Breaking News
Loading...

Tips Memilih Minyak Goreng Saat Mendaki

Tak dapat dipungkiri banyak pendaki saat ini sudah mulai memahami arti sebuah nilai gizi saat mendaki gunung. Dengan demikian, banyak diantara pendaki sudah memahami bahan makanan apa saja yang akan dibutuhkan disaat berada di gunung untuk logistik. Membawa bahan pangan semacam mie instan merupakan salah satu cara menghemat tempat ataupun juga kepraktisannyam, namun kandungan yang ada pada mie instan saja tentu tidak cukup memenuhi kebutuhan tubuh akan gizi yang lain. Karena secara takaran gizi, mie instan hanya banyak mengandung karbohidrat saja.
Antisipasi yang dilakukan para pendaki saat ini adalah membawa bahan pangan yang mengandung beberapa gizi cukup pendamping dari mie instan itu sendiri, seperti tempe, telur, sosis, kornet, ikan asin, makanan irradiasi, dan bahan pangan lain yang mencakup padat kandungan gizinya. Tentu jika membawa bahan-bahan seperti yang sudah disebut diatas, maka kita membutuhkan media penggoreng seperti nesting dan juga minyak tentunya. Dengan demikian, bahan makanan tersebut tetap bisa dinikmati walaupun kita berada di alam yang jauh dari keramaian.
Ilustrasi memasak
Saat ini yang ingin kami bahas adalah mengenai media penggorengnya, yaitu minyak goreng. Sebagian pendaki merasa lebih praktis bila membawa bahan minyak ini dari margarin (Merk BluX BanX, dll). Ada juga yang kemudian membawa minyak curah atau minyak kemasan. Pernah ketika kami melakukan pendakian sedang saat itu udara sangatlah dingin. Saat itu kami merasakan kelaparan dan ingin menggoreng sesuatu untuk dimakan, ketika kami membuka minyak kami ternyata minyak kami sudah membeku. Bila kemasan tersebut adalah botol, maka tidaklah masalah, karena kita masih bisa membakar bagian bawah botol dengan kompor, namun bila dalam kemasan plastik, jalan satu-satunya adalah dengan cara merusak botol tersebut.

Berkenaan dengan inilah, kami akan memberikan tips memilih minyak goreng yang sehat, anti beku, dan tentunya tips-tips lain. Kenapa minyak goreng tersebut rentan membeku, jawabannya adalah karena didalam minyak goreng itu banyak mengandung lemak tak jenuh, sehingga rentan terhadap suhu yakni dengan menampilkan dirinya menjadi beku. Sedangkan minyak dengan kualitas yang bagus, tentu tidak akan mudah membeku, dan bahkan tidak akan beku. 
Uji Lemak Pada Minyak Canola dan Sawit
Beberapa saat lalu, kami melakukan uji ini. Yakni dengan meletakkan dua jenis minyak yang berbeda. Minyak yang satu adalah minyak biasa, sedangkan minyak yang lain adalah minyak canola (Canola Oil). Setelah seharian kami masukkan kultas, ternyata minyak canola tidak mengalami perubahan, sedangkan minyak goreng yang lain membeku. Hal ini bisa juga di uji pada minyak wijen dan minyak zaitun. Kamu bisa mendapatkan minyak sejenis canola di toko-toko swalayan, namun harganya sekitar 3x lipat lebih mahal daripada minyak biasa. Hal ini tentu sesuai dengan kualitasnya.

Baca Juga : Irradiasi Bahan Pangan

Tips jika memang kamu membawa minyak biasa, maka letakkan minyak di botol kaca, kemudian masukkan kebagian terdalam tas, jangan sampai ia terkena suhu luar. Bisa juga masukkan kedalam nesting kotak yang kemudian dimasukkan kedalam tengah carrier.

1 komentar:

 
Toggle Footer