Breaking News
Loading...

Backpackeran Ke Rinjani

Backpackeran Ke Rinjani - Terdengar kata backpacker, banyak orang yang menanyakan mengenai arti kata ini, terlebih dari rombongan kami pribadi membuat kata backpacker ini sebagai leluconan. Dari kata yang berasal dari kata "backpack" yang berarti tas gendong, dan ditambahi dengan huruf pelaku dibelakang yakni "r/er" yang kemudian berubahlah arti kata benda mati menjadi yang melakukan pekerjaan yakni mempunyai arti orang yang menggendong tas gendong. Kata Backpacker ini kemudian dipakai oleh sebagian besar orang yang melakukan perjalanan jauh dengan menggunakan tas gendong yang berupa carrier. Kebanyakan yang masuk kategori backpacker ini adalah para pendaki gunung, karena memang dari segi kosa kata yang memaknai pelaku, pendaki gunung, sebagian besar pasti membawa tas (backpack) yang pasti juga dipakai untuk membawa perbekalan saat melakukan pendakian. Baca Perlengkapan Adventure


Ilustrasi Bacpackeran Rame-Rame
Lanjut kepembahasan backpackeran ke Rinjani. Perjalanan backpackeran kami tidak menggunakan jalur udara, melainkan menggunakan jalur darat yang terkenal dengan keekonomisannya, jika dihitung lebih cermat dan dalam jumlah rombongan yang besar, untuk menuju Nusa Tenggara Barat tepatnya di Gunung Rinjani. Jumlah budget yang harus dikeluarkan adalah lumayan, hampir 1:3 jika menggunakan jalur udara.

Sebelum kepembahasan lebih panjang dari perjalanan trip ke Gunung Rinjani, alangkah baiknya jika kita memahami tentang Gunung Rinjani ini, agar apa? , saat perjalanan ke Gunung Rinjani, kita sudah bisa menebak-nebak apa, dimana, dan berapa lama sudah dilalui. Pengenalan Gunung rinjani dibawah ini hanya sebatas rangkuman saja, ditulisan kedepan akan dibahas beberapa pembahasan yang mungkin ada hubungannya dengan tulisan dibawah.

Mengenal Lebih Dalam Gunung Rinjani

Sebelum lanjut ke pembahasan selanjutnya, alangkah baiknya kita mengenal dulu lebih dalam mengenai wisata alam Gunung Rinjani Lombok Nusa Tenggara Barat ini.

Gunung Rinjani secara administrasi terletak di kecamatan Aikmel Kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Kota yang terdekat dengan Gunung Rinjani adalah Kota Selong Lombok Timur. Gunung ini mempunyai tipe Strato dengan danau kawah yang ada dibawahnya. Pos pengamatan gunung Rinjani berada di Kampung Smebalun Lawang, Kecamatan aikmel Lombok Timur. Secara geografi terletak pada koordinat : 08 derajat 21’ 24” LS dan 116 derajat 31’ 18” LU, Tinggi 1152 dml.

Gunung Rinjani dengan ketinggian 3726 mdpl, dulunya dipercaya oleh peneliti pada sekitar 0,125 - 2,5 juta tahun yang lalu mempunyai ketinggian lebih dari 5000 mdpl. Gunung Rinjani dulunya juga disebut dengan Gunung Samalas, yakni pada tahun 1257/1258 yang juga mengalami letusan paroksimal dan pada saat itu membentuk sebuah kaldera berukuran 7x6 Km. Pembentukan kerucut Rinjani Muda disisi timur kemudian dikuti dengan letusan di abad ke 13 lalu.  Kaldera tersebut kemudian terisi oleh genangan air dan membentuk sebuah danau yang saat ini dikenal dengan Danau Segara Anak. Proses alamlah kemudian diikuti dengan terbentuknya kerucut Gunung Barujari dan Gunung Rombongan yang tepat berada disekitaran Danau Segara Anak.

Gunung Rinjani menurut jurnal PNAS, letusan pada tahun 1257 memiliki jangkauan dengan tingkat ketinggian sampai pada lebih dari 40 km. Disusul dengan Gunung Tambora, Krakatau, Pinatubo di Filipina, dan Vesuvius Italy. Dalam peradaban gunung purba, Gunung Rinjani mempunyai tingkatan tertinggi dalam sejarah erupsi terjauh di dunia.

Wisata

Pemerintah setempat, yakni provinsi Nusa Tenggara Barat menjadikan Gunung Rinjani sebagai salah satu destinasi utama wisata alam. Selain pemandangan yang sangat indah, juga di dalam kaldera memberikan panorama yang menawan dengan air danau yang jernih dan dapat langsung dimunim tanpa dimasak terlebih dahulu. Di tahun 2000an, pemerintah setempat bekerjasama dengan pemerintah Australia dalam melakukan relokasi, telah menata jalur-jalur yang menghubungkan Senaru dan Sembalun Lawang menuju puncak Gunung Rinjani (Kaldera Rinjani).

Sejarah Letusan Gunung Rinjani

Letusan Gunung Rinjani yang tercatat didalam sejarah adalah tahun 1847 - 2009 , jika dihitung, kurang lebih terjadi 9 kali. Berbeda dengan perkiraan para ilmuan, karena pada jaman purba dulu, belum banyak pencatatan mengenai aktifitas gunung dan juga minimnya peralatan penunjang.

Aktifitas utama Gunung Rinjani adalah terletak pada Gunung Barujari atau Gunung Mas dan juga Gunung rombongan, namun yang mempunyai aktifitas yang saat ini masih nampak adalah Gunung Barujari yang letaknya sangat strategis dan nampak jelas dari atas Pelawangan atau juga dari Segara Anak.
Letusan Gunung Rinjani 2004
Tidak jelas kapan terbentuknya Kaldera Gunung Rinjani, akan tetapi jila melihat sebaran batuapung yang terhempas sangat luas, menandakan bahwa letusan Gunung Rinjani pada waktu lampau sangatlah dahsyat, sehingga terbentuk lubang kaldera yang sangat besar. Dari sejarah letusan dan material yang dikeluarkan selama terjadinya letusan adalah endapan lava dan endapan jatuhan piroklastik serta endapan aliran piroklastik, hal ini mencirikan bahwa sifat letusan Gunung Rinjani adalah Strombolian yang diikuti dengan aliran lava. Kegiatan vulkanik Gunung Rinjani purna kaldera telah berpindah ke dalam kaldera.
Letusan Gunung Rinjani 2009
Artikel bersambung dilink dibawah ini:
Backpackeran Ke Rinjani Part II

Link Lengkap Backpackeran Ke Rinjani :


0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer