Breaking News
Loading...

Teknologi Bola Hitam Pencegah Kekeringan

Tampaknya kemarau panjang tidak hanya menimpa Indonesia saja yang menyebabkan tanah kering, kekurangan air, serta banyak kebakaran hutan. Lain halnya di Indonesia, Inggris salah satu negara di Eropa juga mengalami hal yang sama, yakni mengalami musim kemarau yang lebih panjang dari biasanya, sehingga pemerintah setempat mengkhawatirkan dengan persediaan air yanga ada disana. dalam rangka antisipasi mengenai masalah kemarau panjang (long spring), pemerintah setempat membuat sebuah metode penanggulangan dalam rangka menghemat air. Metode yang tidak umum ini dilakukan dengan cara memanfaatkan jutaan bola berwarna hitam yang bertujuan memantulkan sinar matahari penyebab evaporasi, sehingga dapat mengurangi penguapan pada persediaan air seperti didanau.

Baca Juga : Api Unggun Penyebab Kebakaran Gunung


Setidaknya sekitar 96 juta bola hitam mengambang yang sudah diproduksi itu akan disebar dibeberapa danau penyimpan air yang ada. Salah satunya adalah di Los Angeles Reservoir di Sylmar, California. Bola plastik hitam ini di desain untuk membantu melindungi air terhadap debu, hujan, bahan kimia, satwa liar, dan juga menghambat tumbuhnya ganggang liar seperti halnya jika di Indonesia adalah Enceng Gondok, serta dapat mengurangi penguapan dari sinar matahari sebanyak 300 juta gallon per tahun. Cara kerjanya adalah, bola hitam ini akan memantulkan sinar matahari, sehingga tidak sampai menembus air lebih jauh.

Baca Juga : Kebakaran Hutan Memanglah Karena Faktor Alam


Selain dapat mengurangi tingkat penguapan yang terjadi karena paparan sinar matahari, dengan adanya bola hitam ini, setidaknya dapat mengurangi tingkat reaksi kimia yang menyebabkan terciptanya senyawa karsinogenik bromat, dimana senyawa ini bila terpapar pada manusia akan menyebabkan muntah-muntah, diare, dan juga sembelit. Senyawa ini secara alami muncul karena proses alami didalam kandungan air.

Dr. Brian White lah penemu dari metode ini, Ia adalah pensiunan Los Angeles Departement of Water and Power (LADWP biologist), dan salah satu orang yang pertama menggunakan bola warna dalam penerapan kualitas pada air.  Ia mengatakan, dengan menggunakan bola warna ini, setidaknya akan dapat menekan tingkat evaporasi hingga sekitar 85-90% setiap tahunnya. Bila hal ini diterapkan, maka tentu akan menghemat persediaan air yang terbuang karena proses evaporasi. Dana yang dikeluarkan pada proyek ini adalah sebesar $300 juta, 

Kekeringan yang melanda Indonesia memang tidak semata-mata karena penguapan, namun setidaknya cara ini dilakukan oleh pemerintah setempat dalam menangani kekeringan akibat kemarau panjang adalah upaya yang tepat dan solusif. Tidak ada salahnya jika kedepan mungkin setiap warga yang ada di Indonesia yang daerahnya jika kemarau panjang mengalami kekeringan, maka solusinya adalah membuat tandon air hujan yang disimpan dibawah rumah atau semacamnya.

Mungkin Indonesia juga dapat mengadopsi teknologi sederhana ini, demi menekan tingkat penguapan yang menyebabkan sumur-sumur, danau, sungai yang mengering karena evaporasi. Mungkin setidaknya bisa mengurangi angka kekeringan yang terjadi didesa-desa plosok nusantara. Mengadopsi hal yang baik tentu sikapnya wajib, namun pertanyaannya adalah?, dana pastinya, dan juga kesadaran dari rakyatnya sendiri..

1 komentar:

  1. sini kkeringan bukan karena penguapan, namun sumber air disedot/dipompan untuk lahan pertanian zzzzzzzzzz

    ReplyDelete

 
Toggle Footer