Breaking News
Loading...

Jangan Izin Ortu Jika Tidak Ingin Selamat Mendaki

Sudah banyak dipahami hampir semua orang Indonesia, orang tua mempunyai kekuatan luar biasa mengenai hal berdoa untuk anaknya. Doa yang paling baik adalah doa dari orang tua langsung, bahkan Nabi Muhammad sendiri ketika dimintai doa oleh seseorang sahabat, Beliau menyarankan agar mintalah berdoa kepada orang tuamu jika mereka masih hidup. Dalam cerita rakyat Indonesiapun sudah sangat dikenal dengan cerita tentang Malin Kundang yang dikutuk Tuhan hingga menjadi batu karena kedurhakaannya. Menyikapi hal tersebut, doa dan restu ini sangat berhubungan erat dengan orang tua. Sebuah pesan dari saya "Jangan izin ortu jika tidak ingin selamat mendaki, ya mungkin itulah sepenggal kalimat yang keramat". 

Dalam beberapa kasus yang sudah terjadi dilapangan mengenai kecelakaan yang ada disaat perjalanan mendaki gunung, dan bahkan sampai menelan korban jiwa, salah satu penyebab yang dapat saya simpulkan disini adalah pertama "apakah sikorban sebelum berangkat mendaki atau trip, sudah pamit dan mendapat restu orang tua?" . Bila jawaban adalah "sudah", berarti penyebab dari kecelakaan tersebut adalah dikarenakan mungkin keteledoran, kelalaian, atau bisa juga karena keadaan alam yang memang tidak mendukung. Seperti halnya Hipotermia yang dikarenakan keadaan cuaca yang ekstrim semisal, hal ini seharusnya sudah diantisipasi jauh-jauh hari sebelum terjadinya Hipotermia. Dan beberapa jenis penyakit yang sering timbul digunung.
Dari kasus terjatuhnya korban kedalam kawah Merapi, sampai yang terakhir yang menimpa korban reruntuhan batu di Semeru, dari kasus diatas, kedua orang tua korban tidak mengetahui kegiatan sebenarnya yang dilakukan anak-anak mereka. Mereka belum menerima restu dari orang tuanya. Sebagaimanapun mestinya, apa yang akan kita lakukan dalam hal apapun haruslah mengantongi dulu doa dan restu, mengenai biaya, dan lain sebagainya adalah nomor 27.

Kendalanya adalah, terkadang orang tua tidak memberi ijin. Itulah masalahnya, lantas karena orang tua tidak memberikan ijin kepada kita, kita melewati pagar meloncat dan melangkahi apa yang seharusnya dilewati dengan permisi. Bila memang orang tua tidak memberikan ijin karena khawatir, kita bisa menjelaskan bagaimana keadaan disana, kemudian kita disana berada dengan siapa saja. Intinya jelaskan, dan berikan pengertian yang baik, sehingga goalnya adalah doa dan restu melepas kita.

Intinya ijin dulu, minta doa dulu, baru berangkat. Kemanapun, dimanapun, dan dalam kondisi bagaimanapun.. Jangan lupa siapkan peralatan mendaki yang safety.

Baca Juga Artikel Lain:

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer