Breaking News
Loading...

Kebakaran Hutan Indonesia Memang Karena Alam

Menginjak di akhir tahun 2015 ini, Indonesia mengalami musibah asap yang tak terkendali. Berawal dari kepulan asap yang mengepul kepulauan Riau yang menyebabkan asapnya hingga sampai ke negera tetangga seperti Singapura, dan Malaysia, kemudian disusul dengan kebakaran hutan kembali yang menyebabkan asap di Pulau Kalimantan, Papua, Sulawesi, NTT, NTB, dan bahkan sampai saat ini sudah menghampiri Pulau Jawa. Kebanyakan kebaran yang terjadi di Pulau Jawa terjadi karena memang kondisi musim kemarau panjang yang tak berganti-ganti.

Kebanyakan kebakaran yang terjadi di Pulau Jawa adalah bertempat di daerah dataran tinggi seperti halnya Gunung, tercatat ada beberapa gunung yang sudah menjadi ancaman dan mengalami kebarkaran hutan dan juga lerengnya. Seperti Gunung Semeru, Argopuro, Gunung Arjuno, Gunung Welirang, Gunung Penanggungan, dan juga Gunung Lawu. Bahkan kebakaran hutan ini sudah menelan korban jiwa yakni terjadi di Gunung Lawu. Lantas apa penyebab kebakaran yang terjadi ini? apakah benar memang ulah manusia?, atau mungkin faktor alam?. Disini kami akan menjeskan sejelas-jelasnya berkenaan dengan logika terjadinya kebakaran yang disebabkan oleh faktor lingkungan ataupun kebakaran yang disebabkan oleh human eror.

Pernah diadakan sebuah eksperimen kecil mengenai pemanasan yang terjadi terhadap suatu objek yang dipancarkan oleh matahari. Eksperimen ini dimulai dengan mengumpukan benda alam yang mudah terbakar seperti halnya akar-akaran kering, daun kering, juga kertas. Eksperimen ini dilakukan dengan cara memanaskan objek tersebut terhadap matahari yang berfungsi sebagai subyek pembakar. Namun apa yang terjadi?, benda-benda tersebut tidaklah terbakar sedikitpun. 
Selanjutnya eksperimen kecil ini ditingkatkan kembali kelevel yang lebih tinggi, yakni dengan cara menambah subyek pembakar yakni matahari, dan sisia puntung rokok yang masih menyala. Puntung rokok tersebut diletakkan diatas tumpukan objek tadi, yang terjadi adalah pembakaran kecil tidak lebih dari 5 detik saat terjadi pembakaran oleh rokok tersebut. Kesimpulan yang dapat kami kumpulkan adalah, kemungkinan besar kebakaran yang terjadi pada objek kertas, akar kering, dan daun kering adalah terjadi karena ada tambahan pendukung seperti puntung rokok tersebut.

Secara generalisasi, keadaan panas yang terjadi didataran tinggi dan dataran rendah sungguh berbeda. Secara alamiah pun, pemanasan yang terjadi di alam akan lebih panas daripada yang terjadi di dataran rendah. Hal ini dapat dibuktikan dengan sedikit eksperimen nyata seperti :  Contoh saat kita melakukan pendakian digunung manapun, pasti kita pernah merasakan belang kulit, sakit dikulit, dan bahkan hingga menyebakan kulit kita memerah dan berakhir dengan luka bakar? sehingga menyebabkan kulit ari kita mengelupas dan berganti dengan kulit yang baru. Namun jika eksperimen ini kita terapkan saat kita berkendara dijalanan kota misal, walaupun panas matahari menyorot kulit kita lebih lama pun, maka keadaan yang pasti hanyalah perubahan warna kulit saja yang terlihat lebih gelap daripada sebelumya.

Secara langsung, jarak matahari dengan kita akan terasa lebih dekat (antara bumi dan matahari), yang mana menyebabkan pemasan itu melebih ambang yang terjadi. Eksperimen kecil yang dapat kita lakukan adalah dengan menggunakan kaca pembesar, caranya letakkanlah titik tengah lup yang berwarna putih menyala pada benda yang rentan terbakar, coba perhatikan apa yang terjadi?, dengan hitungan detik saja, benda itu akan terbakar dengan cepat. Lup diibaratkan adalah ketinggian gunung.
Kesimpulan dari tulisan ini sebenarnya adalah awal mula kebakaran yang terjadi dibangsa ini sebenarnya memanglah berawal dari alam yang memang tak kunjung mengguyurkan hujannya, namun disatu sisi lain, banyak orang-orang yang kurang bertanggung jawab yang kemudian memanfaatkan musibah kebakaran hutan ini untuk membuka lahan baru dengan cara membakar hutan dengan sengaja. Hal semacam ini terlihat karena memang tidaklah wajar kebakaran yang terjadi di Sumatra dan daerah-daerah lain. Di Jawa Timur khususnya, tidak ada indikasi kebakaran hutan yang disengaja dibakar, namun yang terjadi adalah hutan terbakar sendiri. Namun kebakaran di gunung-gunung di Jawa Timur, masih ada kemungkianan disebabkan ulah para pendaki sendiri.
Semoga kita bisa lebih bijak lagi dalam menyelaraskan alam ini, alam beginilah alam, kalau ia sudah marah tak kan ada yang bisa melawannya, alam akan selalu menang..

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer