Breaking News
Loading...

Backpackeran Ke Rinjani Jilid 2 Via Udara (Jalur Torean)

Lama sekali saya tidak menulis blog tentang perjalanan lagi, namun kali ini berbeda dari biasanya, yakni pendakian jilid 2. Kami kembali menjelajahi tanah Lombok dari kekayaan alamnya yaitu Gunung Rinjani yang menjadi tempat tujuan terindah dataran tinggi Lombok. Perjalan kami sebelumnya adalah melalui jalur darat yang kami tempuh selama kurang lebih 7 hari lamanya dengan perjalanan mengendarai ojek, kereta, bis, kapal, cilt dan bahkan naik pick up, namun yang ini adalah hanya sekitar 4 hari saja, karena ditempuh dengan menggunakan pesawat udara.

Baiklah, mari kita mulai backpackeran ke Rinjani jilid 2. Kontributor utama tulisan ini adalah dari teman dan sekaligus saudara saya yaitu Mas Fajri yang sudah memberi beberapa foto untuk kemudian dipost kan di blog yang sangat sederhana ini. Sebagai pengantar saja, rute perjalanan backpackeran ke Rinjani jilid 2 ini melalui jalur yang berbeda, tidak lagi melalui Sembalun - Segara Anak - Senaru, tapi jalurnya melalui Sembalun - Segara Anak - Torean yang dikenal lebih alami nan ekstim serta pemandangannya yang luar biasa juga.


Karena tulisan ini adalah jilid 2 maka, untuk pemaparan yang lebih jelasnya silahkan KLIK Ittinary Backpackeran Ke Rinjani. Disana ada beberapa part yang saya bahas lebih detil dan juga pas buat kalian yang hendak kesana dengan jalan backpackeran atau minim budget tapi tidak mengurangi keseruan berpetualang kalian, bahkan malah lebih karena disanalah akan menumbuhkan rasa kekeluargaan yang mendalam.

Perjalanan kami lakukan pada akhir Mei 2016 kemarin, saat itu awal tahun 2016 Gunung Rinjani masih mengalami erupsi yang lumayan parah, sehingga menyebabkan penutupan airport dan pendakian Gunung Rinjani pun ditutup total. Dan saat ini pada bulan akhir Juli sampai Agustus, Gunung Rinjani juga mengalami erupsi. Namun saat bulan Mei itu, Gunung Rinjani seolah sedang tertidur dan menyambut kami dengan keramahannya.

Perlu untuk diketahui saja, yang mengalami erupsi adalah Gunung Barujari yang terletak sangat dekat dengan Danau Segara Anak, gunung ini terlihat selalu mengeluarkan asap dan selalu terlihat saat kita foto di atas Puncak Rinjani.

Surabaya - Lombok

Perjalanan kami mulai dari Kota Pahlawan Surabaya, dari rumah menuju ke Juanda Airport menuju ke Lombok, perjalanan ini kurang lebih hanya sekitar 2 jam saja. Berbeda dengan perjalanan kami yang jilid 1, yakni hampir mencapai satu hari perjalanan (Lihat di Backpackeran Ke Rinjani). Dengan menggunakan armada pesawat udara, bisa memotong waktu yang lumayan banyak, dan tentunya akan membuat waktu pendakian juga lebih pendek dari pada menggunakan perjalanan lewat darat.

Sebagai perbandingan saja, ketika backpackeran ke Rinjani via darat, perjalanan kami hampir memakan waktu 25 jam. Jika dikalikan 2 yakni perjalanan pergi pulang, maka memakan waktu 2 hari 2 jam lebih. Namun lebih ringkas dan cepat lagi bila melalui jalur udara, perjalanan dihitung dari rumah sampai ke Sembalun, hanya memakan waktu kurang lebih 6 jam saja. Jika pulang pergi, maka hanya 12 jam lebih. Tentu sangat hemat waktu.

Jika dilihat dari sisi biaya perjalanan dari Surabaya - Sembalun, maka kurang lebih hampir 2 kali biaya melalui jalur darat. Untuk lebih jelasnya, nanti akan saya paparkan lebih komplit rincian biaya, dll.

Lombok Airport - Sembalun Rinjani

Sampai di Lombok Airport, perjalanan dilanjutkan dengan menggunakan mobil carteran serupa mobil Avanza, Innova, Xenia, atau bisa juga colt. Perjalanan dari sini juga tidak begitu lama. Hanya sekitar 3 jam saja. Total waktu yang diatas yaitu 6 jam lebih sudah termasuk diperjalanan Airport ke Sembalun Rinjani.

Sebagai tips saja, kamu siapkan angkutan mobil carteran sebelum berangkat ke Lombok, karena untuk penawaran harga atau persiapan dana kamu jadi bisa lebih dijangkau. Atau bisa juga langsung yang ada di Bandara Udara.

Sembalun Rinjani - Pelawangan  Sembalun Rinjani

Perjalanan dari Sembalun ke Pelawangan ini biasanya jika masih awam, bisa mencapai 12 jam lebih dengan berjalan santai dan menikmati keindahan alam. Disini kamu bakal menikmati ekstrimnya bukit yang tidak berkesudahan, yakni 7 bukit kesakitan dan 7 bukit penyiksaan (agak alay ya). Tapi kenyataannya memang demikian, seakan-akan bukit yang terlihat di depan kita tidaklah ada habisnya. Untuk lebih jelasnya, silahkan baca di artikel saya lainnya tentang perjalanan dari Sembalun Lawang menuju Puncak Rinjani. Klik di Backpackeran Ke Rinjani Part III.

Pelawangan Sembalun - Puncak Rinjani

Begitu sampai di Pelawangan Sembalun, kamu sudah bisa melihat danau Segara Anak yang begitu indahnya dengan dihiasi birunya air dari kejauhan, Puncak Rinjani dan Gunung Barujaripun sudah terlihat dari atas sana. Saat malam tiba, gelarlah matrasmu dan rebahkanlah tubuhmu diatasnya dan pandanglah langit di atas saat malam tiba. Kamu akan disambut ribuan atau bahkan jutaan bintang yang saling bertebaran di langit, begitu indahnya malam-malam itu, penuh dengan harmoni. Untuk perjalanan dari Pelawangan Sembalun ke Puncak Rinjani juga sudah pernah saya tulis secara lengkap. Silahkan Klik dan Baca di link ini lagi.. Heheheh. Artikel yang kamu klik itu sudah menceritakan tentang perjalanan dari Puncak hingga turun kembali ke Pelawangan Sembalun.

Pelawangan Sembalun - Danau Segara Anak

Seperti kisah klasiknya di tahun 2015 lalu, sampah tetaplah jadi cerita yang sampai sekarang bakal menjadi cerita keindahan yang tertutupi sampah. Segara Anak ternodai oleh sampah yang ditinggalkan oleh para orang yang mengaku Pecinta Alam, padahal hakikatnya adalah Perusak Alam. Tidak hanya itu, banyak para oknum porter yang hakekatnya adalah menjaga alam demi keasrian dan masa depan mereka malah memberikan contoh membuang sampah sembarangan.

Bahkan masih banyak lubang-lubang bekas tinja yang tidak ditimbun kembali oleh para porter yang semestinya memberikan contoh lebih baik. Disinilah nama porter kembali tercoreng gara-gara beberapa oknum yang merugikan ini, ada sebenarnya sosok porter sejati yang menjaga alam Rinjani tetap lestari, namun mereka akhirnya tetap saja masih kena cap sebagai porter perusak. Untuk Pelawangan Sembalun - Danau Segara Anak juga bisa dilihat penjelasan lengkapnya di SINI (Perjalanan Pelawangan - Segara Anak).

Danau Segara Anak - Jalur Torean

Ini yang ditunggu-tunggu, perjalanan melalui jalur Torean yang terkenal lebih ekstrim dan berbahaya. Jika perjalanan ke Rinjani jilid 1 melalui jalur gerbang Senaru, maka yang ini berbeda, perbedaannya adalah melalui jalur Torean. Jika kamu ingin perjalanan yang melalui Senaru, KLIK DISINI.

Perjalanan akan lebih aman jika dilakukan di pagi hari, dimana masih ada pencahayaan matahari yang akan lebih memudahkan kita mencari jalan untuk pulang. Seperti cerita mistis yang kita lalui saat melalui jalur Senaru, jalur Torean juga merupakan jalur yang terkenal mistis juga seperti halnya Senaru, namun jika perjalanan dilakukan di saat ada matahari, maka sangat indah karena disini banyak sumber mata air, sungai, dan juga air terjun.

Sebagaimana penduduk lokal Dusun Torean sendiri, untuk sampai ke Segara Anak, mereka membutuhkan waktu kurang lebih 7 sampai 10 jam, mereka melakukan perjalanan itu hanya sekedar untuk memancing ikan di Segara Anak. Jalur Torean tidak mempunyai jalur tinggi seperti halnya Pelawangan, oleh karenanya jalur ini naik turun dan sebaiknya hematlah waktu dan jangan terlalu sering berhenti.

Perjalanan awal dari Segara Anak adalah melewati Gua Susu, yang mana danau ini mempunyai aliran belerang berwarna putih yang panas. Walaupun panas, tetapi genangan ini bisa dipakai untuk berendam. Biasanya para pendaki lokal dan penduduk lokallah yang menggunakan air ini untuk berendam sebagai alasan untuk kesehatan ataupun capek-capek, tidak kamu lewat melewati Gua yang ddisebut Gua Susu ini, tidak ada salahnya jika ikut berendam dalam hangatnya alam..

Tidak berhenti sampai disitu, deretan gua akan banyak kita lihat saat melalui jalur Torean ini, diantaranya adalah Gua Taman. Gua ini biasanya digunakan oleh orang-orang kepercayaan beragama Hindu untuk berziarah dan beribadah. Terbukti, banyak kain-kain yang bergelantungan di  depan pintu masuk gua ini. Gua ini dapat dimasuki, namun pintunya berukuran lumayan kecil, sehingga bila ingin masuk kedalam, maka harus sedikit merayap.
Gua Taman / Gambar Kang Otong
Lanjut perjalanan kembali, usai menemui salah dua dari gua-gua yang ada di jalur Torean ini, maka kita akan menemui sebuah sungai yang disana ada aliran air dari Danau Segara Anak yang airnya dapat diminum. Saat di Segara Anak, rasa air dari danau ini memang tidak begitu tawar, atau kurang enak jika langsung diminum, karena menurut pendapat beberapa ahli, air di Segara Anak ini ada kandungan sedikit belerangnya, oleh karenanya rasanya kurang enak. Nama sungai ini adalah Kokoh Putih ya..

Kokoh Putih
Perjalanan setelah Kokoh Putih, kamu akan menemui beberapa sungai lagi yang aliran airnya lumayan deras, sungai ini enak buat berendam. Hanya saja kami tidak tahu nama dari sungai itu apa, yang tahu kasih tau ya, biar bisa lebih baik artikelnya dan bisa juga buat share ke temen-temen yang lain. Air disini agak keruh saat kami lewati, namun nggak tahu juga bila saat musim kemarau, kemungkinan bisa jernih.

Sungai X
Dari perjalanan ini, akan banyak kamu jumpai seperti tanggal, jembatan, jurang, dll. Semuanya komplit jadi satu, hanya saja nggak kami bahas ditulisan ini, karena terlalu berliku-liku dan nggak jelas nantinya. Selepas sungai ini, kamu akan menemukan surga lain di Rinjani ini, yaa, ini dia, Air Terjun Panimbung. Air terjun ini menjadi beberapa maskot dan juga ciri khas jalur Torean, yang sudah pernah ke Rinjani, bisa sekali-kali coba lewat jalur lain, biar makin nyes..

Untuk ittinary perjalanan ini nggak dibahas sedetail yang jilid pertama ya, karena ya hampir sama, 11 12 an lah. Kami akan paparkan mengenai biayanya saja, agar kamu yang pengen kesana bisa menyiapkan anggaran yang cukup dan lebih mungkin.

Ittinary Budget

Berangkat
Rumah - Bandara Juanda Surabaya by Taksi : 150.000
Juanda Surabaya - Lombok by Plane                : 350.000 (tergantung promo)
Bandara Lombok - Sembalun                             : 150.000 (tergantung nego)
Perijinan Sembalun                                              :   15.000 
Bekal, dll                                                                 : 300.000 (fleksibel)                   +
------------------------------------------------------------------------------------------------
                                                                     Total   :  965.000

Pulang
Torean - Loloan by Ojek                                    :  40.000 (tergantung nego)
Loloan - Bandara                                                : 150.000 (tergantung nego)
Bandara Lombok - Bandara Juanda              : 340.000 (tergantung promo)
Bandara Juanda - Rumah                                :   50.000 (Bis/ Ojek)                      +
--------------------------------------------------------------------------------------------------
                                                                   Total  : 580.000
Jumlah Sub Total : 1.545.000 

Itulah beberapa rincian biaya dan juga perjalanan yang singkat yang semoga tujuannya adalah untuk berbagi informasi kepada teman-teman yang membutuhkan. Untuk budget tentu sangat berbeda dengan budget Rinjani jilid 1, namun jika dilihat dari sisi hemat waktunya, maka menggunakan jalur udara akan lebih baik. Namun jika kamu juga ingin berkeliling-keliling ke Bali, jalur darat adalah pilihan yang terbaik.

Baca Juga Perjalanan Ke Rinjani yang Pertama

3 komentar:

  1. Boss dari bandara ke sembalun itu sewa mobil opo, koq murah punya cp gk
    atokamrulla78@gmail.com

    ReplyDelete

 
Toggle Footer