut. Saat kami melakukan perjalanan, banyak terdapat kursi kosong, ditambah kreatifitas teman-teman yang menggelar matras dibawah, menambah sensasi kekeluargaan yang sangat amat.
Tidak banyak cerita saat berada diatas kapal fery Padang Bay Lembar ini, karena situasi saat itu memang gelap dan juga sangat dingin.

Pelabuhan Lembar Menuju Sembalun

Setalah beberapa lama diatas kapal fery, sampailah kami di Pelabuhan Lembar, tanah lombok pertama yang kami injak. Disini kami sudah ada yang menjemput, yakni bis lokal dari Lombok yang sudah kami pesan juga sebelmunya dari Surabaya. Kali ini yang diangkut bis ini hanyalah 26 orang saja, karena 1 dari teman kami melanjutkan perjalanan explore beach Lombok saja. 

Kebiasaan buruk yang sering kami jumpai, elf jemputan kami sempat diblokade dilarang narik karena merekalah yang mempunyai lahan disekitaran pelabuhan Lembar. Setelah adanya diskusi, akhirnya kami diijinkan berangkat menuju Sembalun. Dari 26 orang ini dimuat didalam 2 elf. Satu elf berukuran besar, dan yang satu lagi berukuran kecil. Backpack yang kami bawa diletakkan diatas elf demi efisiensi tempat. 

Harga yang harus kami keluarkan untuk elf ini adalah Rp.95.000 per kepala, tanpa tax dan asuransi. Perjalanan malam ini juga tidak banyak cerita, karena suasana gelap dan juga dingin. Di 2 jam pertama perjalanan masih sangat nyaman, namun setelah memasuki area pegunungan, jalannya berkelok-kelok dan juga banyak tikungan tajam. Bila kalian yang tidak kuat akan mabuk, siap-siap saja tas plastik untuk kantung muntah.

Sungguh, menurut saya perjalanan yang satu ini sangat menguji adrenalin. Ditambah dengan usia mobil elf yang terbilang tidak mudah lagi. Irama mesin yang khas dan bau nya menambah keunikan tersendiri.
Berselfie di Perijinan Sembalun
Sampai dipos perijinan Sembalun, kalian bisa beristirahat sejenak semabri menunggu pos perijinan buka. Jam buka pos perijinan adalah sekitar pukul 07.00 WITA. Kalian bisa mandi, atau shalat dilokasi ini. Berselfie ria juga bisa.

Rincian Biaya:
Taxi Rumah - Gubeng     = Rp.35.000
Gubeng - Banyuwangi     = Rp.68.000
Ketapang - Gilimanuk     = Rp.  7.500
Gilimanuk - Padangbai   = Rp.65.000
Padangbai - Lembar        = Rp.45.000
Lembar - sembalun          = Rp.95.000
------------------------------------------------------
Total                                   = Rp.315.500

Artikel bersambung dilink dibawah ini:
Backpackeran Ke Rinjani Part III

Link Lengkap Backpackeran Ke Rinjani :

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer