Breaking News
Loading...

Kesalahan Penggunaan Tissue di Alam

Tissue untuk saat ini adalah menjadi barang wajib yang harus dibawa oleh para pendaki atau pecinta alam karena kegunaannya yang begitu efisien dan praktis, tentu tissue disini mempunyai fungsi yang sangat banyak, mulai dari membersihkan piring, gelas, buang air, atau untuk keperluan lain. Seiring dengan penggunaan tissue yang mungkin hampir semua pendaki ataupun pecinta alam membawabnya, maka kehkawatiran kerusakan alam yang disebabkan tissue ini sampai saat ini masih terus mengancam alam dan kelestariannya jika limbah buangan tissue ini dibiarkan begitu saja tergeletak didalam atau diatas tanah.

Tissue Buangan di Pelawangan Rinjani
Karena kesalahan yang paling sering dilakukan para pendaki adalah, membuang tissue bekas pemakaian berak atau kencing di tanah, baik dipendam ataupun dibuang begitu saja. Tahu atau tidak, sebenarnya membuang air di alam juga ada adabnya yang harus dilakukan. Baca Juga Adab Buang Air di Alam. Kita harus bisa menempatkan diri bahwa kita adalah berperan sebagai tamu saat menyusuri alam, bukan malah sak udel e dewe (seenaknya sendiri), tapi harus ada tata kramanya. Hal itu dimaksudkan untuk menjaga keseimbangan alam yang memang sebelumnya sudah sangat seimbang sebelum kehadiran kita. Dengan adanya buangan tissue bekas kita, maka sampah yang disebabkan akan merusak alam.

Baca Juga : Tips Liburan Di Gunung Kidul Yogyakarta

Yang pernah kami alami sewaktu mendaki gunung di Jawa Timur, kami menemukan seonggok kotoran manusia yang sudah mengering dan dipenuhi lalat. Kotoran itu sangat berbau busuk menusuk hidung dan juga mengganggu pandangan mata yang melihatnya, sewaktu kami dekati sumber bau busuk, terlihat onggokan  dengan dibubuhi tissue yang menutup. Jangan ditanya lagi bagaimana rupa dari tissue yang mungkin usianya sudah bulanan itu, tentu sudah berubah warna tak terhingga. Ulah siapa itu kalau boleh kami tahu? yang pasti orang yang mengaku bahwa dirinya adalah pecinta alam.
Kotoran Manusia Di Gunung
Tissue bila dibiarkan saja di atas tanah atau dipendam, alam membutuhkan waktu hingga 6 bulan lebih, bahkan hingga tahunan untuk mengurainya secara sempurna. Bahkan waktu itu bisa lebih bila serat tissue lebih tebal. Tissue yang paling lama terurai adalah jenis tissue basah yang berserat tebal. Alam mengurai jenis tissue basah lebih dari 3 tahun lamanya. Dengan kita meninggalkan sisa tissue yang sudah kita tempeli kotoran ke alam, berarti perlahan kita sudah merencanakan merusak alam untuk anak cucu kita.

Lantas apa kita dilarang menggunakan tissue sebagai alat pembersih?, tentulah tidak. Namun jangan meninggalkan sisa tissue itu tertinggal di alam begitu saja. Kamu bisa membawanya dengan menaruh di plastik khusus, atau di campur dengan sampah lainnya. Bila takut bau, kamu bisa membawa kertas minyak dan membungkusnya, bungkus dan masukkan kedalam plastik sampahmu. Hal ini akan menjadi sesuatu yang sangat bijak dalam memelihara alam agar tetap terjaga.

Tips Buang Air di Alam

Sebelum buang air, siapkan terlebih dahulu lubang galian dengan kedalaman yang cukup untuk menampung kotoran kita. Sebaiknya buat ukuran lebih besar untuk kemungkinan kotoran kita lebih besar atau banyak. Dan tentu akan membuat kita juga lebih nyaman saat jongkok. Kemudian siapkan alat pembersih kita berupa tissue atau batu.


Contoh Lubang Untuk Buang Air
Bila kamu memang sudah terbiasa menggunakan tissue untuk keperluan buang air, maka bawalah turun kembali sisa tissue kamu dalam bentuk apapun. Walaupun mungkin tissue tersebut sudah dibubuhi kotoranmu. Namun, bukankah itu kotoran kamu pribadi? lantas jika kamu saja jijik atau merasa terganggu dengan keberadaan bekas tissue dan kotoranmu, maka bagaimana dengan orang lain yang melihat atau bahkan mengendus nya secara tidak sengaja?
Persiapan Buang Air
Baca Juga : Adab Buang Air di Alam yang baik dan Benar

Cara yang lain adalah bisa dengan menggunakan batu (istinjak) pada pembersihan pertama dan kedua pada lubang anus atau lubang keluarnya air kencing. Selanjutnya, bisa kamu gunakan tissue basah atau kering untuk menjaga kesuciannya saat kamu mungkin hendak mengerjakan shalat. Intinya adalah, jangan meninggalkan apapun selain jejak, sangat dilarang meninggalkan apapun di alam yang sejatinya bersih dari sampah manusia.

Bungkuslah tissue bekas kita dengan koran atau kertas minyak, sehingga sampah tissue tidak begitu jijik atau sebagainya. Tetaplah hormati keberadaan alam, bagaimanapun kita tidak akan pernah bisa melawan alam, alamlah yang akan selalu menjadi pemenangnya.

Baca Juga:

Belajar Alutsista TNI AD
Menikmati Eksotisme Pantai Kedung Celeng
Pesan Moral Film Everest Untuk Para Pendaki
Pendakian Gunung Kelud Via Desa Tulungrejo Blitar
Catatan Backpackeran Ke Gunung Rinjani
Sayuran Yang Cocok Dibawa Mendaki

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer