Breaking News
Loading...

Tips Mendaki Saat Berpuasa

Tips mendaki saat berpuasa - Kegiatan mendaki gunung adalah termasuk dalam kategori olah tubuh atau disebut juga olahraga yang tentu membutuhkan banyak tenaga ekstra saat melakukannya. Sedangkan berpuasa adalah kegiatan oleh tubuh dan juga olah batin yang dilakukan untuk kegiatan beribadah dan keperluan medis juga ada. Korelasi keduanya adalah sebenarnya terletak pada kegiatan yang sama-sama olah tubuh, hanya saja ada yang berbeda diantara keduanya, perbedaannya adalah terletak pada tujuan kita melakukan kegiatan itu. Jika berpuasa bertujuan mengharap ridho sang pencipta, sedangkan mendaki gunung konon katanya adalah mensyukuri nikmat sang Maha Kuasa dengan menikmati alam ciptaannya yang sangatlah indah.

Baca Juga : Eksplorasi Pendakian Gunung Buthak Via Batu Malang

Jika di musim puasa, mungkin kegiatan mendaki gunung kita bakal berhenti sejenak, karena beberapa pertimbangan. Namun bilamana kegiatan pada umumnya dilakukan ketika kita sedang tidak berpuasa, tubuh malah dimanjakan karena kita sedang berpuasa. Hal ini malah akan membuat tubuh kita menjadi manja, tidak mau beraktifitas dan hanya leyeh-leyeh saja, walaupun tidur itu adalah berpahala juga menurut beberapa orang, namun ketika berpuasa dengan melakukan kegiatan yang bermanfaat, maka puasa kita seyogyanya akan lebih mendapatkan manfaat yang sangat. Oleh karena itu, bagi para pecinta alam sejati, puasa tidak akan menjadi penghalang untuk terus mendaki.

Baca Juga : Jalur Pendakian Gunung Lawu Via Cemoro Sewu

Baiklah, tips ini biasanya saya ataupun teman-teman yang lain gunakan saat mendaki, selain lebih mempermudah saat pendakian, tips ini juga dapat digunakan dalam waktu yang lain, tidak harus berpuasa. Berikut adalah tips mendaki saat sedang berpuasa :

1.  Pelajari Jalur Destinasi 

Tips mendaki saat bepuasa yang pertama ini adalah hal yang terpenting, tidak hanya saat berpuasa saja tips ini bisa diterapkan. Dalam kondisi apapun tips ini layak untuk digunakan, karena langkah awal sebelum melakukan ekspedisi adalah dengan cara mempelajari lokasi tujuan kita. Hal ini bertujuan agar saat melakukan pendakian, setidaknya kita sudah mengenali kondisi yang ada di lapangan, walaupun tidak secara langsung, namun informasi ini sangatlah penting.

Mempelajari destinasi ini juga dapat membantu kita mengalokasikan waktu dan jarak tempuh, hal ini nantinya dapat membuat kita bisa memprediksi jadwal pemberangkatan dan juga kapan kita akan sampai tujuan.

2. Persiapan Fisik Dengan Berolahraga Ringan Saat Puasa

Untuk test fisik yang baik adalah dengan cara ini, kita dapat mengetahui kondisi kita sebenarnya saat berolahraga. Tidak perlu olahraga yang berat-berat, cukup yang ringan-ringan saja namun teratur. Dulu ketika saya masih kecil, saat pagi hari selepas subuh, biasanya teman-teman akan main sepak bola di jalanan. Kami tidak terasa capek dan juga batal puasanya. Karena sepak bola saat itu dinikmati dan dilakukan dengan perasaan senang.

dari sini kamu akan memahami seberapa mampukah kondisi tubuh kamu saat melakukan pendakian gunung dalam kondisi berpuasa.

3. Bawa Alat Seramping Mungkin

Jika biasanya suka membawa peralatan gunung yang pernak-pernik dan macam-macam, maka saat ini fokuslah memperingan barang bawaan. Hal ini akan dapat mempengaruhi kinerja tubuh saat melakukan pendakian, jangan hanya karena kamu saat tidak sedang berpuasa kuat namun menyepelekan saat kondisi tubuh sedang puasa.

Baca Juga : Kerusakan Alam Ulah Pecinta Alam


Memperamping barang bawaan bukan berarti tidak safety, namun lebih mengarah pada meminimalisir keperluan yang tidak perlu. Bawalah pakaian secukupnya, dan pastikan pakaian itu dipakai. Bawalah tenda yang seukuran kapasitas group, jangan berlebih, bawalah makanan yang sudah pasti dimakan habis. bawalah alat-alat P3K yang safety, dan pastikan air minum dan makanan seccukupnya sudah masuk ke dalam ranselmu.

4. Mendaki di Saat Malam atau Pagi Hari

Mendaki di Pagi Hari
Saatnya melakukan pendakian. Meskipun tubuhmu sudah terlatih dan kuat saat olahraga kemarin-kemarin, tetap saja memprediksi hal-hal yang dapat membatalkan puasa itu penting. Kita tidak memahami kondisi berat yang ada di alam, bisa saja saat kita olahraga kondisi alam sedang mendung dan santai, namun saat kita melakukan pendakian ternyata panasnya minta ampun. Disarankan naiklah gunung saat sedang menjalani puasa adalah malam hari dan pagi hari. Di malam hari pasti akan kuat, karena tidak sedang puasa, dan saat pagi hari sinar matahari belum terlalu tinggi, jadi kita bisa maksimal dalam beraktifitas.

Baca Juga Artikel Lain :

5. Perhemat Waktu dengan Berjalan Santai Namun Pasti

Sebelum bulan Ramadan biasanya para pendaki saat melakukan pendakian, ia akan sangat cepat dan kebanyakan memboroskan tenaga. Namun ada juga sih yang terkadang terlalu ngirit tenaga, ada juga yang berjalan sedang.


Dalam kondisi berpuasa, cadangan makanan yang ada di tubuh kita hanya pada saat sahur saja. Jadi cadangan energipun tidak seperti biasanya saat sedang tidak berpuasa, oleh karenanya menghemat tenaga ini gunanya adalah agar kita tidak mudah capek dan akhirnya sakit. Malah repot kalau sakit di gunung, jadi tetep gunakan motto, Santai tapi Pasti.

Baca Juga :

6. Jangan Lupakan Ibadah

Yang paling banyak pendaki tidak lakukan saat melakukan pendakian di luar bulan Ramadan. Jangan sampai kegiatan mendaki yang sejatinya adalah hanya untuk mensyukuri nikmat Tuhan yang maha besar ini malah melupakan kita dalam hal beribadah dimanapun. Ini yang sering kali kita lakukan, entah itu dingin, tidak ada air buat wudhu, malas, dan alasan-alasan lain yang begitu luasnya.

Ibadah ini tujuannya juga membuat kita tenang, merasa dilindungi, dan juga malah menambah nilai syukur kita sebagai hamba yang lemah ini. Beribadah bisa dimanapun, termasuk di gunung juga. Jadi jangan tinggalkan sholat buat yang Muslim, biar puasanya berkah, dan menjadikan kita sebagai hamba-hambanya yang kembali kepada fitrahnya.

Baca Juga Pendakian Gunung Rinjani Lengkap :
Dan usai pendakian itu, rasakanlah, betapa nikmatnya beribadah di alam, apalagi ditambah berbuka di gunung, ditambah lagi berbukanya dengan kekasih halal.. Mantap dan sempurnalah hidup ini...


1 komentar:

  1. Saya Atas nama IBU SITI AISYA ingin berbagi cerita kepada anda semua bahwa saya yg dulunya cuma seorang TKW di SINGAPURA jadi pembantu rumah tangga yg gajinya tidak mencukupi keluarga di kampun,jadi TKW itu sangat menderita dan di suatu hari saya duduk2 buka internet dan tidak di sengaja saya melihat komentar orang tentan AKI SOLEH dan katanya bisa membantu orang untuk memberikan nomor yg betul betul tembus dan kebetulan juga saya sering pasan nomor di SINGAPURA,akhirnya saya coba untuk menhubungi AKI SOLEH dan ALHAMDULILLAH beliau mau membantu saya untuk memberikan nomor,dan nomor yg di berikan AKI SOLEH 100% tembus (4D) <<< 1 2 3 9 >>> saya menang togel (150,juta) meman betul2 terbukti tembus dan saya sangat bersyukur berkat bantuan AKI SOLEH kini saya bisa pulang ke INDONESIA untuk buka usaha sendiri,,munkin saya tidak bisa membalas budi baik AKI SOLEH sekali lagi makasih yaa AKI dan bagi teman2 yg menjadi TKW atau TKI seperti saya,bila butuh bantuan hubungi saja AKI SOLEH DI 082-313-336-747- insya ALLAH beliau akan membantu anda.Ini benar benar kisah nyata dari saya seorang TKW trimah kasih banyak atas bantuang nomor togel nya AKI wassalam.


    KLIK DISINI-AHLI-DUKUN-TOGEL-SAKTI-TERPERCAYA








    ReplyDelete

 
Toggle Footer