Breaking News
Loading...

Saat Puncak Mahameru Tak Terdaki, Ranukumbolo Masih Indah Dipijaki

Saat Puncak Mahameru Tak Terdaki, Ranukumbolo Masih Indah Dipijaki - Gunung Semeru sebelumnya tidak begitu dikenal oleh para pendaki pemula seperti saya dan juga sebagian besar orang yang sebelumnya tahu apa itu gunung. Gunung Semeru adalah setitik tempat yang sebelumnya bersih dan jauh dari membludaknya pendaki yang ingin menikmati pemandangan indah dari puncak tertinggi di Jawa itu. Gunung Semeru adalah tempat tertinggi yang paling indah jika tiada sampah-sampah yang berserakan di setiap trek dan juga tempat-tempatnya.
Ranu Kumbolo Tahun 2014
Tepat di sekitar tahun 2012 akhir, gunung ini di eksploitasi keindahannya dengan mengangkat sebagian besar keelokan alam Semeru yang begitu menjakjubkan itu kedalam sebuah karya film Indonesia. Untuk judulnya semua sudah pada tahu kan apa judulnya?, sepintas jika dilihat dari estetika alamnya sangatlah bagus, karena bisa meningkatkan daya tarik wisata menuju ke Semeru lebih banyak lagi. Namun disini banyak juga yang keliru dan juga tidak boleh di contoh begitu saja tanpa mengetahui sebelumnya apa itu gunung?, bagaimana cara hidup di gunung dan lain-lain. Namun tulisan ini tidaklah membahas tentang isi film itu, kalian semua tentu lebih paham dari apa akan saya tulis dan bagikan.
Larangan Sampai Ke Puncak
Sudah umum diketahui sebagian besar orang yang ingin ke Semeru pasti ingin menggapai puncak tertingginya, namun ada juga yang berkeinginan hanya sampai di Ranu Kumbolo saja. Dan tidak setikit pula dari pendaki ini masih belum memahami bahwasannya mendaki hingga ke puncak merupakan tindakan ilegal (Baca : Larangan Mendaki Sampai Ke Puncak Semeru). Namun ada juga yang sudah memahami mengenai aturan itu, dan tetap melanjutkan perjalananannya hingga puncak, dan terkadang ada juga yang gagal tidak sampai ke puncak, bahkan nyawa menjadi taruhannya.


Perlu kita pahami, kenapa mendaki hingga ke Puncak Semeru dinyatakan sebagai pendakian yang ilegal? dan kenapa saat briefing sebelum mendaki para ranger memberikan pesan kepada pendaki bahwasannya tidak menyuruh mendaki sampai puncak (Pendakian Akhir Hanya Sampai Kalimati) , namun tidak pula melarang para pendaki yang ingin mendaki hingga puncak tertinggi itu. Namun perlu diketahui, para pendaki harus membayar mahal semua resiko tersebut, diantaranya adalah :
  1. Asuransi hanya berlaku sampai di Kalimati saja, artinya jika terjadi kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan di luar dari Kalimati (puncak), maka tidak akan dicover asuransi.
  2. Segala resiko ditanggung penumpang.
  3. Rentan pada pendaki menderita hipotermia.
  4. Rentan tersesat hingga menuju ke Blank
  5. Dll
Wajah-wajah Hipotermia
Semua resiko yang ada di atas itu adalah kemungkinan-kemungkinan terburuk yang akan terjadi jika kita ingin mencapai puncak tertinggi itu. Jangan sampai kalian seperi Doug Hansen yang menginginkan puncak karena ego yang mengakibatkan Rob Hall meninggal dunia karena terlambat untuk turun (Baca di : Pesan Moral Film Everest Untuk Pendaki) Namun bila kalian berhasil mencapainya, tentunya akan menjadi kepuasan batin tiada tara. Namun bagi kamu yang tidak bisa mencapainya, tidak usah risau dan bersedih hati, Ranu Kumbolo masih lah dingin seperti dulu, Ranu Kumbolo masih lah indah dan bersih seperti dulu, dan perlu kalian tahu, perjalanan menuju Ranu Kumbolo itu berat dan membutuhkan perjuangan ekstra. Jika kalian sudah sampai di tanah Ranu Kumbolo, maka berbanggalah kawan, kalian sudah mampu melampaui diri kalian dan menaklukkan rintangan berat dari Ranu Pani ke Ranu Kumbolo.
Camping di Ranukumbolo
Ingat, puncak bukanlah segalanya, namun turun dan kembali ke rumah untuk bertemu keluarga itulah goal yang sesungguhnya. Jangan sampai ego mu yang bergelora itu membuat dirimu ambisius dan mencelakakan dirimu pribadi dan bahkan kawan-kawanmu. Bila kalian merasa kuat menggapai puncak, pagailah, jika tidak kuat cobalah dilain waktu.

Baca Juga :

0 komentar:

Post a Comment

 
Toggle Footer