Breaking News
Loading...

Menikmati Nasi Kucing Khas Yogya 2000an

Beberapa waktu yang lalu, kami bersama beberapa teman menyempatkan diri berkunjung di salah satu kota yang terkenal dengan sebutan Kota Pelajar, bukan hanya kota pelajar, Yogyakarta juga menjadi daerah keistimewaan yang selanjutnya disebut dengan DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta). Lokasi yang paling terkenal Yogya dan paling sering dikunjungi adalah di Jalan Malioboro tepatnya. Di sanalah banyak terdapat para pelapak yang menjajakan berbagai jenis dagangan, dari mulai pakaian, jasa, makanan, tolet, dan yang paling menomenal adalah "Angkringannya". Kenapa angkringan Yogya?, sudah pada kita tahu, Angkringan Yogya sudah banyak terdampar di kota-kota besar saat ini seperti Surabaya dan Jakarta.
Nasi Kucing / Cat Rice
Angkringan yang saat ini sudah menjalar itupun seolah ketika di Yogyakarta tak akan pernah mati walaupun yang menjajakan angkringan ini sangatlah banyak dan saling bersaing. Lokasi angkringan ini adalah dekat dengan Stasiun Tugu Yogyakarta. Bila berjalan dari Jalan Malioboro, maka sudah terlihat kok, banyak rel-rel juga. Dan ketika sudah sampai di dekat rel, maka kamu akan menjumpai seperti monumen stasiun yakni Stasiun Tugu Yogyakarta.
Sign Jalan dari Malioboro
Di sekitaran jalan ini akan bertebaran banyak angringan yang menjajakan panganan yang hampir seragam kok, baik itu dari segi menu, penampilan, maupun pelayanan warung. Kami memilih angkringan yang saat itu dalam keadaan sepi, Dikarenakan jumlah kami yang lumayan banyak saat itu. Saat melihat menu nasi, yang ada di sana hanyalah bungkusan kecil yang dinamakan nasi kucing, nasi kucing bukanlah nasi yang berlaukkan kucing ya, nasi kucing ini adalah nasi yang disajikan dengan ukuran mini, yakni sekitar segenggaman orang dewasa. Mengenai harga, jangan khawatir, harga yang ditawarkan di angkringan masih relatif terjangkau kok, sebungkus nasi kucing harganya hanya Rp.2000 saja. Tentu jika hanya menyantap satu bungkus saja kurang, setidaknya adalah dua atau tiga bungkus nasi kucing akan merapatkan perutmu. Menu dari nasi kucing adalah hanya satu jenis lauk saja. Heheheh, lainnya bisa nambah sendiri.

Kurang lengkap rasanya bila kamu makan tanpa minum di angkringan, menu minuman di sana ya seperti biasanya, ada es teh, es kopi, es kemasan, air mineral, namun ada menu khas yakni kopi arang. Kopi arang khas ini adalah perpaduan kopi hitam khas, ditambah dengan bongkahan arang yang masih panas, rasanya sungguh khas dan nikmat (bagi pecinta kopi arang). Harga yang ditawarkan juga masih terjangkau kok, tidak lebih dari Rp.6000. Selain menu-menu yang saya sebutkan di atas, kamu juga dapat memilih tambahan lauk seperti sate telur puyu, sate usus, kepala ayam, rempela, krupuk, dan lain-lain.

Billing atau pembayaran di angkringan ini berbeda dengan yang ada di selain Yogya ya, yakni kita mencatat sendiri apa yang sudah kita santap beserta dengan kuantitinya. Tidak usah diberi nomor, nanti dikiranya adalah banyaknya yang kita makan, cukup nama dan jumlah saja. Biar nggak bingung, saya kasih fotonya di bawah ini:

Persiapan Bayar dsan Menulis Bon
Contoh Bon Yang Sudah dibayar
Demikian share pengalaman kami saat menikmati nasi kucing khas Yogya, Semoga bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih sudah membaca artikel ini. 

1 komentar:

 
Toggle Footer