Breaking News
Loading...

Backpackeran Ke Rinjani Part IV

Backpackeran Ke Rinjani Part IV - Dihari ke empat ini, petualangan akan dimulai kembali. Seusai turun dari puncak rinjani, pastilah akan kembali lagi ke Pelawangan Sembalun. Karena jalan satu-satunya adalah melewati lokasi ini.

Menuju Danau Segara Anak

Danau segara anak adalah pemandangan khas yang dapat dinikmati bila kita sudah berada di Pelawangan ataupun dipuncak Rinjani. Alangkah lebih indah lagi jika perjalanan kalian dilanjutkan menuju danau ini. Setelah itu lanjut menuju ke arah Pos Perijinan Senaru.
Bertongsis Ria di Segara Anak
Dari Pelawangan, nampak keindahan danau Segara Anak ini, tidak jarang banyak turis yang hanya ingin menikmati pemandangan Danau Segara Anak saja. Perjalanan dari Pelawangan menuju Danau Segara Anak bisa dicapai sekitar 4 jam dengan perjalanan normal, namun jika banyak berhentinya, maka bisa juga lebih dari 5 jam.
Segara Anak Di pagi hari
Perjalanan kami dimulai sekitar pukul 15.00 - 16.00 WITA, seingat saya, perjalanan ini masih terasa sore dan masih ada sinar matahari, mungkin tepatnya adalah sekitar pukul 16.00 WITA. Sekedar tips saja, akan lebih baik lagi bila melakukan perjalanan menuju Danau Segara Anak pada siang atau dipagi hari, agar ketika sampai di Segara Anak, masih belum gelap dan masih banyak tempat untuk tenda campnya. 

Dilokasi dekat dengan pintu masuk pos Segara Anak, terdapat sumber air panas. Jarak tempuh sekitar 15 menit dari pos. Kalian bisa mandi disana dengan santai dan relaksasi, rasakan kehangatan alam yang menyegarkan badan setelah lelah menerpa tubuh seusai perjalanan panjang dari Pelawangan. 


Danau Segara Anak


Disegara Anak, bisa juga kamu memancing ikan. Ada beraneka ikan disini, mulai dari ikan kecil, sampai besar. Ikan di Segara Anak didominasi dengan ikan tombro dan ikan mujaer serta nila. Umpan yang digunakan disini yakni makanan berbungkus daun pisang, saya lupa namanya apa. Yang jelas, warga sekitar menggunakan umpan itu, warna makanan itu berwarna kuning. Kalau tidak salah terbuat dari singkong.


Umpan yang sangat sederhana itu, mampu menggerakkan hati ikan untuk memakannya, terbukti saat kami memancing disana, kami mampu menangkap ikan jenis tombro yang lumayan besar. Ditambah dengan pemberian tenda tetangga yang lumayan untuk sarapan pagi saat itu.

Ikan Tombro
So Sweet di dulang ikan
Didalam kebeningan danau dan kekayaan isinya, danau Segara Anak jauh dari kata bersih. Banyak para pendaki mengotori danau ini, baik dengan sisa-sisa makanan, sabun, shampo, bahkan sisa tulang ikan sekalipun. Banyak yang masih tidak memahami arti dari pelestarian alam. Yang paling mencolok dan sangat menjijikkan adalah sisa bebas makanan saat mencuci piring ataupun nesting. Semua ditumpahkan begitu saja dipinggiran Danau Segara Anak. Saya menyarankan, jika hendak mencuci piring, baiknya ambillah air dari danau secukupnya, kemudian cucilah diatas bukit atau yang jauh dengan air, agar apa? agar air danau tidak kotor dan dapat diminum langsung.
Shalat @ Segara Anak
Turun Jalur Senaru

Jika kamu naik melalui jalur Sembalun dan ingin menikmati jalur pendakian lain yakni jalur Senaru, maka langsung saja kamu bisa melalui jalur barat (sisi barat Segara Anak). Namun banyak isu yang berkembang dimasyarakat atau bahkan para pendaki sendiri, jalur Senaru adalah jalur yang lumayan terjal, berbahaya dan juga terkenal angker.

Gate Senaru
Baiknya perjalanan dilakukan saat pagi hari, diperkirakan akan sampai di pos perijinan Senaru sebelum petang. Karena banyak kejadian yang serem-serem, terutama dipos 3. Dalam perjalanan dari Danau Segara Anak sampai ke Senaru ini tidak banyak yang saya tuliskan, karena pada saat itu, hanya rombongan kami lah yang memberanikan diri turun pada saat sore hari, dimana sudah bisa dipastikan kami akan bergelut didalam hutan dini hari.

Jalur yang dilalui pastilah lebih terjal, terutama saat dari Segara Anak menuju ke Pos 3. Karena pada dasarnya danau Segara Anak terletak di bawah, atau dicekungan gunung, jadi kami harus mendaki beberapa bukit untuk sampai di atas dan nanti kembali turun seperti halnya di Pelawangan.
Makan-makan
Sekadar informasi saja, Pelawangan disini ada 2, ada Pelawangan Sembalun, ada juga Pelawangan Senaru. Disini saya akan berbagi perjalanan melalui Segara Anak sampai ke perijinan Senaru. Dari Segera Anak, kami ambil dijalur barat, yakni mengarah ke Pelawangan Senaru, yakni di ketinggian sekitar 2641 mdpl. Mengenai jarak tempuh kalau normal sekitar 2-3 jaman saja.
Pos Perijinan Senaru
Lanjut dari Pelawangan Senaru ke Pos III dengan ketinggian  2000 mdpl, nama pos tiga ini biasanya disebut dengan Mondokan Lolak.

Perjalanan dari pos III Mondokan Lolak menuju pos II dengan ketinggian 1500 mdpl, pos ini disebut dengan Montong Satas. Jarak tempuh masing-masing pos sama saja. Trek tempuh juga terus menurun tajam dan curam.

Perjalanan dari pos II menuju pos I harap hati-hati dan jaga sikap. Karena dijalanan ini terkenal dengan keangkerannya. Menurut warga sekitar, banyak tangan-tangan ghaib yang terkadang jika malam suka iseng. Hal ini sebenarnya adalah, jalur disepanjang ini terdapat banyak akar-akar yang keluar diatas tanah, hal demikianlah yang menyebabkan mungkin banyak pendaki yang terjerat akar. Namun saya sarankan harap berhati-hati dan jangan berfikiran kosong.

Seusai sampai di pos I, suasana sudah mulai enak. Dari pos I menuju keperijinan jaraknya sudah lumayan dekat. Jalur yang dilalui juga datar dan landai. Jarak tempuh santai bisa dicapai hanya sekitar 1 jaman. Jika sudah berjalan, kalian akan menjumpai sebuah gapura besar bertuliskan Pintu masuk Senaru, Disana kalian masih belum sampai perijinan, tinggal jalan sekitar 15 menit saja sudah sampai di perijinan. Didekat area parkir terdapat juga air terjun, mungkin kalian bisa mencobanya juga.


Rumah Adat di Dekat Perijinan Senaru
Didekat perijinan, kami menikmati makan soto khas lombok dan juga nasi gorengnya, harga dari makanan tersebut Rp.10.000. Makanan diatas sudah termasuk minum sepuasnya, namun sebelumnya hanya diberi segelas, kamu bisa nambah dengan menuang sendiri. Kami makan 2x, karena memang menunggu rombongan lain hingga petang.
@Warung dekat Gapura Senaru
Diwarung ini juga ada pernak pernik Gunung Rinjani untuk oleh-oleh, ada gantungan kunci, kaos, tas, buff, shal, badge, sleyer, makanan, batik, dll.

Kembali Pulang dari Senaru ke Pelabuhan Lembar

Perjalanan sudah usai, saatnya kami kembali pulang. Dari Perijinan Senaru ini, kamu bisa mencai angkutan colt yang prosesnya bisa tawar menawar atau jika kamu hanya mempunyai sedikit romobongan, mungkin bisa join dengan group lain. Harga yang ditawarkan berkisar antara Rp.80.000 sampai dengan Rp.150.000. Semua tergantung negosiasi dan kondisi tentunya.

Kebetulan saat itu kami mendapatkan harga Rp.100.000 dengan jumlah orang sebanyak 19 orang ditambah 2 orang luar. Jadi total 21 orang. Sedangkan rombongan kami yang lain sebanyak 7 orang naik colt lain. Colt dimana juga terkadang menawarkan tempat untuk penginapan sementara bila mungkin masih ingin beristirahat.

Perjalanan menggunakan colt dari Senaru menempuh jarak lebih panjang dan agak lama, kamu bisa memanfaatkan untuk berkunjung ke tempat pusat oleh-oleh khas Lombok bila satu colt adalah rombongan. Saat itu sebenarnya kami tidak meminta Pak Supir untuk pergi ke tempat oleh-oleh, tapi inisiatif Pak Supir. Kami berhenti dipusat oleh-oleh di Mataram, nama tokonya adalah Sasaku. Sekilas toko ini terlihat seperti jualan makanan, karena diluar terlihat gambar lombok yang bertebaran. Saat masuk kedalam toko, banyak pernak pernik toko seperti gantungan kunci, t shirt, topi, gelang, sabuk, tas, dll.
Toko Pernak Pernik
Berangkat dari Senaru saat Magrib, kami sampai di Pelabuhan sekitar pukul 23.00 WITA. Kami beristirahat sejenak, dan baru berangkat menuju Padangbai sekitar pukul 03.00 WITA tanggal 27 Juli 2015. Masih dengan harga yang sama, yakni Rp.45.000 sudah termasuk pajak dan asuransi. Perjalanan ini kami manfaatkan untuk beristirahat serta bercengkaram dan bercerita ria. Ada kejadian yang membuat rombongan kami merinding, ditanggal 25 Juli siang, ada sebuah insiden maut yang menewaskan pengunjung asing. Ia terjatuh saat perjalanan menuju Danau Segara Anak.
Pelabuhan Lembar
Sampai di  Bali
Kami sampai di Bali dipagi hari, saat itu kebetulan juga kami sudah memesan satu bis. Atas bantuan Pak Supir colt Senaru-Lembar. Saat itu seingat saya, tarif bisnya adalah Rp.70.000 tidak termasuk pajak dan asuransi, dengan memuat 29 penumpang. Dari golongan kami yakni 26  orang ditambah penumpang lain 3 orang yang sama tujuannya.
Kapal Gilimanuk - Ketapang
Gilimanuk-Ketapang
Sesampainya di Gilimanuk, kami diturunkan disalah satu perkampungan tempat teman kami. Tujuannya tidak lain beristirahat serta membeli nasi yang nantinya akan kami makan diatas kapal. Lanjut dari Jembaran menuju Pelabuhan Gilimanuk dengan berjalan kaki saja, setelah itu langsung naik menggunakan armada kapal laut fery dengan harga Rp.7.500 termasuk pajak dan asuransi.

Ketapang - Terminal
Sesampainya di Ketapang, sebenarnya kami ingin sekali menggunakan armada kereta, namun karena kehabisan tiket dan hanya tersisa pukul 22.00 saja. Dengan sangat terpaksa, kami akhirnya menggunakan bis. Lha, dari pelabuhan menuju ke terminal jaraknya lumayan jauh, kamu bisa memanfaatkan mikrolet dengan cara mencarternya. Saat itu kami diterapkan tarif Rp.5.000 dengan jarak tempuh yang tidak jauh maenurut saya. Kami dimuat di 2 mikrolet, satu mikrolet mengangkut sekitar 14 dan 15 orang.
Sampai Di Pelabuhan Ketapang
Terminal Banyuwangi - Bungurasih Sidoarjo
Dari terminal banyuwangi kami mencari bis jurusan Bungurasih, namun disini biasanya bis akan menurunkan kita di  sekitaran Pasuruan, karena penumpang bus ini adalah rata-rata menuju Madura. Jadi di depan bis tersebut bertuliskan Banyuwangi - Surabaya - Sumenep. Namun karena jumlah kami yakni sekitar 30 an, kami diantar hingga Bungurasih dengan tarif Rp.54.000 termasuk pajak dan asuransi. Bis yang kami tumpangi lumayan nyaman. Dari Banyuwangi pukul 04.00, sampai di Bungurasih yakni sekitar pukul 23.00.

Demikian artikel backpackeran ke Rinjani ini. Mengenai biaya yang harus dikeluarkan secara rinci bisa dilihat dibawah ini. Terima kasih sudah membaca artikel ini, semoga bermanfaat.

Rincian biaya total dari pergi - pulang
A. Biaya Pulang Lombok - Surabaya
Makan, jajan,dll                     = Rp.  40.000
Colt elf Senaru - Lembar      = Rp.100.000
Kapal Lembar - Padangbai  = Rp.  45.000
Padangbai - Gilimanuk        = Rp.   70.000
Gilimanuk - Ketapang          = Rp.     7.500
Bis Banyuwangi - Sby           = Rp.  54.000
Bungur - Rumah (Gojek)     = Rp.  10.000
-------------------------------------------------------
Total                                        = Rp.326.500

B. Biaya Pergi Surabaya - Sembalun
Taxi Rumah - Gubeng       = Rp.35.000
Gubeng - Banyuwangi       = Rp.68.000
Ketapang - Gilimanuk       = Rp.  7.500
Gilimanuk - Padangbai     = Rp.65.000
Padangbai - Lembar          = Rp.45.000
Lembar - sembalun            = Rp.95.000
------------------------------------------------------
Total                                     = Rp.315.500

C. Biaya Perijinan, dll
Pickup Perijinanan - Gate = Rp.20.000
Tiket Perijinan                     = Rp.20.000
Logistik Individu                 = Rp.45.000
---------------------------------------------------
Total                                      = Rp.85.000

Rincian Akhir
--------------------------------------------------------
Lombok - Surabaya      = Rp.326.500
Surabaya - Sembalun   = Rp.315.500
Perijinan, dll                   = Rp.  85.000
-------------------------------------------------------
Subtotal                            = Rp. 727.000

Biaya yang saya tulis diatas adalah biaya pokok yang mana belum termasuk dengan uang oleh-oleh, atau mungkin biaya tidak terduga. Untuk amannya, saya sarankan membawa uang sekitar Rp.1.000.000. Lebih baik lebih daripada kamu tidak bisa pulang. :)

Untuk itinery perjalanan akan saya tulis ditulisan selanjutnya...  

Link Lengkap Backpackeran Ke Rinjani :


1 komentar:

  1. panjang nian sampe bolak balik bacanya biar nancep hehe.
    makasih tips lengkapnya. salam kenal :D

    ReplyDelete

 
Toggle Footer