Breaking News
Loading...

Eksplorasi Pendakian Gunung Buthak via Panderman

Gunung Buthak atau bisa juga disebut gunung Butak dalam bahasa Jawa berarti botak atau tidak mempunyai rambut, namun dari segi filosofis mengenai arti kata dari gunung ini konon adalah karena gunung ini yang terlihat butak atau tidak ada pohon pada masa-masa tertentu, sehingga menyebutkan nama gunung ini sebagai Gunung Butak. Gunung Butak juga mempunyai julukan sebagai Gunung Putri tidur, karena jika dilihat dari kejauhan, gunung ini nampak seperti seorang putri yang tertidur dengan terlentang. Mulai dari yang paling rendah permukaannya (Gunung Panderman), sampai pada Gunung Kawi dan Gunung Butak itu sendiri.

Baca Juga : Pendakian Gunung Rinjani Low Cost

Gambar Gunung Buthak bila dilihat dari Batu Malang. Gambar ini adalah editan. Jalur pendakian melalui Panderman adalah lewat yang sebelah kanan, sedangkan Buthak berada di sebelah kiri dari gambar.
Tidak diketahui catatan erupsi pada gunung ini, karena gunung yang berbentuk stratovolcano ini memanglah gunung mati. Untuk saat ini, Gunung Buthak/Butak memang masih kurang tenar dibanding dengan Gunung Penanggungan yang treknya jauh lebih ringan daripada Gunung Buthak. Gunung ini kurang tenar karena memang Gunung ini hanyalah terlihat seperti deretan bukit yang tidak teratur dan kurang menantang. Namun jangan salah, Gunung Buthak/Butak sangatlah menantang dan juga tidak kalah berat treknya dibanding dengan Gunung-Gunung yang lebih tenar di Jawa timur.


Jalur pendakian Gunung Buthak/Butak umumnya ada tiga jalur. Yang saati ini tergolong jalur resmi yaitu ada dua (bertiket), Jalur dari Sirah Kencong, dan juga Jalur Gunung Panderman. Untuk jalur yang melalui Sirah Kencong sudah lebih mudah dengan adanya pos-pos yang berjajar berjumlah lima pos, namun yang memalui jalur Gunung Panderman memang lebih menantang dan lebih ekstrim, karena letak pos ataupun petunjuk jalan agak susah dicari dan banyak juga jalan bercabang. Untuk jalur yang satunya lagi adalah jalur Dau, Malang (Desa Gading Kulon).

Pendakian Gunung Butak via Gunung Panderman

Saat ini, akan kami bahas mengenai pendakian Gunung Buthak/Butak melalui Gunung Panderman yang terkenal dengan trek panjang dan juga terjalnya ini. Untuk bisa sampai kelokasi perijinan Gunung Buthak/Butak sangatlah mudah. Untuk lebih gampangnya adalah cari saja letak Alun-Alun Batu, bila tidak tahu, bisa cari di GPS location. Bila sudah sampai di Alun-Alun Batu yang letaknya berhadapan dengan Masjid Besar Annur, lurus saja sampai di traffic light yang pertama, belok kiri, lurus hingga pertigaan. Sebelah kanan nanti ada gapura besar yang bertuliskan Panderman. Dari sana tinggal mengikuti jalan saja saja nanti akan sampai di parkiran.

Dari parkiran masih belum tiba di Perijinan Gunung Panderman, perjalanan disini kira-kira 10-15 menitan, tergantung laju kaki juga. Untuk biaya parkir dikenakan Rp.5000/motor, dan perijinan Rp.7000/orang (per Desember 2015). Dari perijinan yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang yang beralamatkan di Jl. Dr. Cipto No.14A ini, kamu bisa menikmati 2 gunung sekaligus dalam sekali ijin. Tentunya di karcis yang dibayarkan, sudah termasuk asuransi dari Jasa Raharja Putera. Usai membayar biaya masuk, jangan lupa untuk absen dulu di log book perijinan yang sudah tersedia.


Baca Juga : Kerusakan Alam Ulah Pecinta Alam

Kami sarankan untuk pendakian ke Gunung Buthak/Butak ini dilakukan dikala pagi, yaitu antara pukul 07.00-09.00. Karena untuk menghindari kemalaman dijalan dan juga saran yang pas buat pendaki yang kurang paham trek gunung ini. Perjalanan dimulai Perijinan Panderman melewati ladang, dan perkebunan warga yang disini masih banyak orang lalu lalang mencari rumput dan juga kayu bakar. Jalan yang akan kita susuri nanti berupa jalan setapak yang masih bisa dilalui oleh kendaraan roda dua berupa kendaraan bermotor. Jalanan awal ini berupa jalan berpaving yang lumayan panjang. 



Usai melewati jalanan berpaving, kamu akan tiba di jalan berupa dua jalur yang membentang kekiri dan kekanan. Jalan ini nanti ada plang penunjuknya, yaitu ke Gunung Buthak/Butak dan juga Gunung Panderman. Selama perjalanan awal ini, masih lumayan banyak plang penunjuk jalan yang dapat kamu manfaatkan ketika berjalan menuju ke tempat pendakian Gunung Buthak/Butak. Jalan yang kamu lewati nanti awal-awal memang lumayan berat, bonus utama saja, jalanan yang akan ditempuh yaitu berupa tanjakan dan turunan yang akan sering ditemui. Jalanan akan membentang kembali memisah antara Gunung Panderman dan juga Gunung Buthak pada plang terakhir.


Untuk mengetahui perjalanan kamu sudah jauh atau belum, kamu bisa manfaatkan Gunung Panderman sebagai penunjuk jauhnya arah. Gunung Panderman berjumlah 2, namun yang utama adalah yang tertinggi. Yang kecil, banyak orang bilang sebagai bukit Panderman. Saat berjalan, mungkin kamu masih akan lama memandangi keberadaan Gunung Panderman yang masih tetap terlihat walaupun kamu sudah berjalan berjam-jam lamanya menyusuri jalanan yang berupa tanjakan dan turunan. Namun itulah kenikmatan dan romansanya mendaki ke Gunung Buthak/Butak.


Baca Juga : Cara Booking Pantai Tiga Warna

Sepanjang Perjalanan Tidak Terdapat Pos



Pendakian Gunung Buthak/Butak via Gunung Panderman ini masih jarang orang yang tau, disepanjang jalan pun tak terdapat pos-pos yang jelas, hanya ada beberapa plakat berbentuk persegi empat yang bertuliskan angka-angak romawi, ada juga yang bertuliskan angka biasa. Disini kalian harus cermat, karena jika salah, resikonya bisa saja kembali pulang lewat jalr lain atau bisa juga tersesat. Namun pengalaman kami walaupun baru pertama mendaki ke Gunung Buthak/Butak, kami tidak mengalami situasi tersebut.


Lanjut Ke Savana Gunung Buthak/Butak


Setelah kurang lebih berjalan sekitar 6-10 jam lamanya (lama durasi tergantung situasi dilapangan), maka kalian akan tiba disebuah hamparan luas rerumputan dan juga banyak edelweis. Di Savana ini biasanya para pendaki menggelar tenda dan juga mengistirahatkan tubuh untuk summit ke Puncak Buthak esok paginya. Di Savana Gunung Buthak, kaya akan air dan airnya sangat bersih bisa langsung diminum seperti air mineral kemasan (bahkan lebih segar). Sehingga umumnya mereka akan menyiapkan asupan tubuh dengan memasak nasi, lauk, kopi, susu, dan juga makanan lain.


Baca Juga : Kesalahan Penggunaan Tissue di Alam
Savana Gunung Buthak
Sebagai tips saja, bila ingin mendaki di Gunung Buthak/Butak Malang, bisa berangkat disaat pagi hari sekitar jam 8 an. Hal ini untuk antisipasi tidak kemalaman dijalan, dan memanfaatkan air yang berada disana untuk memasak ataupun lebih menghemat waktu jikalau ingin summit kepuncak Buthak yang jika didaki dari Savana tidak memerlukan waktu yang lama.
Sumber Air Gunung Buthak
Summit Puncak Buthak

Dari Savana ke Puncak Buthak, waktu yang diperlukan tidaklah selama saat menuju Savana. Waktu yang dibutuhkan selambat-lambatnya yakni kurang dari satu jam, atau bisa dikatakan 1 jam an lah. Kalau cepat bisa juga 30 menit sudah sampai puncaknya. Puncak Gunung Buthak sudah terlihat jika kamu sudah sampai di Padang Savana. Namun terkadang banyak juga yang bingung dimana letak puncak Buthak. Bila beruntung, kamu bisa juga ketemu para pendaki lain yang datang dari Sirah Kencong Blitar.


Puncak Gunung Buthak
Tips saja bila kamu sudah sampai di Savana Gunung Buthak, untuk summit bisa di lakukan saat pagi harinya. Karena pemandangan dari puncak Buthak terlihat bagus dan asri di kala pagi hari. Biasanya para pendaki memanfaatkan waktu ketika sampai Savana untuk sekadar beristirahat dan bermalam. Untuk stok air di Savana sangat melimpah, jadi tidak usah khawatir kekurangan air.

Demikian sharing informasi perjalanan yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan menjadi informasi yang pas buat kamu.
Gunung Buthak masih tergolong gunung yang cukup bersih, bila kamu kesana, pastikan tidak membuang apapun sembarangan, bawalah sampahmu turun...

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer