Breaking News
Loading...

Ngopi Sambil Belajar Sejarah di WOSS (Warung Omah Sejarah Suroboyo) Cak Roeslan Abdulgani

Tak banyak warga Surabaya yang mengetahui keberadaan warung yang paling bersejarah di Surabaya ini. Warung yang mungkin adalah satu-satunya warung yang terkonsep atas dasar benar-benar demi mengingatkan kita pada sejarah kita. Lahirlah Warung Omah Sejarah (WOS) yang berlokasi di dalam Gang Plampitan VII ini, lokasi Warung Bersejarah ini berada di sebelah timur Masjid Plampitan yang juga memiliki nilai sejarah itu.

Baca Juga : Menelusuri Sejarah Penjara Koblen Surabaya
Warung Omah Sejarah Surabaya
Apa yang membuat warung ini mempunyai nilai sejarah yang tinggi? dan siapakah empunya rumah yang difungsikan sebagai warung ini?. Jawabannya adalah, rumah ini merupakan milik seorang tokoh negarawan dan juga politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri pada tahun 1956 - 1857. Beliau adalah Prof. Dr. (HC). H. roeslan Abdulgani (1914 - 2005) dan sangat akrab di panggil dengan sebutan Cak Roes (Rus), rumah tersebut sangat akrab dengan nama Rumah Cak Roes (Rus).

Tampak Depan Warung Omah Sejarah
Membahas sedikit mengenai biografi beliau dan peran beliau dalam sejarah Indonesia, Cak Roes dilahirkan di Surabaya pada tanggal 24 November 1914 tepatnya di Gang Plampitan tersebut. Beliau tumbuh dan besar di daerah tersebut, sehingga saat itu, banyak tokoh-tokoh nasional juga pernah menginap di rumah Cak Roes. Diantaranya yang pernah menginap di Rumah itu adalah Presiden Pertama Soekarno. Masjid Plampitan juga mempunyai sejarah tersendiri, karena pada saat itu, para nasionalis membahas mengenai urusan kenegaraan di dalam masjid Plampitan.

Pak Djarot (kiri) Sedang Bercengkarama
Banyak sekali jasa-jasa beliau untuk kemerdekaan Indonesia ini, diantaranya adalah beliau ikut andil dalam perebutan kemerdekaan dengan menggunakan pasukannya yang disebut Indonesia Muda. dalam pertempuran 10 November 1945 pun, Beliau ikut berjuang mengangkat senjata, namun usai pertempuran tersebut, Beliau hijrah ke Malang dan bekerja di Kementrian Penerangan. Pada saat agresi militer 2 Belanda, beliau sempat tertembak  dibagian tangan kanannya, dan terpaksa harus diamputasi beberapa jari beliau. Untuk lebih mengenal beliau, silahkan cari artikel yang membahas mengenai biografi beliau yang lebih lengkap.

Baca Juga : Menelusuri Misteri Gerbong Maut Surabaya

Lanjut ke Warung Omah Sejarah atau WOS, rumah yang difungsikan sebagai warung ini mempunyai ahli waris, yaitu cucu dari menantu Cak Roes. Menurut penututran Bapak Djarot Indraedhi, sebenarnya beliau (Djarot) adalah istri dari keponakan anaknya Cak Roes. Beliau mendapatkan amanah merawat rumah tersebut. Sebelum Cak Roes meninggal pada tanggal 29 Juni 2005 pada usia 90 tahun. Beliau berpesan bahwasannya rumah itu nantinya difungsikan sebagai tempat berkumpulnya masyarakat dan kegiatan yang bermanfaat lainnya. Jadi sampai saat ini rumah tersebut sudah dijadikan sebagai tempat umum yang nyaman.

Berbincang-bincang di warung omah sejarah
Orang Libya (kiri, Abdullah), bersama Sejarawan (Pak Bambang)
Saking banyaknya pengunjung yang datang ke Warung Omah Sejarah ini, didepan warung yang berhadapan dengan Masjid Plampitan ini dibangunkan sebuah terop, dan dibawah terop kemudian ditatalah beberapa kursi dan meja untuk para pengunjung yang datang. Jadi tempat ini lumayan luas bila kamu ingin berombongan kesana atau bersama komunitas kamu. Selain bersejarah, tempat ini juga menyediakan menu yang sedianya sama dengan warung-warung yang lainnya. Kamu bisa memesan kopi, teh, susu, tahu petis, roti maryam, gorengan, roti isi, jajanan, dan masih banyak lagi varian menu makanan dan minuman disini. 

Daftar Menu
Sejarah kenapa warung ini didirikan adalah karena berawal dari pengeluaran keluarga Bapak Djarot yang setiap tahunnya hampir mengeluarkan uang sebesar 15 juta rupiah lebih untuk merenovasi rumah yang memang sudah tergolong tua tersebut. Maklum saja, rumah ini sudah dibangun pada tahun 1860. Selain itu, keringanan membayar PBB yang didiskon 50% itu pun juga tak berpengaruh banyak meringankan beban perawatan, walaupun rumah Cak Roes dikategorikan sebagai Bangunan Cagar Budaya (BCB). Barulah pada tahun 2015, rumah ini dialihfungsikan menjadi Warung Omah Sejarah yang hasil keuntungan warung bisa dijadikan untuk perawatan rumah ini.
Pajangan Foto Rumah Cak Roes

Bila hendak berkunjung, perhatikan tata krama kesopanan dilokasi ya. Jam buka Warung Omah Sejarah adalah jam 19.00 - 24.00, bila saat bulan Ramadhan, jam bukanya yaitu sehabis Shalat Terawih, atau sekitar pukul 20.00 sampai pukul 02.00. Terkadang ada juga pengunjung yang berkunjung hingga Shubuh. Hal tersebut tentunya kondisional. Untuk lokasi warung bisa dilihat pada peta dibawah ini, yaitu Plampitan VII no 34-36, telp : 0813-3281-7172 , berikut peta lokasi:



Baca Juga Artikel Lainnya:

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer