Breaking News
Loading...

Memetik Bunga Verbena di Gunung Semeru, Bolehkah?

Saat mendaki di Gunung Semeru, banyak sekali tempat-tempat favorit bagi para pendaki yang memang saya akui tidak ada duanya buat gunung yang satu ini. Semua tempat yang ada di Gunung Semeru adalah indah dan sangat menarik untuk dikunjungi dan sangat menjadi rekomendasi bagi para pecinta alam maupun pecinta selvie. Mulai dari Danau Ranupane, Ranukumbolo, Oro-Oro Ombo, Cemoro Kandang, Jambangan, Kalimati, dan sampai dengan puncak tertingginya Mahameru. Semua sangat indah dan menarik banyak orang berbondong-bondong kesana untuk menikmati keindahan alamanya yang saat ini sudah mulai tertata.

Baca Juga : Eksplorasi Pendakian Gunung Buthak via Panderman
Seorang Pendaki Membawa Turun Verbena bonariensis
Di tempat itu nan ada pemandangan indah yang hanya ada saat musim hujan tiba, tempat ini dipenuhi bunga-bunga berwarna ungu yang bertebaran luas ditempatnya, mereka tumbuh menjalar mendominasi lokasi ini. Dari mulai mendaki Tanjakan Cinta dan menuruni Turunan Cinta, kamu bisa langsung menikmati keindahan bunga-bunga yang indah sekali. Tempat ini adalah Oro-Oro Ombo, surga bagi bunga-bunga yang bermekaran ungu diatasnya. Saat awal pendaki menganggap, bunga ini disebut-sebut dengan bunga lavender yang secara ilmiahnya bernama Lavandula , bunga ini juga berwarna ungu, nampak mirip dengan bunga yang ada di Oro-Oro Ombo. Namun sebenarnya bukan, bunga ini bukanlah bunga lavender yang disebut-sebut oleh banyak pendaki, bunga ini adalah bunga yang secara latin disebut Verbena bonariensis  yang masuk dalam family Verbena
Bunga Lavender

Bunga Verbena bonariensis sudah ada di lokasi Gunung Semeru sejak jaman penjajahan Kolonial Belanda. Menurut keterangan para relawan yang ada di basecamp Ranupane, bunga-bunga ini dulunya ditanam oleh kolonial Belanda dengan tujuan yang tidak begitu jelas. Mungkin tujuannya adalah menghilangkan tanaman khas yang ada di Oro-Oro Ombo seperti edelwies. Dan hingga saat ini, bunga Verbena bonariensis masih subur tumbuh di Oro-Oro Ombo mengalahkan dominasi edelwies sebagai tanaman asli Gunung Semeru.

Memetik Bunga Verbena, Bolehkah?

Saat sepintas ada beberapa postingan foto disebuah group yang memamerkan hasil petikan bunga Verbena brazilia. Sosok pemosting ini membawa hasil petikannya dengan disekitaran background foto tentunya banyak tanaman sejenis, karena lokasi diketahui di Oro-Oro Ombo. Dengan langsung tanpa interupsi dan klarifikasi, banyak para pendaki yang membully si pemosting bunga ini, karena sudah kita pahami bersama, tidak membawa apapun dari alam kecuali gambar, namun si pemosting justru malah mengambil dan memetik bunga tersebut untuk dibawa pulang. Hmmmmmm
Selvie Bersama Verbena
Klarifikasi yang kemudian saya dapat saat berada di lokasi briefing Ranupane tentang informasi bunga yang disebut sebagai bunga lavender ini ternyata banyak orang yang salah kaprah termasuk saya sendiri. Bunga Verbena bonariensis ternyata mempunyai sifat buruk terhadap kontur tanah yang menyebabkan tanah menjadi cepat kering, intinya adalah daya serap tanaman ini terhadap air sangatlah tinggi, sehingga tanaman asli Gunung Semeru seperti edewies berakhir layu dan mati. 

Baca Juga : Kamu Gendut? Mendakilah Gunung

Hal tersebut bisa dibuktikan disaat musim kemarau tiba, hampir setiap tahun lokasi tempat tumbuhnya bunga Verbena bonariensis ini pasti akan terbakar, karena memang daerah ini sangatlah kering kerontang dan sangat rentan terjadi kebakaran hutan yang sering terjadi di Semeru karena faktor alam. Hal ini tentu sangat merugikan alam, karena kebakaran tersebut bisa menjalar lebih luas lagi bila kekeringan melanda seluruh tanah yang ditumbuhi oleh tanaman ini.

Baca Juga : Catatan Backpackeran Ke Gunung Rinjani

Jadi, bolehkan memetik bunga Verbena bonariensis? . Jawabannya adalah Boleh dan diijinkan oleh pihak dari pengelola Gunung Semeru. Dengan alasan tanaman ini perlu untuk dimusnakan karena dapat menimbulkan ketidakseimbangan alam. Silahkan kamu ambil seperlunya dan buatlah selvie seperti kebanyakan orang.

Syarat Muthlak Setelah Memetik Verbena

Memerik bunga ini memanglah dibolehkan untuk semua pendaki, bahkan dianjurkan setiap pendaki membawa tanaman ini untuk pulang. Namun dengan syarat, usai memetik atau memotong tanaman ini, segera mungkin masukkan kedalam kantong plastik , kenapa? agar benang sari dari bunga ini tidak menyebar ke beberapa tempat di Gunung Semeru. Sudah banyak bukti bahwa bunga Verbena bonariensis ini sudah tersebar di beberapa tempat di Gunung semeru, penyebabnya banyak, bisa karena faktor alam seperti tertiup angin, atau bisa juga karena ulah pendaki yang kadang membuang hasil petikannya di tempat lain atau karena lalai menaruhnya sehingga rontokan benang sari itu jatuh dan menumbuhkan kembali tanaman ini.

Berilah Caption Foto Saat Mengupload Foto Selvie Verbena
Oro-Oro Ombo
Ini yang paling penting untuk para penyebar berita seperti di sosmed. Banyak orang setelah mengupload foto hasil petikan bunga Verbena bonariensis tidak memberikan caption yang jelas mengenai foto unggahannya. Sehingga menyebabkan multi tafsir bagi orang yang melihat foto-foto tersebut. Ada beberapa sikap seseorang saat melihat unggahan foto bunga ini, diantaranya adalah :
  1. Bersikap kalem aja, karena sudah tahu kalau bunga Verbena bonariensis adalah bunga yang invasif (berbahaya), sehingga sudah biasa saja dan tidak merespon unggahan foto yang ia lihat di media sosial
  2. Bersikap eksplosif, yaitu meledak-ledak kalau memetik bunga di gunung itu adalah pelanggaran berat, dan akhirnya menyebutkan slogan "Take nothing but pictures, leave nothing but foot print, kill nothing but time". Atau bahkan membully si pengunggah foto dengan sadis
  3. Bersikap meniru yang kebablasan, karena sudah melihat hasil unggahan bolehnya memetik bunga di gunung, maka setiap ia naik gunung dan melihat bunga-bunga yang indah, ia akan memetiknya dan membawa pulang
Dari ketiga kategori ini, yang nomor 3 lah yang paling berbahaya, menganggap semua bunga di gunung boleh di petik dan dibawa pulang. Apa jadinya bila oran gdi kategori tiga ini melakukan tidakan konyolnya?

Satu lagi, bila kamu membuka foto keindahan alam apapun, lihatlah dulu captionnya, jangan langsung take action membully, tapi carilah kebenarannya dulu. Jadi bisa juga untuk pelajaran kita bersama... Tetap semboyan kita berbunyi:

Take nothing but pictures, leave nothing but foot print, kill nothing but time
"Tidak mengambil apapun kecuali foto, tidak meninggalkan apapun kecuali jejak kaki. tidak membunuh apapun kecuali waktu"
Baca Juga :

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer